Hukum

Danrem 131/Santiago Bicara Kependudukan di Seminar Nasional IPDN Sulut

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Wednesday, 21 September 2022 15:09   272 kali
MANADO (BK) : Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Mukhlis mengatakan tugas pokok Korem adalah membina kemampuan, membina kekuatan dalam rangka menjaga keamanan wilayah dan teritorial sesuai dengan program kerja TNI AD.
 
Ini disampaikannya kepada siswa Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Sulawesi Utara (Sulut), pada Seminar Nasional dengan tema, "Digitalilasi Data Kependudukan Dan Ketahanan Nasional" yang digelar di Hotel Four Point Jl. Piere Tendean, Kecamatan Sario, Kota Manado, Sulawesi Utara, Selasa (20/9/2022).
 
"Jadi tugas pokok Korem 131/Santiago itu meliputi seluruh wilayah Provinsi Sulut," ujarnya.
 
Dia mengatakan, berbicara tentang ancaman di bidang kependudukan yang ada di wilayah perbatasan Sulut, menurutnya, secara hukum kondusif. Tapi tetap ada konflik sosial yang sifatnya internal sesuai data Korem 131/Santiago yang dimuat tahun 2020 sampai 2022.
 
"Mulai dari isu SARA, permasalahan tambang dan perkelahian antar kampung, namun sejauh ini kondisi Sulut kondusifitasnya tinggi," kata Danrem.
 
Menurutnya Sulut itu terkenal dengan toleransinya yang sangat tinggi. Untuk ancaman yang paling berat hanyalah bencana alam, dimana banjir dan longsor yang angkanya sangat tinggi.
 
"Kalau masalah isu SARA, keamanan dan lain sebagainya kita masih bisa kondisikan," ujarnya.
 
 
 
 
Dibidang kependudukan ini, lanjutnya,  ancaman konflik sosial di Sulut datang dari banyaknya kasus mafia tanah. Konflik ini sampai Menteri Pertanahan dan Agraria serta Kepala BPN sampai berkunjung ke Sulut untuk menekan atau mengeliminir angka kasus mafia tanah.
 
Kemudian lanjutnya, adanya permasalahan tambang. Permasalahan ini bahkan isunya sampai ke Jakarta karena ketika orang-orang berbicara tentang Sulut, pasti akan menyinggung masalah tambang. Sulut memang terkenal dengan wilayah tambang seperti Bolmong, Minahasa Tenggara dan daerah lainnya.
 
"Konflik ini didominasi antara perusahaan tambang dengan masyarakat atau masyarakat dengan masyarakat itu sendiri yang dasarnya Penambangan Liar Tanpa Ijin (PETI)," terang Danrem.
 
Sementara ancaman lainnya, Danrem menyebut perkelahian antar kampung (Tarkam). Contohnya wilayah Dumoga yang belum lama ini terjadi hingga menimbulkan korban jiwa. 
 
Ia juga menambahkan, pemicu masalah tarkam di Sulut bukanlah SARA, tapi lebih banyak dari kebiasaan seperti miras lalu emosi dan kemudian terjadilah pertikaian.
 
"Cuma dengan tatapan mata saja biasa jadi masalah hanya karena pengaruh miras," terangnya.
 
Untuk permasalahan SARA, Danrem mengatakan, sejauh ini belum ada sesuai data yang diperoleh. Kalaupun ada, isunya seperti ini persyaratan bakal calon hukum tua (kumtua) yang berpotensi, kemudian penolakan pembangunan masjid.
 
"Menurut kami itu bukan sifat intoleran seperti yang terjadi di Bogor, pembangunan gereja yang ditolak. Yang namanya minoritas itu tentunya harus menyesuaikan dengan kearifan lokal," terangnya.
 
Sebelumnya Danrem menjelaskan tentang profil singkat Korem yang dipimpinnya, dimana Korem 131/Stg adalah bagian dari Kodam VII/Wirabuana di Makassar. Namun tahun 2016, dibentuk Kodam lagi yaitu Kodam XIII/Merdeka di Manado.
 
"Korem 131/Santiago pun menjadi bagian Kodam XIII/Merdeka yang kebetulan memiliki wilayah Sulut, Gorontalo dan Sulteng," terangnya.
 
Danrem melanjutkan, dari 15 kabupaten/kota di Sulut, Korem 131/Santiago memiliki 6 Kodim yakni Kodim Bitung, Manado, Bolmong, Minahasa, Sangihe dan Talaud. Kodim Bolmong menjadi yang terbesar karena memiliki wilayah 5 kabupaten kota.
 
"Sehingga saya pernah bilang yang jadi Dandim disana (Bolmong), itu terasa seperti Danrem," ujarnya.
 
Seminar nasional yang dihadiri Bupati dan Wali Kota se-Provinsi Sulut, Kepala Dinas Dukcapil se-Kabupaten/kota se-Sulut, Ikatan Nyong-Noni Sulut 2022 dan segenap Civitas Akademika dan Satuan Praja Muda IPDN Kampus Sulut itu diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.
 
Kemudian dilanjutkan dengan Mars IPDN, pembacaan doa serta sambutan Rektor IPDN yang diwakili Rektor Akademik Dr. Hyronimus Rowa.
 
Penulis: Asrar Yusuf
Editor: Asrar Yusuf
Komentar ()
Berita Hukum
Hukum
12 Sep 2022 / dibaca 340 kali
MANADO (BK) : Rivan Harun (30), warga Paaldua, Kecamatan Paaldua, Manado nyaris tewas dianiaya. Dia dianiaya oleh TH (30), temannya sendiri...
Hukum
12 Sep 2022 / dibaca 306 kali
MANADO (BK) : Polresta Manado menangkap seorang pria yang dilaporkan mampu menggandakan uang. Modusnya, membayar mahar uang kemudian untuk...
Hukum
11 Sep 2022 / dibaca 620 kali
MANADO (BK) : Jajaran Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polresta Manado menangkap dua pria karena dugaan memiliki narkotika jenis ganja....
Hukum
07 Sep 2022 / dibaca 363 kali
MANADO (BK) : Polda Sulut membagikan 500 paket beras kepada sopir angkutan kota (angkot) yang terdampak kenaikan harga bahan bakar minyak...
Hukum
07 Sep 2022 / dibaca 288 kali
MANADO (BK) : Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polresta mengamankan dua orang, YVP (20) dan FH (34), terkait kepemilikan obat keras jenis...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2022 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.