Hukum

BNN Sulut Ungkap Ganja dari Inggris, Tersangka Ditangkap di Gorontalo

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Monday, 15 January 2018 15:07   924 kali
FOTO : Acha
MANADO (BK) : Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulut mengungkap peredaran narkotika jenis ganja jaringan internasional. Seorang tersangka berhasil ditangkap.
 
 
Tersangka berinisial MA alias Memet (34), ditangkap di rumahnya, Jl. Sam Ratulangi No. 62 Kelurahan Limba U-2 Kecamatan Kota Selatan Gorontalo, Rabu (10/1/2018) sekitar pukul 11.00 WITA.
 
 
(FOTO : ACHA)
 
 
Kepala BNN Provinsi Sulut, Brigjen Pol Charles Nggili mengatakan, pengungkapan berawal saat Kantor Bea dan Cukai Manado menemukan paket kiriman dari Inggris, sehari sebelumnya. Dalam paket tersebut berisi 9 paket bening yang berisi 12 biji bibit yang diduga ganja.
 
 
"Kantor Bea dan Cukai lalu berkoordinasi dengan kami untuk menindaklanjuti temuan itu," kata Charles saat merilis penangkapan itu di Kantor BNNP Sulut, Senin (15/1/2018).
 
 
(FOTO : ACHA)
 
 
BNN Sulut kemudian bekerjasama dengan instansi terkait seperti Kantor Pos Cabang Manado dan Gorontalo, karena alamat pelaku berada di Gorontalo. Setelah itu, dibentuk tim yang menuju menuju Gorontalo.
 
 
"Malamnya, tim yang dipimpin Kepala Bidang Pemberantasan, AKBP John Thenu langsung controlled delivery melalui jalan darat," terangnya.
 
 
Tersangka sendiri kemudian ditangkap usai menerima paket tersebut dari petugas Kantor Pos Cabang Gorontalo yang diantarkan di rumahnya, Rabu (10/1/2018) siang.
 
 
Saat interogasi dan penggeledahan, ditemukan barang bukti (babuk) berupa narkotika Golongan I dalam bentuk tanaman Ganja sejumlah 220,01 gram (bruto), dan 2 pohon ganja yang dipelihara dengan cara hidroponik di dalam kamar mandi.
 
 
"Babuk dan tersangka sempat diamankan ke Kantor BNNP Gorontalo, lalu kami bawa kesini (Manado) untuk proses hukumnya," terangnya Jenderal Bintang Satu itu.
 
 
(FOTO : ACHA)
 
 
Tersangka yang berprofesi sebagai pedagang ini terancam dikenakan Pasal 111 Ayat (1) dan Pasal 127 ayat (1) Huruf a yang berbunyi setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menanam, memelihara, memilik, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotika golongan 1 dalam bentuk tanaman.
 
 
"Ancaman hukumannya pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 milliar," pungkas mantan Wakapolda Sulut ini.
 
 
(acha/bk-8)
Komentar ()
Berita Hukum
Hukum
23 Mar 2019 / dibaca 55 kali
JAKARTA (BK): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Direktur PT Krakatau Steel. Saat ini identitas...
Hukum
21 Mar 2019 / dibaca 229 kali
MANADO (BK): Kapolda Sulawesi Utara (Sulut), Irjen Pol R Sigid Tri Hardjanto didampingi Wakapolda, Brigjen Pol Karyoto serta para pejabat...
Hukum
20 Mar 2019 / dibaca 569 kali
MANADO (BK) : Seorang pria nekat melompat dari Jembatan Soekarno Manado, Rabu (20/3/2019) pagi. Pria itu akhirnya tewas meski sempat...
Hukum
16 Mar 2019 / dibaca 144 kali
JAKARTA (BK): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Ketua Umum (Ketum) Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhammad...
Hukum
16 Mar 2019 / dibaca 100 kali
JAKARTA (BK): KPK mengamankan Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Rommy dalam sebuah operasi tangkap tangan (OTT) di Jawa Timur. Ada duit...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.