Hukum

Kabaharkam Bangga dengan Polresta Manado, Ini Alasannya

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Tuesday, 08 May 2018 21:41   303 kali
Kabaharkam Komjen Pol Moechgiyarto saat memberikan arahan kepada para pejabat utama jajaran Polda Sulut di Sintesa Peninsula Hotel. (foto : ist)
MANADO (BK) : Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Moechgiyarto berada di Manado untuk meresmikan beberapa fasilitas yang ada di Polresta Manado, Selasa (8/5/2018).
 
 
Tercatat yang diresmikannya adalah Ruangan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), Lobby Bharadaksa, Aplikasi Polisi Manado dan Command Center. Apresiasi pun diberikannya karena perubahan itu terjadi pada 100 hari kepemimpinan Kombes Pol FX Surya Kumara.
 
 
"Saya menyambut baik apa yang dilakukan Kapolresta Manado yang sangat mendukung program Promoter Kapolri yaitu Profesional Modern Terpercaya,” ujar Moechgiyarto saat memberikan arahan kepada personil Polresta Manado dan jajaran.
 
 
Lanjutnya, program seperti Aplikasi Polisi Manado sangat baik karena berisikan konten yang berkaitan langsung dengan informasi dan pengaduan masyarakat. Dengan aplikasi ini, polisi (Polresta Manado) harus mampu melaksanakan tugas pokoknya secara profesional.
 
 
“Aplikasi ini menunjukkan kecepatan anggota Polri dalam merespon kebutuhan atau pengaduan masyarakat dengan melaksanakannya sesuai dengan teknis dan taktik yang tepat,” terang Moechgiyarto.
 
 
Menurutnya, untuk menjadikan aplikasi ini lebih baik, harus diberikan perangsang dan motivasi kepada personil untuk melaksanakan tugas dengan sungguh-sungguh. Untuk itu, harus diperhatikan tugas yang akan dilakukan anggota di lapangan, karena akan ada reward dan punishment yang diberlakukan.
 
 
"Harus diberlakukan reward dan punishment, karena takutnya nanti ketika masyarakat menggunakan tombol panic button tapi polisinya malah tidak datang,” tandas Kabaharkam.
 
 
“Malah masyarakat akan balik mencaci maki, organisasi Polri pun dianggap buruk di mata mereka,” tukasnya.
 
 
Untuk itu, lanjutnya, aplikasi ini juga harus diprotect untuk mengantisipasi adanya informasi dari masyarakat yang tidak benar. Caranya, warga yang mendaftar untuk menggunakan aplikasi ini harus mendaftar dengan menggunakan KTP dan Kartu Keluarga (KK).
 
 
“Saya mengimbau bagi siapa saja yang memberikan keterangan palsu, kabar bohong, berita bohong, ada ancaman pidananya. Jika ketahuan, bisa diproses hukum, itulah timbal baliknya kepada masyarakat,” pungkas Kabaharkam.
 
 

 

(acha/bk-8)
Komentar ()
Berita Hukum
Hukum
05 Sep 2018 / dibaca 366 kali
MANADO (BK) : Proyek rehabilitasi bangunan DPRD Manado dikerjakan PT Perdana Lestari Indah. Meski telah selesai 100 persen, bangunan yang...
Hukum
04 Sep 2018 / dibaca 255 kali
MANADO (BK) : Rehab gedung DPRD Kota Manado diduga tidak sesuai spesifikasi. Berbanderol Rp 2,7 milliar, bangunan yang dioperasikan awal bulan...
Hukum
03 Sep 2018 / dibaca 192 kali
MANADO (BK) : Kisah cinta indah yang dijalani Bunga (16), nama samaran, dengan pacarnya RI alias Risky (20-an), harus terhenti. Tidak hanya...
Hukum
03 Sep 2018 / dibaca 209 kali
MANADO (BK) : Kasus pencurian motor masih terus terjadi di Kota Manado. Sepeda motor Honda Beat warna putih bernomor polisi DB 5725 MB, raib...
Hukum
03 Sep 2018 / dibaca 246 kali
MANADO (BK) : Mobil milik Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Boltim, Candra Modeong (36) yang sedang parkir, menjadi sasaran maling. Sejumlah...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2018 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.