Hukum

Polda Sulut Bongkar Rumah Pembuat Jamu Ilegal

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Tuesday, 17 September 2013 07:31   494 kali
MANADO (BK) : Tim Khusus (Timsus) Polda Sulut membongkar sebuah rumah di kawasan Perumahan Elit Citraland Blok Eden Brigde Nomor 21 Manado, Senin (16/9/2013) pukul 23.00 WITA. Rumah tersebut ternyata dijadikan tempat peracikan obat herbal oplosan ilegal.
 
 
Pantauan beritakawanua.com di lokasi, semua barang yang diduga sebagai obat herbal ilegal ini disita dan diamankan ke Mapolda Sulut. Juga ikut digelandang 5 orang yang berprofesi sebagai pengelola dan karyawan. Kelimanya adalah OM alias Okta (32), TP alias Tonni (36), RR alias Robby (20), YCR alias Yogi (24) dan OL alias Vian (31).
 
 
Menurut Kepala Timsus Iptu Ronny Maridjan, praktik industri rumahan ini secara tidak sengaja ditemukan saat akan melakukan penangkapan seorang buronan kasus penipuan dan penggelapan yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polda Gorontalo.
 
 
"Informasi dari anggota Polda Gorontalo, buronan tersebut tinggal di rumah itu. Saat digebrek tidak ada tapi kami menemukan kemasan-kemasan dalam bentuk jamu," kata Maridjan kepada beritakawanua.com, Senin malam. 
 
 
Ungkapnya, setelah melakukan pemeriksaan, di dalam rumah ditemukan sejumlah bahan berupa 5 bungkus besar serutan kayu pahit, 32 galon madu, bahan kimia untuk pupuk, adonan jamu oplosan serta ratusan botol kecil kemasan. Juga ditemukan kemasan produk Bio HAS yang diproduksi PT Total Solusi Bersama, Karawang Jawa Barat.
 
 
"Mereka berdalih sebagai distributor jamu dari Karawang, tapi dengan menjual obat herbal racikan mereka dengan nama perusahaan asal Minahasa Tenggara Sulut," kata Maridjan.
 
 
Lanjut pentolan Akademi Kepolisian (Akpol) ini, para pelaku akan dikenakan Pasal 198 Sub 197 Jo Pasal 198 UU RI Nomor 36 Tahun 2009, tentang Kesehatan, karena dengan sengaja memproduksi dan atau mengedarkan sediaan farmasi dan atau alat yang tak memenuhi persyaratan keamanan, khasiat, maupun kemanfaatan.
 
 
"Ancamannya 10 tahun penjara. Mereka tak bisa menunjukkan surat ijin usaha serta surat kelengkapan dari Balai POM dan Dinas Kesehatan," tandas Maridjan lagi.
 
 
Sementara itu, meski tidak bisa menunjukkan surat yang dikeluarkan instansi terkait, YCR yang berprofesi sebagai pengelola membantah usaha yang dijalankan sejak dua tahun lalu itu, ilegal. 
 
 
"Kami punya ijin dari Dinas Kesehatan, ini buktinya," kelit YCR sambil menunjukkan ijin yang tertulis di salah satu kemasan bermerek Madu Pahit.
 
 
(acha/bk-8)
 
 
 
Komentar ()
Berita Hukum
Hukum
24 Mar 2014 / dibaca 93 kali
MANADO (BK) : Unit VI Tindak Pidana Korupsi (Tidpikor) Polresta Manado melimpahkan berkas dugaan korupsi proyek fiktif pemecah ombak pantai...
Hukum
24 Mar 2014 / dibaca 162 kali
MANADO (BK) : Meydi Kalesaran (25) warga Desa Pineleng Jaga II Kecamatan Pineleng, mandi darah setelah dipukul orang tidak dikenal. Pemukulan...
Hukum
20 Mar 2014 / dibaca 272 kali
MANADO (BK) : Polisi membongkar sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang akhir-akhir ini mulai marak di Manado. 5 orang komplotan...
Hukum
20 Mar 2014 / dibaca 264 kali
MANADO (BK) : Masih ingat kasus pengeroyokan anggota Sabhara Polda Sulut di jalan Ring Road, akhir tahun lalu? Salah seorang pengeroyok, YFF...
Hukum
20 Mar 2014 / dibaca 124 kali
MANADO (BK) : Sial dialami Riyanto Makahengkeng (18), warga Kelurahan Ketang Baru Lingkungan II Kecamatan Singkil. Motor yang dikendarainya...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2014 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.