Hukum

Kadis PUPR Tepis Penganiayaan Kontraktor, Dia Diseret Pol PP

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Saturday, 16 February 2019 09:27   401 kali
Ilustrasi.
MANADO (BK) : Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Manado, Royke Mamahit menampik penganiayaan kepada Alfonsus Sutedja, kontraktor yang melaporkannya ke Polresta Manado.
 
 
Pada Jumpa Pers di Swissbell Hotel Maleosan Manado, Jumat (15/2/2019) sore, Mamahit mengatakan tidak ada penganiayaan yang dilakukannya. Apalagi sampai harus melayangkan pukulan sebanyak 3 kali.
 
 
“Itu tidak benar. Yang terjadi saat itu adalah dia (Alfonsus) hanya diseret oleh dua orang anggota Satpol PP karena sudah membuat keributan,” kilahnya.
 
 
Dia kemudian membeberkan alasan dinas tidak membayar tagihan pekerjaan proyek yang dilaksanakan oleh Alfonsus. Salah satunya adalah pekerjaan Rehabilitasi Talud di belakang gudang buku, Jalan Sea, Kelurahan Malalayang Satu Kecamatan Malalayang, Oktober 2018 tahun lalu.
 
 
Dikatakannya, pekerjaan talud tersebut sempat ambruk. Proyek itu kemudian dianggap tidak beres dan tidak sesuai kontrak karena bagian atas pondasi lebih besar dari dasar pondasi. “Karena itu dia harus kembali melakukan perbaikan,” tandas Mamahit.
 
 
Alasan lain yang diungkapkan Mamahit adalah pencairan proyek mengalami kendala karena berkas milik Alfonsus yang tidak lengkap. Dia pun tidak mau menandatangani berkas itu.
 
 
“Jika dicairkan, imbasnya ke saya. Karena itu, proyek tersebut dihitung sebagai hutang dan nanti akan dibayarkan pada akhir 2019 sambil dilengkapi berkasnya,” tuturnya.
 
 
Keputusan itu, ternyata tidak diterima oleh Alfonsus dan membuatnya sering menghubungi agar tagihannya dibayar. “Kamis kemarin diadatang lagi dan buat keributan sambil memaki-maki saya, karena itu saya suruh 2 anggota Satpol PP yang berjaga untuk membawanya keluar dari gedung,” tandas Mamahit.
 
 
Lanjut Mamahit, Alfonsus kemudian berontak tidak mau keluar ruangan. Karena tubuhnya yang besar, akhirnya Alfonsus berhasil dikeluarkan dengan cara diseret.
 
 
“Jadi tidak ada penganiayaan kepadanya. Saksinya banyak yang melihat,” pungkas Mamahit.
 
 
(acha/bk-8)
Komentar ()
Berita Hukum
Hukum
08 Mar 2020 / dibaca 156 kali
TONDANO (BK) : Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) VIII, kembali melakukan pengangkatan eceng gondok di Danau Tondano, Kabupaten Minahasa,...
Hukum
05 Mar 2020 / dibaca 250 kali
MANADO (BK) : Ketua Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Manado Cholidul Azhar, mengambil sumpah dan melantik dua Ketua Pengadilan Agama dan seorang...
Hukum
04 Mar 2020 / dibaca 198 kali
MANADO (BK) : Narkotika jenis ganja nyaris saja beredar di wilayah Bolaang Mongondow Raya (BMR). Hal ini terungkap pada konferensi pers...
Hukum
26 Feb 2020 / dibaca 4331 kali
MANADO (BK) : Keluarga besar Pangkalan Utama AL (Lantamal) VIII Manado berduka. Komandan Lantamal VIII, Laksamana Pertama TNI, Gig Jonias...
Hukum
25 Feb 2020 / dibaca 984 kali
MANADO (BK) : Seleksi Sekolah Inspektur Polisi (SIP) angkatan 49 di Polda Sulut, menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Resimen Satya Dharma...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2020 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.