Hukum

Polresta Manado akan Berlakukan Ini di Jalan Diponegoro dan WR Supratman

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Sunday, 28 January 2018 20:27   1265 kali
Rekayasa Lalulintas di Jalan Diponegoro dan Jalan WR Supratman. (gambar : satlantas polresta manado)

MANADO (BK): Satlantas Polresta Manado akan memberlakukan rekayasa lalintas bagi kendaraan yang melintas di Jalan WR Supratman dan Diponegoro. Di dua jalan itu sering terjadi penumpukan kendaraan oleh rutinitas menurunkan dan menaikkan siswa sehingga menyebabkan kemacetan.

 

Tercatat, ada 4 sekolah dengan jumlah siswa yang banyak berada di Jalan WR Supratman yaitu, SMP Negeri 1 Manado, SMA Frater Don Bosco, SMA Xaverius, TK Islamic Center dan SMA . Sedangkan di Jalan Diponegoro terdapat Yayasan Eben Heazer.

 

"Rekayasa lalulintas kita anggap penting karena ada 4 sekolah yang saling berdekatan dengan jumlah siswanya yang banyak," ujar Kasat Lantas Polresta Manado, Kompol Marganda Aritonang, Minggu (28/1/2018).

 

Rekayasa lalulintas yang dimaksud adalah dengan memberlakukan sistem 'drop off' dan melarang adanya parkir di sepanjang kedua sisi jalan. Dimana kendaraan hanya menurunkan atau menaikkan anak sekolah, lalu langsung jalan lagi.

 

Jam efektif penerapannya, lanjut Aritonang, adalah pada saat sekolah dimulai pagi hari pukul 06.00 hingga pukul 08.00 WITA, serta pulang sekolah siang hari sekitar pukul 12.00 hingga pukul 14.00 WITA.

 

"Pelarangan juga untuk kendaraan yang memutar arah karena akan terjadi crossing yang bisa menyebabkan perlambatan yang berujung kemacetan," jelasnya.

 

Pihaknya juga sudah bekerjasama dengan Kantor Museum yang berada di seberang SMP Negeri 1 Manado yang mempunyai halaman luas untuk dijadikan lokasi drop off kendaraan yang datang dari arah Jalan Diponegoro.

 

"Siswanya nanti akan diseberangkan oleh anggota kami ke sekolah," terang Aritonang.

 

Rekayasa lalulintas ini katanya, akan terus disosialisasikan kepada orangtua, pengantar dan penjemput siswa. Tapi jika nantinya ada yang melanggarnya, akan ditindak.

 

"Saya berharap, kalau terus disosialisasikan pasti akan dipatuhi," harapnya.

 

"Kami akan tempatkan 3 personil di depan SMPN 1 Manado, 2 personil di TK Islamic Center dan 4 personil di Yayasan Eben Heazer, karena jumlah siswanya banyak dan jalan disitu cukup sempit," pungkas mantan Kasat Lantas Polres Minahasa Selatan itu.

 

(acha/bk-8)

Komentar ()
Berita Hukum
Hukum
18 Jan 2019 / dibaca 150 kali
JAKARTA (BK): Presiden Jokowi berhasil mengambil langkah penting dalam memberantas korupsi. Yakni, membangun system pendukung seperti e...
Hukum
17 Jan 2019 / dibaca 158 kali
MANADO (BK) : Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) siap memberikan bantuan hukum kepada Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. dr. RD...
Hukum
14 Jan 2019 / dibaca 983 kali
MANADO (BK) : Niat baik Ridwan Thalib (23), warga Kelurahan Sindulang Satu, Kecamatan Tuminting, malah membawa petaka. Nyawanya nyaris...
Hukum
14 Jan 2019 / dibaca 469 kali
MANADO (BK) : EK alias Erwin (23), terpaksa diamankan oleh Tim Paniki Polresta Manado. Gara-garanya, warga Kelurahan Pinaesaan, Kecamatan...
Hukum
14 Jan 2019 / dibaca 232 kali
MANADO (BK) : Pencurian di SD Negeri 46 Manado, Kelurahan Tumumpa Dua, Lingkungan II, Kecamatan Tuminting, akhirnya terungkap. Aparat...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.