Hukum

Motor 'Bodong' Bawa Sekeluarga ke Penjara

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Saturday, 26 May 2018 03:14   809 kali
Sekeluarga pelaku curanmor yang diringkus Tim Resmob Manguni Polda Sulut. (foto : ist)

MANADO (BK): Ada beberapa motor yang dijual murah serta tidak memiliki kelengkapan surat di Desa Minanga Kecamatan Posumaen Kabupaten Minahasa Tenggara. Satu unit motor hanya dihargai Rp 3 juta hingga 3,5 juta.

 

Warga pun kemudian menaruh curiga kepada satu keluarga yang nyaris selalu menjual motor. Mereka lalu menginformasikannya kepada Tim Resmob Manguni Polda Sulut.

 

Salut. Informasi itu dengan cepat direspon. Tim yang dipimpin Ipda Recky Pongayouw langsung menuju desa tersebut untuk melakukan pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket). Setelah mengakuratkan bahan, penggebrekan dilakukan di rumah keluarga yang dicurigai, Kamis (24/5/2018) sekitar pukul 23.30 WITA.

 

Tiga orang yang terdiri dari bapak, ibu dan anak, langsung diamankan malam itu juga, karena motor-motor yang dijual, ada keterkaitan dengan sejumlah kasus pencurian. Mereka adalah SE alias Said (46), TN alias Tina (49) dan SE alias Sandi (22).

 

Pengembangan kemudian dilanjutkan untuk menemukan motor-motor yang telah dijual keluarga yang berasal dari Banjarmasin Kalimantan Selatan itu. Alhasil, 9 unit motor dan sebuah kompresor berhasil disita sebagai barang bukti.

 

Barang bukti yang diamankan itu adalah 4 unit sepeda motor Honda Beat, satu unit Honda Supra X125, satu unit Vario 125, satu unit Vario 110, satu unit Yamaha Vixion, satu unit Yamaha Mio, dan satu buah Kompresor.

 

Tapi, disaat pencarian barang bukti, ayah dan anak mencoba melawan dan berusaha untuk melarikan diri. Anggota Tim Manguni pun tak sungkan-sungkan menarik picu pistol untuk melumpuhkan aksi pelarian keduanya.

 

"Iya, ketiganya memang satu keluarga, ayah, ibu dan anak," ujar Kombes Pol Ibrahim Tompo, Kabid Humas Polda Sulut kepada wartawan, Jumat (25/5/2018).

 

Tapi, bagaimana cara mereka mencuri motor? Ternyata dengan menggunakan alat bantu kunci "T". Aksi mereka pun terbilang nekat, karena mereka mencuri motor di tempat umum, parkiran umum tempat perbelanjaan dan perumahan.

 

"Setelah tertangkap dan diinterogasi, satu pelaku ternyata residivis kasus yang sama dan bebas tahun 2016 lalu," terang Tompo.

 

"Mereka sudah dijebloskan ke dalam tahanan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," Tompo menutup konfirmasinya.

 

Ternyata ada mata rantai saling bertautan yang dijalankan ketiganya. Peran itu berjalan dari dicurinya motor yang jadi incaran hingga proses penjualan. "Yang pasti, kalau papa dan mama keluar, pasti masing-masing bawa pulang motor," sebut Sandi.

 

Untuk menghilangkan jejak dan identitas, motor-motor itu lalu dimodifikasi. Setelah berobah bentuk dan warna, motor dipasarkan melalui grup jual beli di media sosial facebook.

 

"Saya kebagian tukang modifikasi," tutur Sandi.

 

(acha/bk-8)

Komentar ()
Berita Hukum
Hukum
23 Mar 2019 / dibaca 53 kali
JAKARTA (BK): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Direktur PT Krakatau Steel. Saat ini identitas...
Hukum
21 Mar 2019 / dibaca 227 kali
MANADO (BK): Kapolda Sulawesi Utara (Sulut), Irjen Pol R Sigid Tri Hardjanto didampingi Wakapolda, Brigjen Pol Karyoto serta para pejabat...
Hukum
20 Mar 2019 / dibaca 568 kali
MANADO (BK) : Seorang pria nekat melompat dari Jembatan Soekarno Manado, Rabu (20/3/2019) pagi. Pria itu akhirnya tewas meski sempat...
Hukum
16 Mar 2019 / dibaca 142 kali
JAKARTA (BK): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Ketua Umum (Ketum) Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhammad...
Hukum
16 Mar 2019 / dibaca 100 kali
JAKARTA (BK): KPK mengamankan Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Rommy dalam sebuah operasi tangkap tangan (OTT) di Jawa Timur. Ada duit...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.