Hukum

Kenalkan Hukum Sejak Usia Dini, JMS Kunjungi SMPN 1 Manado

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Thursday, 23 May 2019 15:35   216 kali
MANADO (BK) : Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara (Sulut) kembali melaksanakan penyuluhan hukum di SMP Negeri 1 Manado, Rabu (22/5/2019). Penyuluhan ini merupakan salah satu program unggulan Kejaksaan yaitu Jaksa Masuk Sekolah (JMS).
 
 
Tim terdiri dari Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) Yoni E Mallaka, Kepala Seksi E pada Asintel Kejati Sulut Khathryna I Pelealu, Reny Hamel, Heskiel Sumombo, dan Augustinus Nong. Penyuluhan diawali doa bersama dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipandu 2 siswa, Hana Runtu dan Tesalonika Tompodung.
 
 
Wakil Kepala SMP Negeri 1 Manado, Salmon Rosang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kejati Sulut yang memilih sekolahnya untuk melaksanakan penyuluhan hukum.
 
 
“Kami sangat bangga dan mendukung kegiatan ini. Harapan kami kegiatan seperti ini dapat diagendakan kembali minimal 1 tahun sekali di SMP Negeri 1 Manado,” tuturnya.
 
 
Sementara itu, Kasi Penkum Yoni E Mallaka dalam pemaparannya mengatakan Jaksa Masuk Sekolah adalah program untuk menciptakan anak-anak bangsa yang taat hukum sehingga kelak menjadi generasi penerus bangsa dan memiliki masa depan yang baik.
 
 
“Tujuannya adalah untuk mengenalkan hukum sejak dini kepada para siswa-siswi sehingga kelak mereka tidak akan terlibat dalam hal-hal yang melanggar hukum sehingga menjauhkan mereka dari hukuman,” ungkap Mallaka.
 
 
Pada program JMS ini, lanjutnya, SMP Negeri 1 Manado adalah sekolah kedua yang dikunjungi oleh Tim Penkum Kejati Sulut di Tahun 2019 ini.
 
 
Kepala Seksi E pada Asintel Kejati Sulut Khathryna I Pelealu saat memberikan materi tentang bahaya dan penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah. (foto : Penkum Kejati Sulut)
 
 
Khathryna I Pelealu memaparkan hukum dalam arti yang sederhana. Dimana hukum adalah aturan, yang apabila dilanggar akan ada sanksinya. Sekarang ini, kata Pelealu, banyak hal-hal yang melanggar hukum yang dilakukan oleh anak-anak remaja yang masih usia sekolah.
 
 
Dicontohkannya, yang paling banyak terjadi dewasa ini adalah penyalahgunaan narkoba, menghirup lem ehabon, tawuran, penganiayaan, membawa senjata tajam seperti pisau badik dan panah wayer, percabulan, mengendarai sepeda motor tanpa SIM dan tidak mengenakan helm.
 
 
“Bahkan ada juga yang menjadi korban traficking atau perdagangan orang, serta memposting konten-konten berupa kata-kata, video atau pun gambar yang tidak layak di media sosial,” terang Pelealu.
 
 
Dia kemudian meminta para siswa untuk tidak terlibat, karena hanya akan merusak masa depan. “Saya yakin di sini tidak ada siswa seperti itu, makanya belajarlah dengan baik, buatlah orang tua dan guru bangga dengan prestasi,” pinta Pelelalu.
 
 
Penyuluhan hukum ini dihadiri oleh sekitar 115 orang siswa-siswi. Mereka juga diberi kesempatan secara bergantian untuk melihat contoh-contoh narkotika dan obat-obat terlarang melalui alat peraga yang dibawa oleh Tim Penyuluhan Hukum.
 
 
(acha/bk-8)
Komentar ()
Berita Hukum
Hukum
27 Sep 2019 / dibaca 83 kali
KENDARI (BK): Hasil autopsi RS Kota Kendari menyatakan bahwa mahasiswa Universitas Halu Oleo Himawan Randi (19) tewas karena tembakan peluru...
Hukum
27 Sep 2019 / dibaca 68 kali
KENDARI (BK): Peserta unjuk rasa mahasiswa Muh Yusuf Kardawi (19) yang menjalani perawatan serius di RS Bahteramas Kendari, Sulawesi Tenggara,...
Hukum
23 Sep 2019 / dibaca 112 kali
Kajati Sulut, Andi Muh Iqbal Arief menandatangani perjanjian kerjasama pengawalan dan pengamanan TP4D. (foto: Penerangan Hukum Kejati...
Hukum
22 Sep 2019 / dibaca 201 kali
MANADO (BK) : Bea Cukai Manado menuai sorotan. Instansi kepabeanan itu diduga melakukan tebang pilih penanganan kasus pita cukai palsu...
Hukum
19 Sep 2019 / dibaca 622 kali
MANADO (BK) : Sulawesi Utara (Sulut) bakal ketambahan 6 Kepolisian Resor (Polres) tipe Polres. 4 diantaranya berada di wilayah Bolaang...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.