Hukum

Pengebom Gereja Divonis Mati

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Friday, 22 June 2018 19:14   360 kali

JAKARTA (BK): Majelis hakim pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan menjatuhkan vonis mati kepada pemimpin Jemaah Ansharut Daulah (JAD), Oman Rachman alias Aman Abdurrahman alias Abu Sulaiman. Hakim menyatakan Aman terbukti bersalah dalam kasus bom Sarinah, bom gereja Samarinda, hingga penusukan polisi di Bima, Nusa Tenggara Barat, serta serangan teror lain di Indonesia selama kurun sembilan tahun terakhir.

 

"Menyatakan, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana terorisme dalam dakwaan kesatu dan kedua. Memutuskan, menjatuhkan pidana mati kepada terdakwa Oman Rachman alias Aman Abdurrahman," kata Ketua Majelis Hakim Akhmad Jaini, saat membacakan amar putusan di PN Jakarta Selatan, Jumat (22/6).
 

 

Hakim Akhmad menyatakan Aman terbukti melanggar dakwaan Pasal 14 juncto Pasal 6 dan Pasal 15 juncto Pasal 7 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Menurut dia, tidak ada alasan yang dapat meringankan hukuman buat Aman. Aman juga terbukti sebagai penggerak kelompok radikal.

 


Hukuman dijatuhkan terhadap Aman sama dengan tuntutan jaksa penuntut umum. Pada 18 Mei lalu, jaksa menuntut Aman Abdurrahman dengan pidana mati.
 


Dalam nota pembelaan yang dibacakan pada akhir Mei lalu, Aman bahkan mengaku tidak gentar atas tuntutan hukuman mat. Bahkan dia menantang majelis hakim menjatuhkan vonis sesuai tuntutan jaksa.
 

 

"Silakan kalian bulatkan tekad untuk memvonis saya, mau vonis seumur hidup silakan, atau mau eksekusi mati silakan juga. Jangan ragu atau berat hati tidak ada sedikitpun gentar dan rasa takut dengan hukuman zalim kalian ini di hatiku ini. Aku hanya bersandar kepada Sang Penguasa dunia dan akhirat, dan nantikanlah oleh kalian balasan kezaliman ini di dunia dan akhirat," kata Aman saat itu.
 

 

Dalam pembelaannya, Aman menyangkal terkait dengan serangkaian serangan teror yang terjadi di Indonesia. Sebab, kata Aman, kasus-kasus tersebut terjadi pada rentang November 2016 hingga September 2017.
 


Sedangkan sejak Februari 2016, dia diisolasi di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Pasir Putih Nusakambangan, kemudian dipindahkan ke Rutan Cipinang Cabang Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, pada 12 Agustus 2017. 

 

(cnn/bk-1)

 

 

Komentar ()
Berita Hukum
Hukum
13 Oct 2018 / dibaca 252 kali
MANADO (BK) : Seorang pelaku penggelapan mobil, SR alias Stevi (47), berhasil ditangkap Tim Resmob Polsek Tikala. Tim yang dipimpin Kanit...
Hukum
10 Oct 2018 / dibaca 631 kali
  Kapolresta Manado, Kombes Pol FX. Surya Kumara. (foto : istimewa)         MANADO (BK)...
Hukum
10 Oct 2018 / dibaca 451 kali
MANADO (BK) : Sebut saja Bunga (14), warga Kecamatan Wanea Kota Manado, menghilang sejak Selasa, 2 Oktober 2018. Siswi SMP kelas VIII ini...
Hukum
10 Oct 2018 / dibaca 471 kali
MANADO (BK) : Kasus pemukulan oleh guru terhadap siswa terjadi di Manado. Aqsha (13), dipukul gurunya berinisial RH alias Rasida (40-an)....
Hukum
06 Oct 2018 / dibaca 231 kali
MANADO (BK) : 5 warga Pulau Manado Tua nyaris tewas di perairan Teluk Manado. Perahu yang ditumpangi terbalik. Beruntung mereka berhasil...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2018 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.