Hukum

Polda Sulut Bongkar Rumah Pembuat Jamu Ilegal

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Tuesday, 17 September 2013 07:31   1249 kali
MANADO (BK) : Tim Khusus (Timsus) Polda Sulut membongkar sebuah rumah di kawasan Perumahan Elit Citraland Blok Eden Brigde Nomor 21 Manado, Senin (16/9/2013) pukul 23.00 WITA. Rumah tersebut ternyata dijadikan tempat peracikan obat herbal oplosan ilegal.
 
 
Pantauan beritakawanua.com di lokasi, semua barang yang diduga sebagai obat herbal ilegal ini disita dan diamankan ke Mapolda Sulut. Juga ikut digelandang 5 orang yang berprofesi sebagai pengelola dan karyawan. Kelimanya adalah OM alias Okta (32), TP alias Tonni (36), RR alias Robby (20), YCR alias Yogi (24) dan OL alias Vian (31).
 
 
Menurut Kepala Timsus Iptu Ronny Maridjan, praktik industri rumahan ini secara tidak sengaja ditemukan saat akan melakukan penangkapan seorang buronan kasus penipuan dan penggelapan yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polda Gorontalo.
 
 
"Informasi dari anggota Polda Gorontalo, buronan tersebut tinggal di rumah itu. Saat digebrek tidak ada tapi kami menemukan kemasan-kemasan dalam bentuk jamu," kata Maridjan kepada beritakawanua.com, Senin malam. 
 
 
Ungkapnya, setelah melakukan pemeriksaan, di dalam rumah ditemukan sejumlah bahan berupa 5 bungkus besar serutan kayu pahit, 32 galon madu, bahan kimia untuk pupuk, adonan jamu oplosan serta ratusan botol kecil kemasan. Juga ditemukan kemasan produk Bio HAS yang diproduksi PT Total Solusi Bersama, Karawang Jawa Barat.
 
 
"Mereka berdalih sebagai distributor jamu dari Karawang, tapi dengan menjual obat herbal racikan mereka dengan nama perusahaan asal Minahasa Tenggara Sulut," kata Maridjan.
 
 
Lanjut pentolan Akademi Kepolisian (Akpol) ini, para pelaku akan dikenakan Pasal 198 Sub 197 Jo Pasal 198 UU RI Nomor 36 Tahun 2009, tentang Kesehatan, karena dengan sengaja memproduksi dan atau mengedarkan sediaan farmasi dan atau alat yang tak memenuhi persyaratan keamanan, khasiat, maupun kemanfaatan.
 
 
"Ancamannya 10 tahun penjara. Mereka tak bisa menunjukkan surat ijin usaha serta surat kelengkapan dari Balai POM dan Dinas Kesehatan," tandas Maridjan lagi.
 
 
Sementara itu, meski tidak bisa menunjukkan surat yang dikeluarkan instansi terkait, YCR yang berprofesi sebagai pengelola membantah usaha yang dijalankan sejak dua tahun lalu itu, ilegal. 
 
 
"Kami punya ijin dari Dinas Kesehatan, ini buktinya," kelit YCR sambil menunjukkan ijin yang tertulis di salah satu kemasan bermerek Madu Pahit.
 
 
(acha/bk-8)
 
 
 
Komentar ()
Berita Hukum
Hukum
15 Nov 2016 / dibaca 157 kali
MANADO (BK): Tim Resmob Polsek Tikala kembali mengungkap kasus pencurian motor (curanmor) di wilayah hukumnya. Seorang pelaku berhasil...
Hukum
15 Nov 2016 / dibaca 111 kali
MANADO (BK) : Tim Paniki Polresta Manado membubarkan pesta minuman keras (miras) di Kelurahan Mahakeret Timur Kecamatan Wenang. 3 Pemuda...
Hukum
15 Nov 2016 / dibaca 64 kali
MANADO (BK): Nasib Kepala SMK Negeri 2 Manado, AT alias Alex, seperti telur si ujung tanduk. Jabatannya terancam dicopot karena diduga...
Hukum
11 Nov 2016 / dibaca 112 kali
MANADO (BK) : Sempat berkali-kali mangkir, Lurah Paaldua Kecamatan Paaldua Manado, OK alias Olga, memenuhi panggilan penyidik Polresta Manado....
Hukum
11 Nov 2016 / dibaca 46 kali
MANADO (BK) : Kepala SMK Negeri 2 Manado, Alex Tuilan membantah dana Bansos Program ADEM (Afirmasi Pendidikan Menengah) 3T (daerah Terluar,...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2016 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.