Hukum

Kata 'Alfa Bravo Charlie Delta' di Resmob On The Road Polresta Manado, Ternyata Ini Kode dari Alfabet Militer, Simak Sejarahnya!

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Thursday, 15 September 2022 20:53   631 kali
MANADO (BK) : Resmob On The Road (ROTR) saat ini lagi trend di Manado. Program andalan Kasat Reskrim Kompol Sugeng Wahyudi Santoso ini digandrungi masyarakat, karena patroli yang disiarkan langsung.
 
Resmob On The Road (ROTR) Polresta Manado adalah program live atau siaran langsung melalui media sosial Facebook (FB) mengenai perjalanan Tim Resmob dan Opsnal Polresta Manado.
 
Program yang bertujuan menekan angka kriminalitas jalan (Street Crime) adalah, masyarakat bisa berinteraksi dengan anggota di lapangan untuk memberitahukan situasi kamtibmas di wilayah masing-masing, termasuk memberikan informasi langsung jika ada peristiwa tindak pidana.
 
"Intinya, ROTR ini adalah upaya pencegahan terjadinya tindak pidana. Misalnya, ada pesta miras yang dilaporkan warga, langsung ditindaklanjuti dengan mendatangi lokasi yang dimaksud untuk dibubarkan," ujar Kompol Sugeng.
 
"Secara otomatis, ketika pesta miras dibubarkan dan mereka disuruh pulang, semakin kecil peluang terjadi tindak pidana. Kita tau bersama, sebagian besar tindak pidana di Manado diawali dengan miras," kata Sugeng.
 
Resmob On The Road (ROTR) Polresta Manado kemudian dibagi dalam empat tim. Begitu juga dengan Tim Opsnal yang patrolinya melekat dengan Tim Resmob.
 
Empat tim ini adalah Resmob dan Opsnal Alfa, Bravo, Charlie dan Delta. Penggunaan alfabet ini kemudian membagi tugas masing-masing tim. Tapi tahukah anda penggunaan alfabet ini pertama kali digunakan dalam misi militer? Simak sejarahnya.
 
Alfabet menggunakan 27 kata kode untuk mewakili setiap huruf dari alfabet. Kebanyakan orang yang berafiliasi dengan militer dan bahkan yang tidak terafiliasi dapat menghargai fungsi Alfabet Fonetik Militer.
 
Alfabet fonetik ini bisa digunakan untuk menyampaikan ejaan yang benar dari nama seseorang melalui telepon hingga mengkomunikasikan kode ke slang kantor bersama.
Tapi, bagaimana Alfabet Fonetik Militer terbentuk dan apa fungsinya secara umum?
 
Alfabet militer lebih dikenal sebagai IRDS (Alfabet Ejaan Radiotelephony Internasional) dan dikembangkan oleh ICAO (Organisasi Penerbangan Sipil Internasional) untuk komunikasi radio.
 
Karena banyak huruf dalam bahasa Inggris terdengar serupa - pikirkan “M” dan “N” atau “B” dan “D” - Alfabet Fonetik Militer sangat penting untuk membantu anggota layanan menyampaikan status misi, lokasi, kode, dan informasi penting lainnya.
 
Dalam skala yang lebih besar, kejelasan dalam komunikasi selama operasi militer dapat menjadi perbedaan antara kehilangan seorang kawan atau membawa semua orang pulang.
 
Misalnya, untuk berhasil menyampaikan kepada komandonya bahwa fase pertama misi telah selesai, satu skuadron akan melaporkan kembali "Alpha" (kata pertama dalam alfabet), fase kedua adalah "Bravo" dan seterusnya.
 
Sejarah Alfabet Fonetik Militer
 
Meskipun alfabet fonetik pertama yang diakui diadopsi pada tahun 1927, Alfabet Fonetik Militer yang kita ketahui hari ini tidak membuahkan hasil sampai Perang Dunia II.
Pada tahun 1941, AS mengadopsi aliansi telepon radio Angkatan Bersenjata/Angkatan Laut untuk membakukan komunikasi di antara semua cabang militer AS.
 
Meski begitu, banyak negara menggunakan versi mereka sendiri dan Angkatan Udara Kerajaan mengadopsi alfabet yang sama dengan AS.
 
Sistem yang dibuat oleh AS kemudian disebut Able Baker setelah huruf "A" dan "B."Pada tahun 1943, angkatan bersenjata AS, Inggris, dan Australia memodifikasi alfabet Able Baker untuk memperlancar komunikasi antara negara-negara sekutu.
 
Setelah Perang Dunia II, alfabet Able Baker disebut digunakan, tetapi dimodifikasi, oleh negara lain karena suara yang ditemukan dalam alfabet itu unik untuk penutur bahasa Inggris.
Melihat perlunya mengadopsi alfabet universal yang dapat digunakan dalam bahasa Inggris, Prancis, Spanyol, dan bahasa lainnya, alfabet tersebut selanjutnya direvisi melalui pengujian di antara pembicara dari 31 negara.
 
Alfabet Fonetik Militer diselesaikan pada tahun 1957, dan secara resmi disebut Alfabet Ejaan Radiotelephony Internasional (IRSA).
 
Alfabet ini, dikembangkan oleh Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), digunakan oleh Amerika Serikat dan NATO. Hanya empat kata - Charlie, Mike, Victor, dan X-Ray - masih digunakan dari alfabet Able Baker.
 
Frasa Alfabet Militer Biasa
 
11 Bravo - Pasukan Infanteri
 
40 Mike Mike - Peluncur Granat M203
 
Charlie Mike - Lanjutkan Misi
 
Echo Tango Sierra - Masa Berakhirnya Layanan (seseorang yang berkisah tentang untuk menyelesaikan tugas tur mereka)
 
Oscar-Mike - Bergerak
 
Tango Mike - Terima Kasih Banyak
Whiskey Tango Foxtrot - WTF
 
 
Source: militarybenefits.info/intisari.com
Penulis: Asrar Yusuf
Editor: Asrar Yusuf
Komentar ()
Berita Hukum
Hukum
27 Oct 2022 / dibaca 409 kali
MANADO (BK) : Sebuah video beredar di media sosial yang memperlihatkan seorang pria menikam pria lainnya di jalan raya. Pria yang menjadi...
Hukum
27 Oct 2022 / dibaca 254 kali
MANADO (BK) : Kapolda Sulut Irjen Pol Setyo Budiyanto mengajak seluruh personel Polri yang ada di Polda Sulut dan jajaran agar terus berbenah...
Hukum
26 Oct 2022 / dibaca 250 kali
JAKARTA (BK) : Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melakukan inspeksi mendadak (sidak di Satpas SIM Polda Metro Jaya yang ada di...
Hukum
26 Oct 2022 / dibaca 215 kali
MANADO (BK) : Irjen Pol Mulyatno menyampaikan sangat senang dan terkesan selama melaksanakan tugas di Sulawesi Utara. Hal tersebut...
Hukum
13 Oct 2022 / dibaca 432 kali
MANADO (BK) : Penyidik Subdit Tipidkor Dit Reskrimsus Polda Sulawesi Utara (Sulut) menetapkan empat tersangka dugaan perkara tindak pidana...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2023 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.