Hukum

Gedung Baru DPRD Manado Diduga Berbau Korupsi?

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Friday, 31 August 2018 09:06   786 kali
Tampak depan bangunan baru Kantor DPRD Manado. (foto : acha)
MANADO (BK) : Aroma bau korupsi tercium dari bangunan gedung baru kantor DPRD Manado. Meski pekerjaannya sudah 100 persen dan difungsikan awal tahun ini, terdapat banyak kejanggalan pada spesifikasi bangunan.
 
 
Hal ini diungkap oleh Pengamat Politik dan Pemerintahan, Terry Umboh. Terry menyebut, memang terdapat banyak kejanggalan pada bangunan berbanderol Rp 2,7 milliar itu.
 
 
"Masa dengan anggaran sefantastis itu, bangunannya terlihat seperti rumah pombo (merpati)?" tukasnya saat bersua dengan beritakawanua.com di kantor perwakilan rakyat itu, Kamis (30/8/2018).
 
 
Dia kemudian membeberkan sejumlah kejanggalan. Proyek yang dijadwalkan selesai akhir tahun 2017, ternyata molor. Pekerjaan saat itu hanya berkisar 70 persen.
 
 
"Akibatnya, kontraktor terkena pinalti," tandasnya.
 
 
 
Kondisi WC untuk disabilitas di gedung baru DPRD Manado. (foto : acha)
 
 
 
Lanjut Terry, untuk tembok 4 ruangan komisi ternyata hanya menggunakan gypsum. Begitu pula dengan ruangan lainnya seperti ruangan staf.
 
 
"Penggunaan gypsum sepertinya untuk meminimalisir penggunaan anggaran, apalagi ketika pekerjaan mereka terkena penalti akibat keterlambatan," duga Terry.
 
 
Beberapa barang di dalam sejumlah ruangan kamar kecil seperti Water Closed (WC), juga diduganya tidak sesuai spesifikasi. Bahkan beberapa pintu sudah rusak dengan rembesan air dari dinding.
 
 
"Kalau tidak dibenahi, ini tentu akan berbau korupsi dan berujung pidana," tandas Terry.
 
 
 
Dua WC untuk pengunjung dalam keadaan terkunci, diduga dalam keadaan rusak. (foto : acha)
 
 
Anggota DPRD Manado, Syarifudin Saafa juga mengatakan harus ada yang bertanggungjawab. Dia menyebut ada kemungkinan kualitas pekerjaan tidak sesuai.
 
 
“Masa baru beberapa bulan so rusak? Ini kalau begini berarti asal-asal kerjanya, padahal anggarannya sekitar dua milliar” tukasnya.
 
 
Syaafa pun meminta Sekretariat Dewan untuk segera memperbaikinya dengan memanggil kembali kontraktor pelaksana pekerjaan. Apalagi katanya, ada biaya pemeliharaan dalam pada pekerjaan proyek yang telah selesai.
 
 
“Kasihan masyarakat, kasihan pegawai sekretariat, kasihan juga anggota dewan. Kalau kebelet mau kemana kalau semua fasilitas WC dalam keadaan rusak,” tandas Syaafa.
 
 
Sementara itu, Sekretaris DPRD (Sekwan) Manado, Michael Tandirerung terkesan berkelit ketika dikonfirmasi. Meski berada dalam ruangannya, beberapa stafnya mengatakan sekwan sedang mengikuti rapat di kantor Walikota Manado.
 
 
“Bapak (Sekwan) sedang ke kantor Walikota mengikuti rapat,” tukas salah seorang staf.
 
 
(acha/bk-8)
Komentar ()
Berita Hukum
Hukum
24 Jan 2019 / dibaca 149 kali
JAKARTA (BK): Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di ambang menghirup udara kebebasan, Kamis (24/1/2019). Setelah hampir dua tahun...
Hukum
22 Jan 2019 / dibaca 123 kali
MANADO (BK) : Rian Poli (25), warga Kelurahan Pineleng Satu, Kecamatan  Pineleng, Kabupaten Minahasa, mengaku terintimidasi. Selama 1...
Hukum
22 Jan 2019 / dibaca 2423 kali
MANADO (BK) : Aldi Toladja (23), lagi bernasib sial. Pengendara ojek online ini menjadi korban pencurian di depan Cafe Bluetooth, Kelurahan...
Hukum
20 Jan 2019 / dibaca 552 kali
JAKARTA (BK): Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM menyatakan hingga saat ini belum menerima surat keputusan apapun...
Hukum
18 Jan 2019 / dibaca 151 kali
JAKARTA (BK): Presiden Jokowi berhasil mengambil langkah penting dalam memberantas korupsi. Yakni, membangun system pendukung seperti e...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.