Hukum

Nyaris Kabur ke Gorontalo, Buruh 'Penggarap' 2 Bocah SD Ditangkap Polisi

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Wednesday, 18 October 2017 21:38   357 kali
TERTANGKAP. Pelaku cabul dua siswi SD di Kecamatan Tuminting. (FOTO : Ist)
MANADO (BK) : Tim Paniki Polresta Manado menangkap pemuda berinisial NH alias Wan, pelaku pencabulan anak di Kelurahan Bailang Kecamatan Bunaken. Pria berusia 18 tahun ini ditangkap saat hendak kabur ke kampung halamannya di Gorontalo, Rabu (18/10/2017) siang tadi.
 
 
"Benar, pelaku kami tangkap saat hendak kabur ke Gorontalo dengan menggunakan mobil pick up,” ujar Aipda Karimudin, Kepala Tim Paniki Rimbas III Polresta Manado.
 
 
Penangkapan buruh di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tuminting ini, menurut Karimudin, karena menindaklanjuti laporan orang tua korban, sebut saja Memei (12). Bocah yang masih duduk di bangku SD ini diduga dicabuli berulangkali oleh pelaku sejak bulan Agustus lalu.
 
 
"Jadi dalam laporan itu, korban diajak pacaran. Karena sudah saling menyayangi, pelaku membawa korban ke rumah pamannya di Bailang dan kemudian mencabulinya," jelas Karimudin.
 
 
Korban pada pengakuannya kepada petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Manado mengatakan sudah berulangkali berhubungan intim dengan pelaku. "Terakhir hari Minggu di rumah pamannya, rumah dalam keadaan kosong," aku korban.
 
 
Katanya lagi, awalnya dia sempat menolak ajakan pelaku saat pertama kali melakukan. Namun karena termakan bujuk rayu dan takut hubungan pacaran diputuskan, dia terpaksa merelakan keperawanannya direnggut. "Kalau tidak dikasih, dia (pelaku) bilang putus saja. Saya takut dan terpaksa mengiyakan," tutur korban.
 
 
Sementara itu, terungkap dari hasil interogasi terhadap pelaku, ada bocah lain yang ikut menjadi korban. Mumun (12) nama samaran, sepupunya sendiri ikut dicabuli.
 
 
Tapi, meski korban mengaku telah disetubuhi, pelaku bersikeras hanya memegang payudara. "Saya pegang payudaranya saat dia (Mumun) menumpang tidur di rumah," kelit pelaku.
 
 
Akibat perbuatannya itu, pelaku bakal dijerat dengan Pasal Pencabulan Anak. Buruh bagasi itu langsung ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan serta diinterogasi di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Manado.
 
 
"Tersangka kami jerat Pasal 82 UU No 35 Tahun 2014 Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman lima tahun maksimal 15 tahun," ungkap Kasubag Humas AKP Roly Sahelangi, saat dikonfirmasi wartawan.
 
 
(acha/bk-8)
Komentar ()
Berita Hukum
Hukum
30 Jan 2018 / dibaca 173 kali
MANADO (BK) : Penyidik Polresta Manado akhirnya melimpahkan berkas dan tersangka kasus pemalsuan Kartu Keluarga (KK) yang menjerat mantan...
Hukum
30 Jan 2018 / dibaca 318 kali
MANADO (BK) : Seorang pemuda yang belum diketahui identitasnya, nekat meloncat dari Jembatan Soekarno Manado. Meski tidak merenggut nyawanya,...
Hukum
29 Jan 2018 / dibaca 219 kali
MANADO (BK) : Tim Paniki Polresta Manado menangkap pria berinisial ND alias Nedi, warga Kelurahan Maasing Lingkungan II Kecamatan Tuminting,...
Hukum
28 Jan 2018 / dibaca 381 kali
MANADO (BK): Aparat kepolisian menggebrek lokasi sabung ayam di Desa Wori Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara. 8 orang berhasil diamankan...
Hukum
28 Jan 2018 / dibaca 1087 kali
MANADO (BK): Satlantas Polresta Manado akan memberlakukan rekayasa lalintas bagi kendaraan yang melintas di Jalan WR Supratman dan Diponegoro....
Profil Perusahaan | © 2011 - 2018 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.