Hukum

Kompak, Forkopimda Sulut Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Samrat 2019

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Thursday, 30 May 2019 03:13   142 kali
MANADO (BK) : Jajaran Kepolisian di seluruh Indonesia kembali menggelar Operasi Ketupat Tahun 2019, Dalam rangka pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1440 H. Operasi ini akan dilaksanakan selama 13 hari, dimulai Rabu dini  hari tanggal 29 Mei 2019 sampai dengan hari Senin tanggal 10 Juni 2019.
 
 
Dimulainya Operasi ini ditandai dengan Apel Gelar Pasukan di masing-masing Markas Komando. Di Sulawesi Utara, Apel dipusatkan di halaman Mapolda Sulut, Selasa (28/5/2019) dihadiri oleh pasukan dari Polri, TNI, Dinas Perhubungan, Basarnas dan Pol PP.
 
 
Apel ini dipimpin bersama oleh Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol R. Sigid Tri Hardjanto didampingi Pangdam XIII Merdeka Mayjen TNI Tiopan Aritonang. Nampak hadir pula Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan seluruh Pejabat Forkopimda di Sulawesi Utara bersama stake holder terkait lainnya.
 
 
Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol R. Sigid Tri Hardjanto didampingi Pangdam XIII Merdeka Mayjen TNI Tiopan Aritonang memimpin apel gelar pasukan operasi Ketupat Tahun 2019 di Sulawesi Utara. (foto : Bid Humas Polda Sulut)
 
 
Membacakan amanat Kapolri, Kapolda Sulut menyebut jika operasi kali ini memiliki karakteristik yang khas dibandingkan dengan operasi di tahun-tahun sebelumnya. “Operasi Ketupat Tahun 2019 akan dilaksanakan bersamaan dengan penyelenggaraan tahapan  Pemilu Tahun 2019,” katanya.
 
 
Hal tersebut katanya membuat potensi kerawanan yang akan dihadapi dalam penyelenggaraan Operasi Ketupat Tahun 2019 semakin kompleks.
 
 
Ia juga mengatakan berbagai gangguan terhadap stabilitas kamtibmas bisa terjadi, seperti aksi  serangan  teror, baik kepada masyarakat maupun kepada personel dan markas Polri. Berbagai kejahatan yang meresahkan masyarakat, seperti pencurian, perampokan, penjambretan, begal, dan premanisme. Aksi intoleransi dan kekerasan, seperti aksi sweeping oleh ormas.
 
 
Gubernur Sulut Olly Dondokambey berfoto bersama jajaran Forkopimda, usai apel gelar pasukan Operasi Ketupat Tahun 2019 di Lapangan Polda Sulut.
 
 
Juga ada gangguan terhadap kelancaran dan keselamatan transportasi darat, laut, dan udara. Permasalahan terkait stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok dan bencana alam.
 
 
Operasi Ketupat Tahun 2019 akan diselenggarakan di seluruh 34 Polda dengan 11 Polda prioritas, yaitu Polda Metro Jaya, Polda Jawa Barat, Polda Jawa Tengah, Polda DIY, Polda Jawa Timur, Polda Banten, Polda Lampung, Polda Sumatra Selatan, Polda Sulawesi Selatan, Polda Bali, dan Polda Papua. 
 
 
Secara keseluruhan, Operasi akan melibatkan 160.335 personel gabungan di seluruh Indonesia, terdiri atas 93.589 personel Polri, 13.131 personel TNI, 18.906 personel Kementerian dan Dinas terkait, 11.720 personel Satpol PP, 6.913 personel Pramuka, serta 16.076 personel organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan.
 
 
Polri juga akan melakukan penggelaran 2.448 Pos Pengamanan, 764 Pos Pelayanan, 174 Pos Terpadu, dan 12 lokasi check point sepeda motor, pada pusat aktivitas masyarakat, lokasi rawan gangguan kamtibmas, serta  lokasi rawan  gangguan  keamanan,  keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.
 
 
Penyematan pita oleh Pangdam XIII Merdeka Mayjen TNI Tiopan Aritonang.
 
 
Objek pengamanan dalam Operasi Ketupat Tahun 2019, antara lain berupa 898 terminal, 379 stasiun kereta api, 592 pelabuhan, 212 bandara, 3.097 pusat perbelanjaan, 77.217 masjid, dan 3.530 objek wisata.
 
 
Sementara itu Kabid Humas Polda Sulut saat dikonfirmasi usai Apel mengatakan, Polda Sulut dan jajaran akan menerjunkan ribuan pasukan dalam pengamanan Idul Fitri nantinya.
 
 
Katanya ada kurang lebih 65 Pos yang disiapkan oleh Polda Sulut dan jajaran dalam pengamanan nantinya, yang meliputi Pos Pengamanan, Pos Pelayanan dan Pos Terpadu.  
 
 
“Pos-pos ini akan ditempati oleh personil-personil gabungan yang akan melayani para pemudik nantinya,” ujar Kabid Humas.
 
 
Ia juga mengimbau kepada warga agar mewaspadai kejahatan- kejahatan atau gangguan kamtibmas yang mungkin terjadi seperti aksi copet, pencurian dalam rumah kosong maupun kebakaran rumah akibat ditinggal pergi.
 
 
(acha/bk-8)
 
Komentar ()
Berita Hukum
Hukum
23 Jun 2019 / dibaca 148 kali
(Ilustrasi)         MANADO (BK) : Sempat mendapat perawatan di rumah sakit, Stenly Manis (18),...
Hukum
22 Jun 2019 / dibaca 345 kali
(Ilustrasi)      MANADO (BK) : 2 orang meninggal dunia dan satunya kritis setelah tertimpa pohon yang tumbang...
Hukum
21 Jun 2019 / dibaca 114 kali
MANADO (BK) : Penyumbang terbesar terjadinya over kapasitas di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan) adalah narapidana dan...
Hukum
21 Jun 2019 / dibaca 107 kali
MANADO (BK) : Bidang Dokkes Polda Sulut menggelar bhakti kesehatan di Desa Kalasey 2 Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa, Jumat...
Hukum
17 Jun 2019 / dibaca 323 kali
Anggota Inafis Polresta Manado membawa jasad lansia yang ditemukan meninggal dunia di dalam kamar rumahnya. (Fistel Mukuan/Tribun Manado)  ...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.