Hukum

Ini Pengakuan Pelaku Pengancam Pendeta Pakai Gunting

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Thursday, 01 March 2018 21:14   1044 kali
Pelaku pengancaman dengan menggunakan gunting. (foto : acha)
MANADO (BK) : LAK alias Alex (20), warga Desa Watutumou Induk Kecamatan Kalawat, Minahasa Utara, kini ditahan dalam tahanan Polresta Manado. Dia ditangkap karena melakukan pengancaman dengan menggunakan gunting.
 
 
Karyawan salah satu konter handphone di Manado Town Square (Mantos) mengaku melakukan pengancaman itu karena telah dipengaruhi minuman keras (miras).
 
 
"Kita so mabo kwa itu (saya mabuk saat itu)," aku Alex saat bersua dengan beritakawanua.com, Kamis (1/3/2018) dinihari.
 
 
Dia menuturkan, malam itu seorang teman memanggilnya untuk menyanyi di Road Show Karaoke. Di dalam mereka menenggak sebotol miras jenis Cap Tikus yang dicampur Bir.
 
 
"Abis manyanyi, jam 10 malam kita ba absen pulang. Waktu mo ambe motor kong bakudapa deng korban (selesai menyanyi jam 10 malam saya absen pulang. Saat ambil motor bertemu dengan korban)," katanya.
 
 
 
 
Waktu itu, keduanya berjalan sama-sama. Korban di atas trotoar, sedangkan dirinya di bawah atau di aspal berjalan untuk mengambil motor yang diparkir di halaman kantin seberang jalan Mantos.
 
 
Korban sempat bilang 'Bos, ngana pe (kamu punya) kunci jatung (jatuh) di tengah jalan'. Dia pun pergi mengambil kunci motor yang ditunjuk korban.
 
 
"Cuma lantaran so mabo kita cabu gunting di popoji calana kong bilang biasa jo kwa (cuma karena sudah mabuk saya cabut gunting di saku celana dan bilang biasa saja)," terang Alex sambil menyebut langsung mengejar korban.
 
 
Karena merasa terancam, korban langsung lari menyelamatkan diri dengan masuk ke dalam lorong. Dia pun lalu menunggu karena sempat mendengar korban akan balik lagi.
 
 
"Tunggu kita bale neh (tunggu saya balik lagi)," ujar Alex meniru perkataan korban.
 
 
Tapi saat menunggu dekat motornya yang diparkir, datang mobil dan ternyata yang turun adalah polisi yang langsung menangkapnya.
 
 
"Kita nda tau kalu bapak yang turun itu Kapolres, dia langsung loku kong kase maso dalam oto (Saya tidak tahu kalau bapak yang turun itu Kapolresta Manado, beliau langsung tangkap lalu masukkan dalam mobil)," tandasnya.
 
 
"Skarang baru dapa rasa manyasal kiapa kita beking itu, apalagi tu korban pendeta (Sekarang baru rasa menyesal kenapa saya lakukan itu, apalagi korbannya pendeta)," lirihnya lagi.
 
 
(acha/bk-8)
Komentar ()
Berita Hukum
Hukum
15 Feb 2019 / dibaca 232 kali
MANADO (BK) : Kapolresta Manado, Kombes Pol Benny Bawensel membenarkan adanya kasus penganiayaan yang dilakukan oknum Kepala Dinas di...
Hukum
15 Feb 2019 / dibaca 4154 kali
MANADO (BK) : Bermaksud menagih hutang, Alfonsus Sutedja (37), warga Kelurahan Pakowa Lingkungan VI, Kecamatan Wanea, malah menjadi korban...
Hukum
15 Feb 2019 / dibaca 118 kali
MANADO (BK) : Aksi membobol warung tetangganya, berujung jeruji besi bui bagi JM alias John (18). Warga Kelurahan Ranotana Weru, Lingkungan...
Hukum
13 Feb 2019 / dibaca 139 kali
MANADO (BK) : Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulut, M Roskanedi mengatakan bahwa Kejaksaan RI dapat memberikan pendampingan hukum di Bidang...
Hukum
13 Feb 2019 / dibaca 1066 kali
MANADO (BK) : Hari Wijayanto (22), menjadi korban penikaman di depan Freshmart Bahu Manado, Selasa (13/2/2019) tengah malam. Pria asal Desa...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.