Hukum

Disamurai Preman Kampung, Nelayan Mandi Darah

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Friday, 18 September 2015 20:42   958 kali

MANADO (BK) : Rahmat Bahi (30), seorang nelayan yang sering mengais rezeki di perairan Desa Kulu Kecamatan Wori, Minahasa Utara, menjadi korban penganiayaan di desa tersebut. Warga Wangurer Timur Lingkungan I Kecamatan Madidir Bitung ini berhasil diselamatkan meski mengalami luka sabetan samurai di tangan dan punggung.

Kasus ini kini ditempuh melalui jalur hukum, setelah kakak ipar korban, Yosafat Makaminang (49) warga Kelurahan Singkil Dua Lingkungan IV Kecamatan Singkil, melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Manado, Jumat (18/9/2015) siang tadi sekitar pukul 11.00 WITA.

Dalam laporan tersebut, Yosafat menyebutkan, shubuh sekitar pukul 03.00 WITA tadi, korban bangun dan pergi ke pantai di tempat perahunya ditambatkan. Namun karena air laut masih surut, korban mengurungkan niat untuk menarik perahu untuk melaut, dan memilih kembali ke rumah yang ditinggalinya.

Namun, ketika hendak berbalik arah, datang pelaku berinisial F alias Fian (20-an), warga setempat, dalam keadaan sudah dipengaruhi minuman keras (miras), sambil membawa samurai di punggungnya. Pelaku lalu menawarkan diri untuk mengantar korban pulang.

Dalam perjalanan pulang, keduanya lalu terlibat pembicaraan serius. Namun tak disangka, tanpa alasan jelas, pelaku tiba-tiba mencabut samurai dan menyerang korban. Korban pun saat itu hanya bisa menangkis dengan tangan sambil berusaha melarikan diri.

Namun pelaku yang sudah dalam keadaan kalap, terus mengejar korban yang jatuh bangun menyelamatkan diri. Korban akhirnya berhasil diselamatkan warga yang mendengar teriakan minta tolongnya.

Pelaku yang melihat warga sudah berdatangan kemudian melarikan diri meninggalkan korban yang sudah berlumuran darah. Sedangkan korban yang mengalami luka sabetan di kedua lengan tangan dan punggung, kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat.

Sementara itu, Kapolresta Manado Kombes Pol Rio Permana saat dikonfirmasi melalui Kasubag Humas, Iptu Agus Marsidi, membenarkan adanya laporan itu. Ia mengatakan laporan itu tetap diproses, meski lokasi kejadian di wilayah Kabupaten Minahasa Utara.

"Memang Kecamatan Wori masuk Minahasa Utara, tapi karena Polsek Wori masuk wilayah hukum Polresta Manado, laporannya tetap kami proses," jelas Marsidi kepada beritakawanua.com, Jumat (18/9/2015) malam.

Lanjutnya, sambil menunggu korban pulih untuk dimintai keterangannya, pelaku secepatnya akan ditangkap. "Pelaku terancam Pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara," pungkas Marsidi.

(acha/bk-8)

Komentar ()
Berita Hukum
Hukum
08 Mar 2020 / dibaca 155 kali
TONDANO (BK) : Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) VIII, kembali melakukan pengangkatan eceng gondok di Danau Tondano, Kabupaten Minahasa,...
Hukum
05 Mar 2020 / dibaca 249 kali
MANADO (BK) : Ketua Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Manado Cholidul Azhar, mengambil sumpah dan melantik dua Ketua Pengadilan Agama dan seorang...
Hukum
04 Mar 2020 / dibaca 194 kali
MANADO (BK) : Narkotika jenis ganja nyaris saja beredar di wilayah Bolaang Mongondow Raya (BMR). Hal ini terungkap pada konferensi pers...
Hukum
26 Feb 2020 / dibaca 4325 kali
MANADO (BK) : Keluarga besar Pangkalan Utama AL (Lantamal) VIII Manado berduka. Komandan Lantamal VIII, Laksamana Pertama TNI, Gig Jonias...
Hukum
25 Feb 2020 / dibaca 981 kali
MANADO (BK) : Seleksi Sekolah Inspektur Polisi (SIP) angkatan 49 di Polda Sulut, menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Resimen Satya Dharma...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2020 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.