Hukum

Nyaris Kabur ke Gorontalo, Buruh 'Penggarap' 2 Bocah SD Ditangkap Polisi

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Wednesday, 18 October 2017 21:38   218 kali
TERTANGKAP. Pelaku cabul dua siswi SD di Kecamatan Tuminting. (FOTO : Ist)
MANADO (BK) : Tim Paniki Polresta Manado menangkap pemuda berinisial NH alias Wan, pelaku pencabulan anak di Kelurahan Bailang Kecamatan Bunaken. Pria berusia 18 tahun ini ditangkap saat hendak kabur ke kampung halamannya di Gorontalo, Rabu (18/10/2017) siang tadi.
 
 
"Benar, pelaku kami tangkap saat hendak kabur ke Gorontalo dengan menggunakan mobil pick up,” ujar Aipda Karimudin, Kepala Tim Paniki Rimbas III Polresta Manado.
 
 
Penangkapan buruh di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tuminting ini, menurut Karimudin, karena menindaklanjuti laporan orang tua korban, sebut saja Memei (12). Bocah yang masih duduk di bangku SD ini diduga dicabuli berulangkali oleh pelaku sejak bulan Agustus lalu.
 
 
"Jadi dalam laporan itu, korban diajak pacaran. Karena sudah saling menyayangi, pelaku membawa korban ke rumah pamannya di Bailang dan kemudian mencabulinya," jelas Karimudin.
 
 
Korban pada pengakuannya kepada petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Manado mengatakan sudah berulangkali berhubungan intim dengan pelaku. "Terakhir hari Minggu di rumah pamannya, rumah dalam keadaan kosong," aku korban.
 
 
Katanya lagi, awalnya dia sempat menolak ajakan pelaku saat pertama kali melakukan. Namun karena termakan bujuk rayu dan takut hubungan pacaran diputuskan, dia terpaksa merelakan keperawanannya direnggut. "Kalau tidak dikasih, dia (pelaku) bilang putus saja. Saya takut dan terpaksa mengiyakan," tutur korban.
 
 
Sementara itu, terungkap dari hasil interogasi terhadap pelaku, ada bocah lain yang ikut menjadi korban. Mumun (12) nama samaran, sepupunya sendiri ikut dicabuli.
 
 
Tapi, meski korban mengaku telah disetubuhi, pelaku bersikeras hanya memegang payudara. "Saya pegang payudaranya saat dia (Mumun) menumpang tidur di rumah," kelit pelaku.
 
 
Akibat perbuatannya itu, pelaku bakal dijerat dengan Pasal Pencabulan Anak. Buruh bagasi itu langsung ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan serta diinterogasi di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Manado.
 
 
"Tersangka kami jerat Pasal 82 UU No 35 Tahun 2014 Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman lima tahun maksimal 15 tahun," ungkap Kasubag Humas AKP Roly Sahelangi, saat dikonfirmasi wartawan.
 
 
(acha/bk-8)
Komentar ()
Berita Hukum
Hukum
10 Nov 2017 / dibaca 88 kali
MANADO (BK) : Rizkiyanto Nino (18), lagi bernasib sial. Warga Kelurahan Sindulang Satu Lingkungan V Kecamatan Tuminting ini kecurian handphone...
Hukum
09 Nov 2017 / dibaca 63 kali
MANADO (BK): Termakan bujuk rayu, seorang siswi SMA di Kecamatan Tuminting, digauli pacarnya sendiri. Orang tua yang mengetahui anaknya telah...
Hukum
08 Nov 2017 / dibaca 262 kali
MANADO (BK) : Satuan Reserse Narkoba Polresta Manado mengembalikan 4.400 liter Captikus yang disita Patroli Rayon Satuan Sabhara saat akan...
Hukum
08 Nov 2017 / dibaca 986 kali
MANADO (BK): Sidang kasus pembunuhan Tateli di Pengadilan Negeri (PN) Manado, ricuh. Keluarga korban mengamuk karena majelis hakim menunda...
Hukum
07 Nov 2017 / dibaca 78 kali
MANADO (BK) : Seorang ibu muda, Firlya Marentek (28), warga Kelurahan Sario Lingkungan II Kecamatan Sario, ditampar oleh suaminya yang...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2017 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.