Hukum

Istri Posting Penusukan Wiranto, Suhendi Dicopot dari Jabatan Dandim

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Saturday, 12 October 2019 20:07   270 kali
Serahterima jabatan Dandim

KENDARI (BK): Dandim 1417 Kendari, Kolonel Kav Hendi Suhendi resmi dicopot dan digantikan oleh Kolonel Inf Alamsyah. Pencopotan Hendi dilakukan karena istrinya diduga membuat posting-an nyinyir terkait penusukan Menko Polhukam Wiranto.

 

"Sudah disidang dan ditahan 14 hari di Denpom Kendari," ujar Danrem 143/HO Kendari Kolonel Inf Yustinus Nono Yulianto saat dimintai konfirmasi, Sabtu (12/10/2019).

 

Yustinus menerangkan Kolonel HS melanggar Pasal 8a UU No 25 Tahun 2014 tentang Hukum Disiplin Militer. Pasal itu memuat soal jenis pelanggaran hukum disiplin militer, yakni "segala perbuatan yang bertentangan dengan perintah kedinasan, peraturan kedinasan, atau perbuatan yang tidak sesuai dengan Tata Tertib Militer".

 

Upacara pencopotan digelar di Aula Sudirman Makorem 143 Halu Oleo, Sabtu (12/10/2019). Setelah pencopotan Hendi, jabatan Dandim Kendari langsung diserahkan kepada Alamsyah dalam upacara serah-terima jabatan di lokasi yang sama.

 

Upacara serah-terima jabatan dipimpin Dandrem 143 HO Kolonel Inf Yustinus Nono Yulianto. Sebelumnya, Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Surawahadi juga sempat berada dalam aula.
 


Seusai upacara, Yustinus kemudian memberikan ucapan selamat kepada pejabat Kodim baru. Istri Hendi yang baru dicopot dari jabatannya tampak meneteskan air mata.

 

Sebelumnya, KSAD Jenderal Andika Perkasa mengumumkan penjatuhan sanksi kepada dua anggota TNI AD. Sanksi diberikan gara-gara cuitan istri kedua prajurit itu soal Wiranto.

 

"Sehubungan dengan beredarnya posting-an di social media menyangkut insiden yang dialami Menko Polhukam, maka Angkatan Darat telah mengambil keputusan. Pertama, kepada individu yang juga merupakan istri dari anggota TNI AD, yang pertama berinisial IPDN, dan yang kedua adalah LZ," kata Andika di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Jumat (11/10/2019).

 

IPDN merupakan istri eks Dandim Kendari Kolonel Hendi. Sedangkan LZ adalah istri Sersan Dua berinisial Z. Kedua orang itu diarahkan ke ranah peradilan umum.

 

Dia mengatakan pihaknya menindak suami mereka. Kolonel HS dan Sersan Dua Z disebut telah memenuhi pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2014 yaitu hukum disiplin militer.

 

(dtc/bk-1)

Komentar ()
Berita Hukum
Hukum
08 Mar 2020 / dibaca 156 kali
TONDANO (BK) : Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) VIII, kembali melakukan pengangkatan eceng gondok di Danau Tondano, Kabupaten Minahasa,...
Hukum
05 Mar 2020 / dibaca 249 kali
MANADO (BK) : Ketua Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Manado Cholidul Azhar, mengambil sumpah dan melantik dua Ketua Pengadilan Agama dan seorang...
Hukum
04 Mar 2020 / dibaca 198 kali
MANADO (BK) : Narkotika jenis ganja nyaris saja beredar di wilayah Bolaang Mongondow Raya (BMR). Hal ini terungkap pada konferensi pers...
Hukum
26 Feb 2020 / dibaca 4329 kali
MANADO (BK) : Keluarga besar Pangkalan Utama AL (Lantamal) VIII Manado berduka. Komandan Lantamal VIII, Laksamana Pertama TNI, Gig Jonias...
Hukum
25 Feb 2020 / dibaca 982 kali
MANADO (BK) : Seleksi Sekolah Inspektur Polisi (SIP) angkatan 49 di Polda Sulut, menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Resimen Satya Dharma...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2020 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.