Hukum

BNN Sulut Ungkap Ganja dari Inggris, Tersangka Ditangkap di Gorontalo

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Monday, 15 January 2018 15:07   1031 kali
FOTO : Acha
MANADO (BK) : Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulut mengungkap peredaran narkotika jenis ganja jaringan internasional. Seorang tersangka berhasil ditangkap.
 
 
Tersangka berinisial MA alias Memet (34), ditangkap di rumahnya, Jl. Sam Ratulangi No. 62 Kelurahan Limba U-2 Kecamatan Kota Selatan Gorontalo, Rabu (10/1/2018) sekitar pukul 11.00 WITA.
 
 
(FOTO : ACHA)
 
 
Kepala BNN Provinsi Sulut, Brigjen Pol Charles Nggili mengatakan, pengungkapan berawal saat Kantor Bea dan Cukai Manado menemukan paket kiriman dari Inggris, sehari sebelumnya. Dalam paket tersebut berisi 9 paket bening yang berisi 12 biji bibit yang diduga ganja.
 
 
"Kantor Bea dan Cukai lalu berkoordinasi dengan kami untuk menindaklanjuti temuan itu," kata Charles saat merilis penangkapan itu di Kantor BNNP Sulut, Senin (15/1/2018).
 
 
(FOTO : ACHA)
 
 
BNN Sulut kemudian bekerjasama dengan instansi terkait seperti Kantor Pos Cabang Manado dan Gorontalo, karena alamat pelaku berada di Gorontalo. Setelah itu, dibentuk tim yang menuju menuju Gorontalo.
 
 
"Malamnya, tim yang dipimpin Kepala Bidang Pemberantasan, AKBP John Thenu langsung controlled delivery melalui jalan darat," terangnya.
 
 
Tersangka sendiri kemudian ditangkap usai menerima paket tersebut dari petugas Kantor Pos Cabang Gorontalo yang diantarkan di rumahnya, Rabu (10/1/2018) siang.
 
 
Saat interogasi dan penggeledahan, ditemukan barang bukti (babuk) berupa narkotika Golongan I dalam bentuk tanaman Ganja sejumlah 220,01 gram (bruto), dan 2 pohon ganja yang dipelihara dengan cara hidroponik di dalam kamar mandi.
 
 
"Babuk dan tersangka sempat diamankan ke Kantor BNNP Gorontalo, lalu kami bawa kesini (Manado) untuk proses hukumnya," terangnya Jenderal Bintang Satu itu.
 
 
(FOTO : ACHA)
 
 
Tersangka yang berprofesi sebagai pedagang ini terancam dikenakan Pasal 111 Ayat (1) dan Pasal 127 ayat (1) Huruf a yang berbunyi setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menanam, memelihara, memilik, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotika golongan 1 dalam bentuk tanaman.
 
 
"Ancaman hukumannya pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 milliar," pungkas mantan Wakapolda Sulut ini.
 
 
(acha/bk-8)
Komentar ()
Berita Hukum
Hukum
30 May 2019 / dibaca 164 kali
MANADO (BK) : Taman Kanak-kanak (TK) Adhyaksa VIII Manado berhasil menamatkan 36 muridnya di tahun ajaran 2018/2019. Acara penamatan...
Hukum
30 May 2019 / dibaca 2541 kali
JAKARTA (BK): KPU Minahasa Selatan (Minsel) mengakui adanya kesalahan dalam proses penghitungan suara di pemilihan umum (pemilu) 2019....
Hukum
30 May 2019 / dibaca 117 kali
MANADO (BK) : Jajaran Kepolisian di seluruh Indonesia kembali menggelar Operasi Ketupat Tahun 2019, Dalam rangka pengamanan Hari Raya Idul...
Hukum
30 May 2019 / dibaca 112 kali
KETUA Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Sulut, Soraya Djamin Roskanedi, memberikan takjil secara simbolis kepada pengurus...
Hukum
27 May 2019 / dibaca 159 kali
Tim Kejati Sulut yang membawa bantuan kemanusiaan dari Kejati dan Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Kejati Sulut di Desa Bangga Kecamatan Dolo...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.