Hukum

Motor 'Bodong' Bawa Sekeluarga ke Penjara

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Saturday, 26 May 2018 03:14   837 kali
Sekeluarga pelaku curanmor yang diringkus Tim Resmob Manguni Polda Sulut. (foto : ist)

MANADO (BK): Ada beberapa motor yang dijual murah serta tidak memiliki kelengkapan surat di Desa Minanga Kecamatan Posumaen Kabupaten Minahasa Tenggara. Satu unit motor hanya dihargai Rp 3 juta hingga 3,5 juta.

 

Warga pun kemudian menaruh curiga kepada satu keluarga yang nyaris selalu menjual motor. Mereka lalu menginformasikannya kepada Tim Resmob Manguni Polda Sulut.

 

Salut. Informasi itu dengan cepat direspon. Tim yang dipimpin Ipda Recky Pongayouw langsung menuju desa tersebut untuk melakukan pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket). Setelah mengakuratkan bahan, penggebrekan dilakukan di rumah keluarga yang dicurigai, Kamis (24/5/2018) sekitar pukul 23.30 WITA.

 

Tiga orang yang terdiri dari bapak, ibu dan anak, langsung diamankan malam itu juga, karena motor-motor yang dijual, ada keterkaitan dengan sejumlah kasus pencurian. Mereka adalah SE alias Said (46), TN alias Tina (49) dan SE alias Sandi (22).

 

Pengembangan kemudian dilanjutkan untuk menemukan motor-motor yang telah dijual keluarga yang berasal dari Banjarmasin Kalimantan Selatan itu. Alhasil, 9 unit motor dan sebuah kompresor berhasil disita sebagai barang bukti.

 

Barang bukti yang diamankan itu adalah 4 unit sepeda motor Honda Beat, satu unit Honda Supra X125, satu unit Vario 125, satu unit Vario 110, satu unit Yamaha Vixion, satu unit Yamaha Mio, dan satu buah Kompresor.

 

Tapi, disaat pencarian barang bukti, ayah dan anak mencoba melawan dan berusaha untuk melarikan diri. Anggota Tim Manguni pun tak sungkan-sungkan menarik picu pistol untuk melumpuhkan aksi pelarian keduanya.

 

"Iya, ketiganya memang satu keluarga, ayah, ibu dan anak," ujar Kombes Pol Ibrahim Tompo, Kabid Humas Polda Sulut kepada wartawan, Jumat (25/5/2018).

 

Tapi, bagaimana cara mereka mencuri motor? Ternyata dengan menggunakan alat bantu kunci "T". Aksi mereka pun terbilang nekat, karena mereka mencuri motor di tempat umum, parkiran umum tempat perbelanjaan dan perumahan.

 

"Setelah tertangkap dan diinterogasi, satu pelaku ternyata residivis kasus yang sama dan bebas tahun 2016 lalu," terang Tompo.

 

"Mereka sudah dijebloskan ke dalam tahanan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," Tompo menutup konfirmasinya.

 

Ternyata ada mata rantai saling bertautan yang dijalankan ketiganya. Peran itu berjalan dari dicurinya motor yang jadi incaran hingga proses penjualan. "Yang pasti, kalau papa dan mama keluar, pasti masing-masing bawa pulang motor," sebut Sandi.

 

Untuk menghilangkan jejak dan identitas, motor-motor itu lalu dimodifikasi. Setelah berobah bentuk dan warna, motor dipasarkan melalui grup jual beli di media sosial facebook.

 

"Saya kebagian tukang modifikasi," tutur Sandi.

 

(acha/bk-8)

Komentar ()
Berita Hukum
Hukum
30 May 2019 / dibaca 159 kali
MANADO (BK) : Taman Kanak-kanak (TK) Adhyaksa VIII Manado berhasil menamatkan 36 muridnya di tahun ajaran 2018/2019. Acara penamatan...
Hukum
30 May 2019 / dibaca 2538 kali
JAKARTA (BK): KPU Minahasa Selatan (Minsel) mengakui adanya kesalahan dalam proses penghitungan suara di pemilihan umum (pemilu) 2019....
Hukum
30 May 2019 / dibaca 113 kali
MANADO (BK) : Jajaran Kepolisian di seluruh Indonesia kembali menggelar Operasi Ketupat Tahun 2019, Dalam rangka pengamanan Hari Raya Idul...
Hukum
30 May 2019 / dibaca 109 kali
KETUA Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Sulut, Soraya Djamin Roskanedi, memberikan takjil secara simbolis kepada pengurus...
Hukum
27 May 2019 / dibaca 155 kali
Tim Kejati Sulut yang membawa bantuan kemanusiaan dari Kejati dan Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Kejati Sulut di Desa Bangga Kecamatan Dolo...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.