Hukum

Kabaharkam Bangga dengan Polresta Manado, Ini Alasannya

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Tuesday, 08 May 2018 21:41   180 kali
Kabaharkam Komjen Pol Moechgiyarto saat memberikan arahan kepada para pejabat utama jajaran Polda Sulut di Sintesa Peninsula Hotel. (foto : ist)
MANADO (BK) : Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Moechgiyarto berada di Manado untuk meresmikan beberapa fasilitas yang ada di Polresta Manado, Selasa (8/5/2018).
 
 
Tercatat yang diresmikannya adalah Ruangan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), Lobby Bharadaksa, Aplikasi Polisi Manado dan Command Center. Apresiasi pun diberikannya karena perubahan itu terjadi pada 100 hari kepemimpinan Kombes Pol FX Surya Kumara.
 
 
"Saya menyambut baik apa yang dilakukan Kapolresta Manado yang sangat mendukung program Promoter Kapolri yaitu Profesional Modern Terpercaya,” ujar Moechgiyarto saat memberikan arahan kepada personil Polresta Manado dan jajaran.
 
 
Lanjutnya, program seperti Aplikasi Polisi Manado sangat baik karena berisikan konten yang berkaitan langsung dengan informasi dan pengaduan masyarakat. Dengan aplikasi ini, polisi (Polresta Manado) harus mampu melaksanakan tugas pokoknya secara profesional.
 
 
“Aplikasi ini menunjukkan kecepatan anggota Polri dalam merespon kebutuhan atau pengaduan masyarakat dengan melaksanakannya sesuai dengan teknis dan taktik yang tepat,” terang Moechgiyarto.
 
 
Menurutnya, untuk menjadikan aplikasi ini lebih baik, harus diberikan perangsang dan motivasi kepada personil untuk melaksanakan tugas dengan sungguh-sungguh. Untuk itu, harus diperhatikan tugas yang akan dilakukan anggota di lapangan, karena akan ada reward dan punishment yang diberlakukan.
 
 
"Harus diberlakukan reward dan punishment, karena takutnya nanti ketika masyarakat menggunakan tombol panic button tapi polisinya malah tidak datang,” tandas Kabaharkam.
 
 
“Malah masyarakat akan balik mencaci maki, organisasi Polri pun dianggap buruk di mata mereka,” tukasnya.
 
 
Untuk itu, lanjutnya, aplikasi ini juga harus diprotect untuk mengantisipasi adanya informasi dari masyarakat yang tidak benar. Caranya, warga yang mendaftar untuk menggunakan aplikasi ini harus mendaftar dengan menggunakan KTP dan Kartu Keluarga (KK).
 
 
“Saya mengimbau bagi siapa saja yang memberikan keterangan palsu, kabar bohong, berita bohong, ada ancaman pidananya. Jika ketahuan, bisa diproses hukum, itulah timbal baliknya kepada masyarakat,” pungkas Kabaharkam.
 
 

 

(acha/bk-8)
Komentar ()
Berita Hukum
Hukum
16 May 2018 / dibaca 1103 kali
MANADO (BK) : Warga Manado dihebohkan dengan sebuah tas koper di jalan Pierre Tendean (Boulevard), tepatnya dekat Patung Wolter Monginsidi,...
Hukum
14 May 2018 / dibaca 532 kali
MANADO (BK) : Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulut akhirnya menahan JT alias Junjungan, mantan Direktur Tanggap Darurat Badan Nasional...
Hukum
12 May 2018 / dibaca 291 kali
GORONTALO (BK) : Tujuan utama dalam berkeluarga adalah agar suami-istri mampu menghadapi tantangan dalam berumah tangga. Seperti itu yang...
Hukum
08 May 2018 / dibaca 181 kali
MANADO (BK) : Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Moechgiyarto berada di Manado untuk meresmikan beberapa...
Hukum
04 May 2018 / dibaca 139 kali
MANADO (BK) : 54 Dharma Pertiwi sebagai wadah organisasi istri prajurit TNI turut serta berkiprah dalam upaya membangun Bangsa dan Negara....
Profil Perusahaan | © 2011 - 2018 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.