Hukum

Kapasitas Jaksa Ditingkatkan untuk Penanganan Babuk ‘Cyber Crime’

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Wednesday, 10 April 2019 19:42   134 kali
Kajati Sulut, M Roskanedi saat membuka In House Training Peningkatan kapasitas jaksa dalam penanganan barang bukti/alat bukti elektronik. (foto : Penk
MANADO (BK) : Perkembangan teknologi informasi saat ini, ternyata seperti "Pedang Bermata Dua" bagi para jaksa. Disatu sisi, dapat berdampak positif bagi kemudahan manusia, namun disisi lain dapat menimbulkan berbagai ancaman bagi pertahanan Negara.
 
 
Hal ini dikatakan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kajati Sulut) M Roskanedi ketika memberikan sambutannya pada Pelatihan Peningkatan Kapasitas Jaksa dalam Penanganan Barang Bukti / Alat Bukti Elektronik di Hotel Peninsula Manado, Rabu (10/4/2019).
 
 
“Terlebih lagi, ancaman terorisme global saat ini tengah mengancam kedaulatan Indonesia karena bergerak melalui medium dunia maya dengan menebar ancaman teror di tengah-tengah masyaràkat,” ujar Roskanedi.
 
 
Kemungkinan yang tidak kalah menarik di tahun 2019, lanjutnya adalah operandi Skimming ATM dengan teknik yang lebih canggih dan digunakan oleh penjahat Siber. Untuk itu, jaksa sebagai Penuntut Umum yang berwenang mengajukan alat bukti kejahatan ke persidangan, harus mengantisipasinya.
 
 
“Jaksa haruslah mengenali, memahami dan selalu meningkatkan kemampuan untuk melakukan penilaian terhadap barang bukti yang diajukan oleh penyidik menyangkut perolehan barang bukti elektronik,” papar Roskanedi.
 
 
Pemukulan Tetengkoren oleh Kajati Sulut, M Roskanedi. (foto : Penkum Kejati Sulut)
 
 
“Barang bukti itu yang nantinya akan dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum di persidangan sebagai alat bukti yang sah dan memperkuat pembuktian,” tambah mantan Kajati Kalteng ini.
 
 
Sebelumnya, Roskanedi yang didampingi Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sulut Shady MM Togas membuka secara resmi pelatihan berlabel ‘In House Training’ dengan pemukulan tetengkoren. Kegiatan yang akan berlangsung hingga Jumat, 12 April 2019.
 
 
Pelatihan ini merupakan program dari Jaksa Agung Muda Tindak Pidana  Umum (Jampidum) Kejaksaan Agung RI tahun 2019 sebagai bentuk pembekalan teknis kepada para jaksa untuk menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat, khususnya terkait penanganan secara teknis barang bukti atau alat bukti elektronik.
 
 
Foto bersama usai pembukaan pelatihan. (foto : Penkum Kejati Sulut)
 
 
Adapun yang menjadi peserta adalah para Asisten Kejati Sulut, pejabat struktural Eselon IV Kejati Sulut, Kajari Manado, Tomohon, Minahasa dan Minahasa Selatan, serta diikuti oleh 101 peserta yang berasal dari para Kasi Barang Bukti dan Barang Rampasan dan Kasi Pidum Kejati Sulut, Kejati Sulsel, Kejati Sulteng, Kejati Sultra, Kejati Gorontalo, Kejati Maluku, Kejati Maluku Utara dan Kejati Papua.
 
 
 
Sebagai narasumber adalah berasal dari Direktorat Siber Bareskrim Mabes Polri yang mengulas tentang Modus Cyber Crime dan cara pengungkapannya. Kemudian Dr Yudi Kristiana tentang Penanganan Perkara Tipidum terkait alat bukti/barang bukti elektronik.
 
 
Narasumber lainnya adalah Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan materi Aspek Hukum dalam penanganan alat bukti/barang bukti elektronik dan materi Teknis Forensic Digital dalam penanganan barang bukti/barang bukti elektronik.
 
 
Turut hadir dalam pembukaan pelatihan ini, pejabat struktural dari Kejaksaan Agung RI, yaitu, Koordinator pada Jampidum Albina Dita Prawitaningsih, Kasubdit Penuntutan Gatot Irianto dan Kasubdit Pra Penuntutan Nur Chusniah.
 
 
(editor : acha/bk-8)
Komentar ()
Berita Hukum
Hukum
23 Mar 2019 / dibaca 56 kali
JAKARTA (BK): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Direktur PT Krakatau Steel. Saat ini identitas...
Hukum
21 Mar 2019 / dibaca 232 kali
MANADO (BK): Kapolda Sulawesi Utara (Sulut), Irjen Pol R Sigid Tri Hardjanto didampingi Wakapolda, Brigjen Pol Karyoto serta para pejabat...
Hukum
20 Mar 2019 / dibaca 572 kali
MANADO (BK) : Seorang pria nekat melompat dari Jembatan Soekarno Manado, Rabu (20/3/2019) pagi. Pria itu akhirnya tewas meski sempat...
Hukum
16 Mar 2019 / dibaca 146 kali
JAKARTA (BK): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Ketua Umum (Ketum) Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhammad...
Hukum
16 Mar 2019 / dibaca 102 kali
JAKARTA (BK): KPK mengamankan Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Rommy dalam sebuah operasi tangkap tangan (OTT) di Jawa Timur. Ada duit...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.