Hukum

Nelayan di Manado Curi Peralatan Tangkap Ikan Gara-gara Kapal akan Dijual Pemilik

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Friday, 18 September 2020 22:03   529 kali
MANADO : Gara-gara mendengar kapal penangkap ikan (pajeko) tempatnya bekerja akan dijual pemiliknya, seorang nelayan di Manado nekat mencuri peralatan di kapal bernama lambung KM Hillary-1. Aksinya itu akhirnya membawanya masuk bui.
 
 
SK alias Stedy (34), warga Kelurahan Saroinsong Dua, Kecamatan Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara, ditangkap Unit I Tim Maleo Polda Sulut di Pelabuhan Kapal Ikan Calaca, Kompleks Pasar Bersehati Manado, Senin (14/9/2020) sekitar pukul 19.30 WITA.
 
 
Ia ditangkap berdasarkan laporan polisi di Polsek Wenang. Pemilik kapal menyebut mesin tempel kapal 15 PK merk Yamaha serta beberapa barang lainnya di dalam kapal telah hilang. Total kerugian yang tertera sebesar Rp40 juta.
 
 
“Berdasarkan laporan tersebut, kami lalu melakukan pengumpulan bahan dan bukti untuk melakukan penangkapan,” ujar Kepala Unit I Team Maleo Polda Sulut, Iptu Fadhly melalui rilis yang diterima beritakawanua.com, Jumat (18/9/2020).
 
 
Anggota lalu menangkapnya di atas salah satu kapal tongkang saat sedang pesta minuman keras bersama beberapa teman nelayannya. Dari hasil interogasi, terungkap banyaknya barang yang telah dicuri.
 
 
 
 
Barang bukti berupa jaring yang berhasil diamankan. (foto: ist)
 
 
Tercatat barang bukti yang berhasil diamankan berupa jarring penangkap ikan (soma), alkon, dua buah baterai (aki kapal 100 ampere/carger), dua buah tabung gas 12kg, gallon aqua, Kompresor merek SDP, Genset merek RYU dan sebuah perahu kecil (ayuda). Total kerugian yang dialami pemilik kapal pun diperkirakan sebesar Rp540 juta.
 
 
“Untuk barang bukti berupa mesin temple masih dalam pencarian,” terang Fadhly.
 
 
Tersangka dalam pengakuannya mengatakan telah bekerja selama setahun di kapal tersebut. Namun ketika mendengar kapal akan dijual ke Kalimantan, niat untuk mencuri peralatan di dalam kapal itu timbul.
 
 
“Barang saya ambil satu persatu dan kemudian menjual kepada rekan-rekan sesama nelayan,” akunya.
 
 
Aksi itu kemudian dilakukan terus menerus sampai barang di dalam kapal habis. Untuk mengelabui, setiap mencuri dengan selang waktu antara satu sampai dua minggu. “Untuk harga jual barang beragam, tergantung jenis barang,” ungkapnya.
 
 
(acha/bk-8)
 
Komentar ()
Berita Hukum
Hukum
12 Sep 2022 / dibaca 339 kali
MANADO (BK) : Rivan Harun (30), warga Paaldua, Kecamatan Paaldua, Manado nyaris tewas dianiaya. Dia dianiaya oleh TH (30), temannya sendiri...
Hukum
12 Sep 2022 / dibaca 305 kali
MANADO (BK) : Polresta Manado menangkap seorang pria yang dilaporkan mampu menggandakan uang. Modusnya, membayar mahar uang kemudian untuk...
Hukum
11 Sep 2022 / dibaca 619 kali
MANADO (BK) : Jajaran Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polresta Manado menangkap dua pria karena dugaan memiliki narkotika jenis ganja....
Hukum
07 Sep 2022 / dibaca 362 kali
MANADO (BK) : Polda Sulut membagikan 500 paket beras kepada sopir angkutan kota (angkot) yang terdampak kenaikan harga bahan bakar minyak...
Hukum
07 Sep 2022 / dibaca 288 kali
MANADO (BK) : Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polresta mengamankan dua orang, YVP (20) dan FH (34), terkait kepemilikan obat keras jenis...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2022 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.