Hukum

Disamurai Preman Kampung, Nelayan Mandi Darah

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Friday, 18 September 2015 20:42   914 kali

MANADO (BK) : Rahmat Bahi (30), seorang nelayan yang sering mengais rezeki di perairan Desa Kulu Kecamatan Wori, Minahasa Utara, menjadi korban penganiayaan di desa tersebut. Warga Wangurer Timur Lingkungan I Kecamatan Madidir Bitung ini berhasil diselamatkan meski mengalami luka sabetan samurai di tangan dan punggung.

Kasus ini kini ditempuh melalui jalur hukum, setelah kakak ipar korban, Yosafat Makaminang (49) warga Kelurahan Singkil Dua Lingkungan IV Kecamatan Singkil, melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Manado, Jumat (18/9/2015) siang tadi sekitar pukul 11.00 WITA.

Dalam laporan tersebut, Yosafat menyebutkan, shubuh sekitar pukul 03.00 WITA tadi, korban bangun dan pergi ke pantai di tempat perahunya ditambatkan. Namun karena air laut masih surut, korban mengurungkan niat untuk menarik perahu untuk melaut, dan memilih kembali ke rumah yang ditinggalinya.

Namun, ketika hendak berbalik arah, datang pelaku berinisial F alias Fian (20-an), warga setempat, dalam keadaan sudah dipengaruhi minuman keras (miras), sambil membawa samurai di punggungnya. Pelaku lalu menawarkan diri untuk mengantar korban pulang.

Dalam perjalanan pulang, keduanya lalu terlibat pembicaraan serius. Namun tak disangka, tanpa alasan jelas, pelaku tiba-tiba mencabut samurai dan menyerang korban. Korban pun saat itu hanya bisa menangkis dengan tangan sambil berusaha melarikan diri.

Namun pelaku yang sudah dalam keadaan kalap, terus mengejar korban yang jatuh bangun menyelamatkan diri. Korban akhirnya berhasil diselamatkan warga yang mendengar teriakan minta tolongnya.

Pelaku yang melihat warga sudah berdatangan kemudian melarikan diri meninggalkan korban yang sudah berlumuran darah. Sedangkan korban yang mengalami luka sabetan di kedua lengan tangan dan punggung, kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat.

Sementara itu, Kapolresta Manado Kombes Pol Rio Permana saat dikonfirmasi melalui Kasubag Humas, Iptu Agus Marsidi, membenarkan adanya laporan itu. Ia mengatakan laporan itu tetap diproses, meski lokasi kejadian di wilayah Kabupaten Minahasa Utara.

"Memang Kecamatan Wori masuk Minahasa Utara, tapi karena Polsek Wori masuk wilayah hukum Polresta Manado, laporannya tetap kami proses," jelas Marsidi kepada beritakawanua.com, Jumat (18/9/2015) malam.

Lanjutnya, sambil menunggu korban pulih untuk dimintai keterangannya, pelaku secepatnya akan ditangkap. "Pelaku terancam Pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara," pungkas Marsidi.

(acha/bk-8)

Komentar ()
Berita Hukum
Hukum
20 Oct 2019 / dibaca 248 kali
MANADO (BK) : Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) VIII Manado menyiagakan 3 peleton pasukan pengamanan dalam rangka pelantikan Presiden dan...
Hukum
18 Oct 2019 / dibaca 192 kali
TAHUNA (BK) : Hal menarik ditemukan Tim Direktorat A Pertahanan Keamanan Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung RI saat...
Hukum
18 Oct 2019 / dibaca 99 kali
MANADO (BK) : Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) VIII Manado melaksanakan apel gelar pasukan untuk kesiapan pengamanan pelantikan...
Hukum
17 Oct 2019 / dibaca 298 kali
MANADO (BK) : Tim Buser Polresta Manado menangkap pria berinisial FT alias Fenly, warga Kelurahan Tabang, Lingkungan I, Kecamatan Kotamobagu...
Hukum
16 Oct 2019 / dibaca 6413 kali
MANADO (BK) : Pemuda serta Lintas Organisasi Masyarakat (Ormas) dan Adat di Manado, Sulawesi Utara (Sulut) mendeklarasikan menolak...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.