Hukum

Kabaharkam Bangga dengan Polresta Manado, Ini Alasannya

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Tuesday, 08 May 2018 21:41   354 kali
Kabaharkam Komjen Pol Moechgiyarto saat memberikan arahan kepada para pejabat utama jajaran Polda Sulut di Sintesa Peninsula Hotel. (foto : ist)
MANADO (BK) : Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Moechgiyarto berada di Manado untuk meresmikan beberapa fasilitas yang ada di Polresta Manado, Selasa (8/5/2018).
 
 
Tercatat yang diresmikannya adalah Ruangan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), Lobby Bharadaksa, Aplikasi Polisi Manado dan Command Center. Apresiasi pun diberikannya karena perubahan itu terjadi pada 100 hari kepemimpinan Kombes Pol FX Surya Kumara.
 
 
"Saya menyambut baik apa yang dilakukan Kapolresta Manado yang sangat mendukung program Promoter Kapolri yaitu Profesional Modern Terpercaya,” ujar Moechgiyarto saat memberikan arahan kepada personil Polresta Manado dan jajaran.
 
 
Lanjutnya, program seperti Aplikasi Polisi Manado sangat baik karena berisikan konten yang berkaitan langsung dengan informasi dan pengaduan masyarakat. Dengan aplikasi ini, polisi (Polresta Manado) harus mampu melaksanakan tugas pokoknya secara profesional.
 
 
“Aplikasi ini menunjukkan kecepatan anggota Polri dalam merespon kebutuhan atau pengaduan masyarakat dengan melaksanakannya sesuai dengan teknis dan taktik yang tepat,” terang Moechgiyarto.
 
 
Menurutnya, untuk menjadikan aplikasi ini lebih baik, harus diberikan perangsang dan motivasi kepada personil untuk melaksanakan tugas dengan sungguh-sungguh. Untuk itu, harus diperhatikan tugas yang akan dilakukan anggota di lapangan, karena akan ada reward dan punishment yang diberlakukan.
 
 
"Harus diberlakukan reward dan punishment, karena takutnya nanti ketika masyarakat menggunakan tombol panic button tapi polisinya malah tidak datang,” tandas Kabaharkam.
 
 
“Malah masyarakat akan balik mencaci maki, organisasi Polri pun dianggap buruk di mata mereka,” tukasnya.
 
 
Untuk itu, lanjutnya, aplikasi ini juga harus diprotect untuk mengantisipasi adanya informasi dari masyarakat yang tidak benar. Caranya, warga yang mendaftar untuk menggunakan aplikasi ini harus mendaftar dengan menggunakan KTP dan Kartu Keluarga (KK).
 
 
“Saya mengimbau bagi siapa saja yang memberikan keterangan palsu, kabar bohong, berita bohong, ada ancaman pidananya. Jika ketahuan, bisa diproses hukum, itulah timbal baliknya kepada masyarakat,” pungkas Kabaharkam.
 
 

 

(acha/bk-8)
Komentar ()
Berita Hukum
Hukum
20 Dec 2018 / dibaca 141 kali
MANADO (BK) : Andris Beslar (66), warga Kelurahan Kombos Timur, Lingkungan IV, Kecamatan Singkil, ditemukan tidak bernyawa di belakang sebuah...
Hukum
17 Dec 2018 / dibaca 347 kali
MANADO (BK) : Pesta demokrasi Pemilihan Presiden, Wakil Presiden serta Legislatif, merupakan perwujudan pelaksanaan Undang-undang Nomor 7...
Hukum
16 Dec 2018 / dibaca 300 kali
MANADO (BK) : Proyek pembangungan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Manado di Kelurahan Tingkulu, Kecamatan Wanea, memakan korban. Satu...
Hukum
13 Dec 2018 / dibaca 61 kali
MANADO (BK): Kepala Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Manado, Kombes Eliasar Sopacoly mengatakan, sinergitas mitra kerja aparat penegak...
Hukum
13 Dec 2018 / dibaca 104 kali
MANADO (BK): Pemusnahan barang bukti perkara di Kejaksaan Negeri Manado, turut dihadiri Bea Cukai Manado. Beberapa barang bukti yang...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.