Hukum

Mantan Direktur Tanggap Darurat BNPB Ditahan Kejati Sulut

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Monday, 14 May 2018 20:34   923 kali
JT, mantan Direktur Tanggap Darurat BNPB (kemeja putih) saat akan digiring ke Rutan Malendeng. (foto : acha)
MANADO (BK) : Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulut akhirnya menahan JT alias Junjungan, mantan Direktur Tanggap Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). JT sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak korupsi Proyek Pemecah Ombak Pantai Desa Likupang Kabupaten Minahasa Utara (Minut) Tahun Anggaran 2016.
 
 
JT sempat menjalani pemeriksaan yang dimulai pukul 10.00 WITA, Senin (14/5/2018). Usai pemeriksaan yang berlangsung selama 7 jam lebih, sekitar pukul 18.25 WITA, JT langsung dibawa ke Rumah Tahanan (Rutan) Malendeng dengan menggunakan mobil operasional Kejati Sulut bernopol DB 303 untuk ditahan.
 
 
Penahanan berdasarkan Surat Perintah Kepala Kejati Sulut Nomor : PRINT-  02/R.1/Fd.1/05/2018 tanggal 14 Mei 2018. “Ditahan selama 20 hari sejak, terhitung hari ini atau tanggal yang ditetapkan sampai dengan 8 Juni 2018,” ujar Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Yoni E Malaka.
 
 
Menurut Malaka, dari hasil pemeriksaan, penyidik berkesimpulan tersangka berdasarkan alat bukti diduga telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 8,8 milliar.
 
 
Kasi Penkum kemudian mengatakan peran JT adalah sebagai pejabat teknis BNPB Pusat yang mempunyai kewenangan untuk menyetujui proposal bencana alam yang diajukan oleh Bupati Minut. Proposal itu kemudian disetujui sehingga dikucurkan dana sebesar Rp 15 milliar untuk proyek pemecah ombak atau tanggul di Desa Likupang.
 
 
“Namun kenyataannya tidak ada, dan hasil penyidikan kami bahwa keadaan itu dibuat persetujuan yang tidak benar,” terangnya.
 
 
Pemeriksaan terhadap tersangka sendiri, lanjut Malaka sudah dilakukan sebanyak 3 kali dengan menghadirkan saksi sebanyak 40 orang. Selain itu, juga dilakukan penyitaan-penyitaan alat bukti lain yang terkait dengan peran dari tersangka.
 
 
“Kami akan secepatnya menyelesaikan berkas ini dan melimpahkan ke Pengadilan, karena ini adalah perkara atau kasus penting yang menjadi atensi,” pungkas Malaka.
 
 
(acha/bk-8)
Komentar ()
Berita Hukum
Hukum
13 Oct 2018 / dibaca 259 kali
MANADO (BK) : Seorang pelaku penggelapan mobil, SR alias Stevi (47), berhasil ditangkap Tim Resmob Polsek Tikala. Tim yang dipimpin Kanit...
Hukum
10 Oct 2018 / dibaca 633 kali
  Kapolresta Manado, Kombes Pol FX. Surya Kumara. (foto : istimewa)         MANADO (BK)...
Hukum
10 Oct 2018 / dibaca 453 kali
MANADO (BK) : Sebut saja Bunga (14), warga Kecamatan Wanea Kota Manado, menghilang sejak Selasa, 2 Oktober 2018. Siswi SMP kelas VIII ini...
Hukum
10 Oct 2018 / dibaca 474 kali
MANADO (BK) : Kasus pemukulan oleh guru terhadap siswa terjadi di Manado. Aqsha (13), dipukul gurunya berinisial RH alias Rasida (40-an)....
Hukum
06 Oct 2018 / dibaca 234 kali
MANADO (BK) : 5 warga Pulau Manado Tua nyaris tewas di perairan Teluk Manado. Perahu yang ditumpangi terbalik. Beruntung mereka berhasil...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2018 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.