Ekonomi

Sulut Ekspor 6.300 Ton Bungkil Kelapa Bernilai 17,7 Milliar ke India,

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Monday, 21 September 2020 21:49   132 kali
Salah seorang petugas Karantina Pertanian Manado melakukan pemeriksaan fisik bungkil untuk memastikan bebas hama hidup sebelum diekspor. (foto: ist)
 
 
 
 
MANADO (BK) : Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Manado melakukan sertifikasi terhadap 6.300 ton bungkil kelapa milik PT. Cargill Indonesia, Sabtu (19/9/2020). Rencananya, komoditas pertanian itu akan diekspor ke India.
 
 
Sebelum diekspor, dilakukan pemeriksaan fisik untuk memastikan bebas dari hama hidup oleh Pejabat Karantina Pertanian Manado. Bungkil tersebut kemudian dikapalkan melalui pelabuhan milik PT. Cargill Indonesia.
 
 
Donni Muksydayan, Kepala Karantina Pertanian Manado mengatakan, dari data pada sistem perkarantinaan, IQFAST mencatat nilai ekonomi komoditas tersebut mencapai Rp17,7 miliar.
 
 
“Saat ini kami mendorong para eksportir agar tidak lagi mengekspor komoditas mentah ke luar negeri. Olah dahulu minimal menjadi barang setengah jadi agar komoditas pertanian tersebut memiliki nilai tambah,” ujarnya melalui rilis yang diterima beritakawanua.com, Senin (21/9/2020).
 
 
 
 
 
Ia mengatakan, pihaknya melakukan penjaminan kesehatan dan keamanan terhadap limbah produk pertanian yang diminati pasar ekspor. “Pejabat Karantina Pertanian Manado memastikan persyaratan karantina negara tujuan sudah dipenuhi, bungkil kelapa merupakan limbah yang jadi berkah bagi kita semua,” terang Donni.
 
 
Kepala Badan Karantina Pertanian Ali Jamil secara terpisah mengatakan potensi ekspor kelapa maupun produk turunan sampai ke limbahnya dari Sulawesi Utara sangat besar. “Jadi perlu kita dorong bersama,” katanya.
 
 
Jamil menjelaskan bungkil kelapa sudah mengalami proses pengolahan, sehingga memiliki daya simpan yang lebih lama. Dampaknya yaitu naiknya nilai tambah komoditas tersebut sehingga dapat tembus pasar ekspor.
 
 
“Pemerintah juga telah membuat strategi agar pertumbuhan ekspor terus meningkat, diantaranya mendorong pertumbuhan eksportir baru, diversifikasi produk ekspor melalui dua cara yakni mendorong ekspor produk setengah jadi dan jadi (produk turunan) dan mendorong produk baru,” tandas Jamil.
 
 
 
 
 
Sebagai informasi, bungkil kelapa di negara tujuan akan digunakan sebagai bahan pakan campuran ternak. Bungkil kelapa merupakan pakan ternak sumber protein selain bungkil kedelai, bungkil kelapa sawit maupun bungkil kacang tanah.
 
 
Kandungan protein yang cukup baik dan memiliki tingkat kesukaan yang ditunjukkan oleh ternak (palatabilitas) yang baik menjadikan bungkil kelapa banyak diminati oleh para peternak sebagai pakan tambahan. Kandungan protein bungkil kelapa berkisar antara 20-22% sehingga sangat cocok sebagai pakan sapi perah dan dapat digunakan sampai 30% dalam ransum.
 
 
Komoditas ini merupakan produk samping asal kelapa yang masuk dalam 10 komoditas unggulan Kementerian Pertanian yang didorong secara khusus pada Gratieks, atau Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor.
 
 
(acha/bk-8)
Komentar ()
Berita Ekonomi
Ekonomi
27 Mar 2020 / dibaca 324 kali
MANADO (BK) : PT Toyota Astra Motor (TAM) resmi meluncurkan Toyota New Agya di Sulawesi Utara (Sulut), Jumat (27/3/2020). Peresmian dilakukan...
Ekonomi
12 Mar 2020 / dibaca 312 kali
JAKARTA (BK) : GrabFood memperkenalkan empat fitur baru yang diyakini akan meningkatkan pengalaman pemesanan makanan untuk setiap kebutuhan...
Ekonomi
09 Mar 2020 / dibaca 459 kali
MANADO (BK) : Direktur Teknik PT Angkasa Pura I (Persero) Lukman Laisa bersama Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey secara resmi...
Ekonomi
27 Feb 2020 / dibaca 347 kali
Pemberian tali asih oleh Manajemen Bandara Sam Ratulangi Manado di Panti Asuhan Wale Ne Oki, Tomohon. (dok: istimewa)    ...
Ekonomi
20 Feb 2020 / dibaca 295 kali
General Manager Bandara Sam Ratulangi Manado, Minggus ET Gandeguai yang memimpin apel, membacakan sambutan Direktur Utama Angkasa Pura I....
Profil Perusahaan | © 2011 - 2020 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.