Hukum

Inilah Kronologi OTT ‘Anak Sayang Ibu’

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Saturday, 07 October 2017 23:19   90 kali
Wakil Ketua KPK Laode M Syarif

JAKARTA (BK): KPK telah menetapkan anggota DPR Komisi XI Aditya Anugrah Moha dan Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Sulawesi Utara Sudiwardono sebagai tersangka kasus suap. Mereka diduga terlibat dalam kasus suap terkait penanganan putusan banding ibu dari Aditya, Marlina Moha Siahaan.


"KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan serta menetapkan dua tersangka. Diduga sebagai penerima SDW (Sudiwardono) selaku Ketua Pengadilan Tinggi Sulawesi Utara. Dan diduga sebagai pemberi AAM (Aditya Anugerah Moha) anggota DPR RI Komisi XI periode 2014-2019," kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Sabtu (7/10/2017).

 

Keduanya ditangkap bersama tiga orang lainnya di kawasan Pecenongan, Jakarta Pusat. Sudiwardono datang ke Jakarta dan menginap di sebuah hotel di kawasan Pencenongan yang diduga dipesan oleh Aditya.

 

Berikut kronologi OTT terhadap Aditya dan Sudiwardono:

Jumat, 6 Oktober 2017

Pukul 23.15 WIB

Setelah kembali dari acara makan malam dengan keluarga, SDW kembali ke hotel. Saat itu dilakukan penyeratahan uang dari AAM ke SDW.
 

Setelah penyerahan terjadi, KPK amankan AAM dan ajudannya di lobi hotel. Di kamar SDW ditemukan uang sebesar 30 ribu dolar Singapura dalam amplop putih serta 23 ribu dalam amplop cokelat.
 

Uang di amplop cokelat diduga dari pemberian sebelumnya. Selain itu, ditemukan uang 11 ribu dolar Singapura di mobil AAM.
 

Dan dari OTT ini ditemukan uang sebagai barang bukti total uang 64.000 SGD

Sabtu, 7 Oktober 2017

Pukul 19.50 WIB

KPK menggelar konferensi pers dan menetapkan Aditya dan Sudiwardono sebagai tersangka dalam kasus suap yang menggunakan kode 'pengajian' dalam proses komunikasinya.

 

Dalam kasus ini, sebagai pihak penerima, Sudiwardono disangkakan pasal 12 huruf c atau pasal 12 huruf a atau huruf b, atau pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.


Sedangkan Aditya, selaku pihak pemberi disangkakan pasal 6 ayat (1) huruf a atau pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
 

(dtc/bk-1)

 

Komentar ()
Berita Hukum
Hukum
03 Oct 2017 / dibaca 81 kali
MANADO (BK) : Gara-gara hubungan cinta kandas, AH alias Alex (27), warga Lorong Pondol, Kelurahan Wenang Selatan Kecamatan Wenang, berbuat...
Hukum
03 Oct 2017 / dibaca 58 kali
MANADO (BK) : IP (14), warga Kecamatan Tuminting Kota Manado, kepergok sedang mengobok-obok kemaluan bocah tetangganya sendiri sebut saja...
Hukum
02 Oct 2017 / dibaca 108 kali
JAKARTA (BK): Akhirnya pria berinisial T yang diduga pemasok sabu kepada Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Sulawesi Utara fraksi Partai...
Hukum
01 Oct 2017 / dibaca 3337 kali
MANADO (BK) : Asap tebal terlihat di Lantai Dua Manado Town Square (Mantos), Minggu (1/10/2017) sore sekitar pukul 17.30 WITA. Akibatnya,...
Hukum
29 Sep 2017 / dibaca 57 kali
JAKARTA (BK) : Ratusan orang yang mengatasnamakan LSM Bangkit Indonesia, menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Agung (Kejagung),...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2017 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.