Hukum

Ada Kasus Cabul 'Mengendap' 3 Tahun di Minsel

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Tuesday, 22 September 2020 23:18   282 kali
Ilustrasi
 
 
 
 
MANADO (BK) : Sudah tiga tahun lamanya kasus pencabulan terhadap AK (12), AA (11) dan AJ (9), tiga bocah di Kecamatan Tompaso Baru, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel). Sempat melalui proses hukum, kasus ini kemudian mengendap. 
 
 
Kasus ini bermula dilaporkan di Polsek Tompaso Baru, 17 Desember 2017. Pelaku WK alias Papi (57) sempat menyerahkan diri dan dilakukan penahanan selama 21 hari di Polres Minsel sebagai tahanan titipan Polsek Tompaso. Namun selesai menjalani penahanan, pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka diberikan penangguhan dengan alasan sakit-sakitan.
 
 
Pengacara ketiga korban, Neny Rahmawati mengatakan lima bulan berjalan, kasus ini sebenarnya sudah akan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Amurang dan hanya menunggu keterangan tersangka. Namun pelimpahan tak kunjung dilaksanakan dan berkas dikembalikan lagi ke Polsek Tompaso Baru karena tersangka telah melarikan diri ke Berau, Kalimantan.
 
 
“Karena penanganannya yang lama, kami bertemu Kapolres Minsel agar kasus ini menjadi atensi. Pada 23 Juni 2018 dilakukan gelar perkara di Polres Minsel dan kasus itu dialihkan ke Unit PPA Polres Minsel,” ujar Neny kepada beritakawanua.com, Kamis (17/9/2020).
 
 
Kasus ini menurutnya, diduga sengaja didiamkan. Alasannya, tersangka yang telah kembali pulang dari Kalimantan pada awal tahun 2020, tidak pernah ditangkap. “Ini jelas diskriminasi dan pembiaran terhadap korban dan keluarganya dalam mencari keadilan,” tandas Neny.
 
 
Dia pun meminta Kapolda Sulut untuk memberikan perhatian kepada kasus-kasus kekerasan yang terjadi pada anak dan perempuan. “Kalau tidak menjadi atensi, kami akan membawanya ke Mabes Polri,” tukasnya.
 
 
Neny yang pernah menjabat Ketua Divisi Advokasi bagian Perempuan dan Anak Swara Parangpuan ini mengatakan ada banyak kasus kekerasan anak yang terjadi di Sulut, tapi pelakunya tidak tersentuh hukum.
 
 
“Mungkin karena lokasinya yang jauh dari perhatian pusat, sehingga secara tidak langsung memberikan peluang bagi oknum-oknum penyidik nakal untuk melakukan penyimpangan hukum,” terangnya.
 
 
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Minsel AKP Rio Gumara saat dikonfirmasikan mengenai kasus ini, tidak merespon sama sekali. Pesan WhatsApp yang dikirim ke nomor: 0812-1319-2XXX  sebagai upaya konfirmasi tidak dibalas.
 
 
(bk-8)
Komentar ()
Berita Hukum
Hukum
31 Oct 2020 / dibaca 232 kali
MANADO (BK) : Gara-gara pacar punya gebetan baru, CW (16), warga Kecamatan Wenang Kota Manado bertindak nekat. Ia menikam jari tangan...
Hukum
28 Oct 2020 / dibaca 140 kali
Kabag Operasional Polresta Manado, Kompol Alkat Karouw. (foto: antara)        MANADO (BK) : Skema...
Hukum
28 Oct 2020 / dibaca 130 kali
Suasana peringatan hari Sumpah Pemuda ke-92 secara virtual dari   dari Wisma Negara Gubernuran Sulut. (courtesy: Kolonel Kav M....
Hukum
27 Oct 2020 / dibaca 56 kali
MANADO (BK) : Polda Sulawesi Utara (Sulut) menggelar Latihan Pra Operasi (Latpraops) Bina Waspada Samrat 2020. Latpraops ini dibuka oleh...
Hukum
27 Oct 2020 / dibaca 55 kali
MANADO (BK) : Kapolda Sulawesi Utara (Sulut), Irjen Pol RZ Panca Putra mendorong seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) untuk membentuk...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2020 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.