Hukum

Gelapkan Objek Jaminan Fidusia, 3 Debitur Dipolisikan

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Saturday, 11 August 2018 12:10   2186 kali
Yanto Mokodongan. (foto : ist)

MANADO (BK): Tiga orang nasabah CIMB Niaga Auto Finance Manado, terancam dipenjara. Mereka diduga menggelapkan objek jaminan fidusia berupa kendaraan roda empat.

 

Kasus ini telah dilaporkan oleh Yanto Mokodongan (39), Staff Recovery CIMB Niaga Auto Finance Manado ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Manado, Kamis (9/8/2018) pukul 18.00 WITA.

 

Dalam laporan disebutkan, tiga debitur perusahaannya mempunyai ikatan kontrak untuk kredit kendaraan. Namun berjalannya waktu, kredit kemudian macet dan kendaraan tidak diketahui keberadaannya.

 

Pada laporan pertamanya disebutkan, terlapor VLB alias Veronika, warga Dusun I Desa Langagon, Kecamatan Bolaang, Kabupaten Bolmong, mengkredit mobil Toyota Avanza All New DB 4570 AU, selama 36 kali dengan besaran kredit Rp. 5.578.000, pada 25 Mei 2012. Namun sejak 25 Maret 2013, kredit kendaraan itu macet.

 

Kemudian terlapor JR alias Jemmy, warga Desa Basaan Jaga III Kecamatan Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara, mengkredit mobil Toyota Avanza All New, DB 1327 JA selama 36 kali sebesar Rp 5.415.000 pada 17 Oktober 2013. Namun sejak 17 Juni 2014, terlapor juga tidak lagi melakukan pembayaran.

 

Begitu juga dengan terlapor ERS alias Effendi. Warga Kelurahan Batukota Lingkungan IV, Kecamatan Malalayang Kota Manado ini mengikat kontrak untuk kredit mobil Daihatsu Xenia Great New, DB 1184 BI pada 29 Januari 2016.

 

Kontrak selama 60 kali sebesar Rp 4.909.000 itu tidak ditepati karena sejak 26 Mei 2016, terlapor tidak lagi melakukan pembayaran.

 

Belakangan baru diketahui, ternyata kendaraan-kendaraan itu sudah dijual oleh para terlapor dan tanpa sepengetahuan perusahaan. Akibat kejadian itu, CIMB Niaga Auto Finance Manado mengalami total kerugian sebesar Rp 1.320.154.300 (satu milliar tiga ratus dua puluh juta seratus lima puluh empat ribu tiga ratus rupiah).

 

Kepada beritakawanua.com, Yanto Mokodongan mengatakan tindakan yang dilakukan tiga debitur perusahaannya sangat bertentangan dengan Pasal 36 UU RI Nomor 42 Tahun 1999, tentang Jaminan Fidusia.

 

Menurutnya, pada tersebut dijelaskan, pemberi fidusia atau debitur yang mengalihkan, menggadaikan atau menyewakan objek jaminan fidusia tanpa persetujuan tertulis dari penerima fidusia, dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun dan denda paling banyak Rp 50 juta.

 

"Hal inilah yang dilanggar keempat debitur perusahaan kami, padahal dalam perjanjian pembiayaan sudah dijelaskan mengenai larangan itu," terang Anto.

 

Kasus atau permasalahan seperti ini lanjutnya, banyak dihadapi oleh perusahaan pembiayaan. Dimana pemberi fidusia yang dengan sengaja memindahtangankan objek jaminan fidusia tanpa sepengetahuan dan seijin tertulis dari kreditur atau pemberi fidusia.

 

"Jadi untuk memindahtangankan objek jaminan fidusia kepada orang lain harus memberitahukan kepada penerima fidusia,dan tentunya harus sesuai dengan SOP yang berlaku di perusahaan kami," tandas Anto.

 

Kapolda Sulut, Irjen Pol Bambang Waskito sempat menyebut penyidiknya harus bekerja profesional dalam penanganan kasus fidusia. Hal itu dikatakannya pada penutupan Coaching Clinic Pelatihan Peningkatan Kemampuan Penyidikan Tindak Pidana Bidang Jaminan Fidusia di Hotel Sintesa Peninsula, beberapa waktu lalu.

 

"Saya tidak mau melihat lagi. Saya tidak mau menerima laporan lagi tentang penanganan kasus fidusia tidak terungkap," tegas Kapolda.

 

(acha/bk-8)

Komentar ()
Berita Hukum
Hukum
29 Jun 2018 / dibaca 459 kali
MANADO (BK) : Letnan Kolonel Laut (P) Donny Aribowo resmi menjabat Komandan Pangkalan TNI AL (Lanal) Tahuna, menggantikan Kolonel Laut (P)...
Hukum
28 Jun 2018 / dibaca 1211 kali
MANADO (BK) : Rebutan penumpang ternyata menjadi penyebab terjadinya penganiayaan yang berujung nyawa Ridel Paruntu (17), warga Kelurahan Paal...
Hukum
28 Jun 2018 / dibaca 615 kali
MANADO (BK) :  Aparat kepolisian berhasil mengungkap pembunuhan sopir angkot di ruas Jalan Manguni Raya Perkamil Kecamatan Paal Dua....
Hukum
27 Jun 2018 / dibaca 689 kali
MANADO (BK) : Seorang sopir Angkutan Kota (Angkot) ditemukan tewas bersimbah darah dalam angkot yang dikendarainya di Jalan Manguni Raya,...
Hukum
27 Jun 2018 / dibaca 420 kali
AMURANG (BK): Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) resmi menahan Kasat Pol-PP  dan Damkar Minsel NR alias...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2018 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.