Hukum

Putus Cinta, Motif Pembunuhan Karyawati Spa di Tingkulu

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Wednesday, 03 April 2019 17:22   1332 kali
Kapolsek Wanea, Kompol Hamsy (kiri) bersama tersangka pembunuhan karyawati Spa. (foto : ist)
MANADO (BK) : HK alias Hendrik (48), pelaku pembunuhan karyawati Spa, Dewi Yuwaningsih Gedoan alias Eca (25), telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polsek Wanea. Hendrik kini harus meringkuk dalam sel tahanan.
 
 
Tapi bagaimana motif pembunuhan itu terjadi? Begini pengakuan warga Kelurahan Tanjung Batu Lingkungan III Kecamatan Wanea itu.
 
 
Kepada penyidik, Hendrik mengatakan, sekitar pukul 22.00 WITA, dirinya mendatangi Spa Nayan Tikala, tempat korban bekerja. Dia mengakui mempunyai hubungan asmara dengan karyawati Spa tersebut.
 
 
“Saya bermaksud memanggilnya pulang karena sudah dipengaruhi minuman keras (miras),” aku tersangka.
 
 
 
 
Namun setiba di kost-kostan, lanjutnya, mereka terlibat cekcok. Alasannya, korban ingin memutuskan hubungan cinta yang sudah berjalan sekitar 3 bulan.
 
 
“Kemarahan saya naik. Saya cekik lehernya karena berteriak-teriak sambil memaki. Kami bergumul hingga jatuh ke lantai,” kata Hendrik.
 
 
Karena korban terus berontak dan terus berteriak, dia mengaku panik. Di saat bersamaan, terlihat pisau dapur di bawah meja.
 
 
“Saya ambil pisau itu dan menusuknya. Tapi karena ditangkis pakai tangan, tusukan malah kena leher dan membuatnya terdiam,” terang Hendrik.
 
 
“Saat itu juga saya langsung dorong ke dalam kamar mandi dan menikam lehernya lagi karena berusaha merampas pisau,” tambahnya.
 
 
Korban akhirnya tergeletak ke lantai kamar mandi dengan darah berceceran. “Saya tunggu sampai dia (korban) tidak bergerak lagi, lalu saya keluar dan kemudian datang melapor,” ungkap Hendrik.
 
 
Dewi Yuwaningsih Gedoan alias Eca (25), ditemukan tewas di dalam kamar mandi kost-kostan di Kelurahan Tingkulu, Lingkungan II, Kecamatan Wanea, Kota Manado, Selasa (2/4/2019) sekitar pukul 23.45 WITA.
 
 
Saat ditemukan, ada banyak darah berceceran di lantai. Wanita asal Talaud itu kemudian dipastikan sebagai korban pembunuhan, menyusul seorang pria berinisial HK alias Hendrik (48), datang menyerahkan diri ke Mapolsek Wanea.
 
 
“Seorang pria datang mengaku telah menikam pacarnya hingga tewas,” ujar Kapolsek Wanea, Kompol Hamsy, Rabu (3/4/2019).
 
 
(acha/bk-8)
 
Komentar ()
Berita Hukum
Hukum
15 Apr 2019 / dibaca 1008 kali
MANADO (BK) : Sebanyak 37 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dilingkup Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulut, dilantik menjadi PNS. Pengambilan...
Hukum
15 Apr 2019 / dibaca 133 kali
MANADO (BK) : Insiden berdarah terjadi di Kelurahan Molas Kecamatan Bunaken Kota Manado, Sabtu (13/4/2019) malam. Seorang wanita muda,...
Hukum
15 Apr 2019 / dibaca 119 kali
MANADO (BK) : Kapolsek Kawasan Bandara, Iptu Ilham Matulangi melakukan pengecekan kesiapan anggotanya jelang Pemilu 2019. Pengecekan untuk...
Hukum
10 Apr 2019 / dibaca 184 kali
MANADO (BK) : Perkembangan teknologi informasi saat ini, ternyata seperti "Pedang Bermata Dua" bagi para jaksa. Disatu sisi, dapat...
Hukum
08 Apr 2019 / dibaca 535 kali
MANADO (BK) : Gara-gara menodongkan pisau sambil mengancam membunuh, RK alias Rosi (38), warga Kelurahan Lawangirung, Lingkungan III,...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.