Hukum

Roskanedi : Korupsi Merusak Hak-hak Masyarakat

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Monday, 10 December 2018 19:05   65 kali
Kajati Sulut, M Roskanedi berfoto bersama Nyong-Noni Sulut serta Nyong-Nona Manado. (foto : acha)
MANADO (BK) : Semangat untuk menjadikan gerakan bangsa anti korupsi bukanlah sebuah kebijakan yang tanpa alasan dan dasar pertimbangan. Melainkan lahir dari realitas global yang sangat memprihatinkan.
 
 
Hal itu digambarkan dalam salah satu pesan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) pada Hari Anti Korupsi Sedunia Tahun 2018. Pesan itu kemudian dibacakan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulut, M Roskanedi, pada Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia 2018, di halaman Kejati Sulut, Senin (10/12/2018).
 
 
“Bahwa korupsi pada saat ini tejadi di semua negara kaya dan miskin, selatan dan utara. Korupsi tersebut setidaknya telah merusak hak-hak masyarakat untuk mengakses pendidikan yang layak, pelayanan kesehatan yang memadai, pelayanan publik lainnya, mengurangi minat investasi asing dan menggerus sumber daya alam negara,” ujar Roskanedi.
 
 
 
 
Bahkan dampak yang ditimbulkan oleh korupsi, sebagaimana yang diprediksi The World Economic Forum, lanjut Roskanedi, telah menyebabkan kerugian sekitar 2,6 triliun US atau 5% dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Global.
 
 
Untuk itu, gerakan bangsa anti korupsi bukan sekadar sebagai sebuah keinginan, namun karena lebih dari dorongan adanya sebuah kebutuhan di tengah semakin masifnya korupsi yang terjadi di tanah air dan menggerogoti pilar-pilar bangsa. “Tiada lagi sendi kehidupan di negeri ini dan tidak ada satu pun organ negara yang imun dari virus korupsi,” tukas Roskanedi.
 
 
Terlebih katanya, indeks Perilaku Anti Korupsi sebagaimana dirilis Badan Pusat Statistik RI, juga mengalami penurunan dari 3,71 pada tahun 2017 menjadi 3,66 pada tahun 2018. Hal tersebut menggambarkan betapa sikap permisif sebagian kalangan masyarakat terhadap korupsi masih sangatlah besar, sehingga patut menjadi keprihatinan dan perhatian kita bersama. 
 
 
“Kondisi tersebut menjadi alarm yang mengingatkan kita semua untuk semakin tidak menyerah, tidak putus asa, dan senantiasa optimis untuk melangkah dengan pasti melawan korupsi,” tandas mantan Kajati Kalteng ini.
 
 
(acha/bk-8)
Komentar ()
Berita Hukum
Hukum
13 Dec 2018 / dibaca 84 kali
MANADO (BK) : Kejaksaan Negeri (Kejari) Manado memusnahkan ribuan barang bukti perkara sepanjang tahun 2018. Barang bukti yang dimusnahkan...
Hukum
12 Dec 2018 / dibaca 65 kali
JAKARTA (BK): Mengakhiri tahun pengabdian 2018 Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe kembali mengukir berbagai prestasi melalui...
Hukum
10 Dec 2018 / dibaca 108 kali
MANADO (BK) : Sejumlah calon penumpang di ruang tunggu keberangkatan Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, terkejut. Mereka mendapatkan...
Hukum
10 Dec 2018 / dibaca 64 kali
MANADO (BK) : Kejaksaan Agung (Kejagung) berhasil menyelamatkan uang negara sebesar Rp522 miliar. Hal ini terungkap pada upacara peringatan...
Hukum
10 Dec 2018 / dibaca 66 kali
MANADO (BK) : Semangat untuk menjadikan gerakan bangsa anti korupsi bukanlah sebuah kebijakan yang tanpa alasan dan dasar pertimbangan....
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.