Hukum

Korupsi Pasar Pinasungkulan Tembus Pengadilan

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Wednesday, 22 November 2017 23:03   105 kali
Ilustrasi Korupsi. (ISTIMEWA)

MANADO (BK) : Dugaan korupsi revitalisasi pembangunan Pasar Karombasan tahun 2014 yang ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Manado, akhirnya dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Manado.


Pelimpahan kasus yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 500 juta itu, menguat ketika Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Manado, Melly Suranta Ginting, terlihat di Pengadilan Negeri Manado sambil membawa berkas tebal, Rabu (22/11/2017) siang.


Saat dikejar awak media dan dicecar pertanyaan, Ginting pun mengakui berkas yang dipegangnya adalah berkas tersangka JN alias Jenny yang akan diserahkan di bagian Panitera Muda (Panmud) Tipikor. “Iya, hari ini berkasnya resmi kita limpahkan,” katanya.


Dia mengatakan pihaknya tak akan berlama-lama menahan berkas tersebut agar proses hukum tetap bergulir hingga mempunyai kekuatan hukum tetap. Apalagi komitmen Korps baju cokelat ini kalau korupsi adalah musuh bersama.


“Jadi ngapain lama-lama, sudah lengkap ya dilimpahkan,” sebut mantan Kepala Cabang Kejaksaan Negeri (Kacabjari) Boroko ini.


Jenny ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejari Manado pada 12 September 2017. Jenny adalah Ketua Koperasi yang dipercayakan mengelola dana Bantuan Sosial (Bansos) dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), terkait program revitalisasi di Pasar Karombasan dengan pagu anggaran Rp 900 juta.


Tapi berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan, aliran dana hanya sebagian digunakan untuk program revitalisasi pasar, dan sebagian lagi malah mengalir ke tangan Jenny. Itulah penyebab program itu dinilai tidak tuntas sampai selesai.


“Untuk itu, dari hasil penyelidikan terindikasi ada kerugian negara sehingga kami tetapkan dia sebagai tersangka,” tandas Ginting.


Berdasarkan RAB (Rencana Anggaran Biaya), ada pembangunan hanggar sebanyak dua unit dan 20 kios. Nyatanya, saat tim penyidik turun ke lapangan, hangar yang dibangun hanya satu dan juga belum terselesaikan.


“Sedangkan untuk pembangunan kios hanya ada delapan kios saja,” rinci Ginting.


Jenny pun dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 ayat (1) Undang Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2001 tentang revisi atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. “Kami bertekad mengusut tuntas perkara ini. Mohon dukungan masyarakat,” tandas jaksa dengan segudang prestasi itu.


Sementara itu, Alfi Usup, Humas Pengadilan Negeri Manado saat dikonfirmasi membenarkan pelimpahan berkas tersebut. “Ya, sudah dilimpahkan. Berkasnya teregister dengan nomor : 28/Pid.sus-TPK/2017/PN.Mnd,” ungkapnya.


“Kita tinggal menyusun Majelis Hakim yang akan menyidangkan kasus itu,” tambah hakim yang akan beralih tugas sebagai Wakil Ketua PN Bitung ini.


(acha/bk-8)

Komentar ()
Berita Hukum
Hukum
27 Nov 2017 / dibaca 67 kali
MANADO (BK) : Ratusan karton minuman keras (miras) berhasil disita pada selang waktu pertengahan Oktober hingga awal November 2017. Miras...
Hukum
24 Nov 2017 / dibaca 95 kali
MANADO (BK) : CY alias Cindra, resmi mempersunting pacarnya, Gian menjadi istrinya. Akad nikah tahanan Polresta Manado ini berlangsung di...
Hukum
24 Nov 2017 / dibaca 82 kali
MANADO (BK) : CT alias Cindra, tahanan Polresta Manado, ternyata tidak mudah menikahi pacarnya, Gian. Kok bisa? Dari berbagai...
Hukum
24 Nov 2017 / dibaca 2200 kali
MANADO (BK): Meski berstatus tahanan Polresta Manado, hari ini adalah hari bahagia bagi CY alias Cindra (22). Pasalnya pria yang tersangkut...
Hukum
22 Nov 2017 / dibaca 106 kali
MANADO (BK) : Dugaan korupsi revitalisasi pembangunan Pasar Karombasan tahun 2014 yang ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Manado, akhirnya...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2017 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.