Hukum

Cemarkan Nama Baik, Manager JLE'S Hotel Polisikan 2 Eks Karyawan

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Thursday, 13 July 2017 20:27   135 kali
General Manager JLE'S Hotel saat memberikan keterangan kepada penyidik Polresta Manado. (foto : acha)
MANADO (BK) : 2 mantan karyawan JLE'S Hotel, INS alias Nofdi (28) dan MMP alias Maria (21) dilaporkan ke polisi. Keduanya dilaporkan karena mencemarkan nama baik General Manager Hotel, Muhammad Cholil.
 
 
Kejadian itu bermula pada 2 Juli 2017 lalu. Pelapor menerima pesan WhatsApp dari Nofdi yang isinya 'Kalau saya kurang ajar sama bapak, saya sudah mengirim video bapak yang saya rekam waktu bapak peluk Sharen dari belakang sambil elus-elus pinggangnya sampai ke bokong di counter FO ke WA Ibu Dewi ataupun ke media sosial lainnya'.
 
 
Sepekan kemudian, nama pelapor kembali dilecehkan oleh Maria lewat pemberitaan di salah satu media online lokal. Dalam pemberitaan itu disebutkan pelapor saat interview masuk kerja, menyuruh membuka kenop (kancing) baju.
 
 
Pelaku juga menuding dalam pemberitaan, saat awal-awal training kerja sebagai karyawan, korban sering datang memegangnya. Akibatnya, pelaku merasa tidak nyaman bekerja dan berhenti.
 
 
tak terima dengan perlakuan kedua mantan karyawannya itu, Cholil akhirnya melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Manado, Jumat (7/7/2017) lalu. Di depan petugas dia mengaku tudingan itu tidak pernah dilakukan dan merasa nama baiknya dicemarkan.
 
 
Kasubag Humas Polresta Manado, AKP Roly Sahelangi saat dikonfirmasi membenarkan adanya dua laporan pencemaran nama baik yang dilayangkan korban. "Memang ada dua laporan, korban sudah dimintai keterangannya oleh penyidik tadi siang," ujar Sahelangi, Kamis (13/7/2017).
 
 
Sementara itu, ketika bersua dengan beritakawanua.com di Mapolresta Manado, korban kembali mengaku tidak pernah melakukan perbuatan seperti yang ditudingkan kepadanya. "Mereka melakukan itu karena ingin menjatuhkan posisi saya di perusahaan, karena mereka tidak terima dengan hukuman disiplin atas pelanggaran yang dilakukan mereka," aku korban.
 
 
Dia lalu menjelaskan saat interview penerimaan karyawan baru dilakukan di ruangan terbuka (lobby area) dan dihadiri oleh pelamar-pelamar lainnya. Juga ada karyawan lainnya yang menyaksikan proses penerimaan karyawan baru.
 
 
"Jadi tidak mungkin saya melakukan perbuatan itu, kami juga bisa buktikan dengan rekaman kamera CCTV pada saat interview," terangnya.
 
 
Lanjutnya, sebagai pembuktian, rekaman CCTV itu akan kami berikan kepada penyidik. Dia juga akan menyertakan 2 karyawannya yang sempat ikut pada proses pelaku melakukan interview.
 
 
"Jadi semuanya terdengar dan terlihat oleh lainnya. 2 karyawan kami juga ingin bersaksi karena memang saya tidak melakukan seperti yang ditudingkan kedua pelaku," tandas Cholil.
 
 
(acha/bk-8)
Komentar ()
Berita Hukum
Hukum
13 Jul 2017 / dibaca 136 kali
MANADO (BK) : 2 mantan karyawan JLE'S Hotel, INS alias Nofdi (28) dan MMP alias Maria (21) dilaporkan ke polisi. Keduanya dilaporkan...
Hukum
09 Jul 2017 / dibaca 2663 kali
MANADO (BK): Arter Pinontoan, warga Kelurahan Paal Empat Lingkungan VI Kecamatan Tikala, meregang nyawa setelah tubuhnya dihunjami tusukan...
Hukum
08 Jul 2017 / dibaca 1773 kali
MANADO (BK): Polisi berhasil menangkap pelaku pembunuhan dosen Fakultas Teknik Unsrat Manado, George Moningka (55). Pelakunya, AA alias Tisen...
Hukum
08 Jul 2017 / dibaca 190 kali
MANADO (BK): Pembunuhan yang menewaskan dosen Fakultas Teknik Unsrat, George Moningka (55), akhirnya terungkap. Polisi berhasil menangkap...
Hukum
08 Jul 2017 / dibaca 2785 kali
MANADO (BK) : George Moningka (55), dosen di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado yang tewas dibunuh, ternyata hanya sendiri saja di...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2017 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.