Hukum

Roskanedi : Korupsi Merusak Hak-hak Masyarakat

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Monday, 10 December 2018 19:05   114 kali
Kajati Sulut, M Roskanedi berfoto bersama Nyong-Noni Sulut serta Nyong-Nona Manado. (foto : acha)
MANADO (BK) : Semangat untuk menjadikan gerakan bangsa anti korupsi bukanlah sebuah kebijakan yang tanpa alasan dan dasar pertimbangan. Melainkan lahir dari realitas global yang sangat memprihatinkan.
 
 
Hal itu digambarkan dalam salah satu pesan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) pada Hari Anti Korupsi Sedunia Tahun 2018. Pesan itu kemudian dibacakan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulut, M Roskanedi, pada Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia 2018, di halaman Kejati Sulut, Senin (10/12/2018).
 
 
“Bahwa korupsi pada saat ini tejadi di semua negara kaya dan miskin, selatan dan utara. Korupsi tersebut setidaknya telah merusak hak-hak masyarakat untuk mengakses pendidikan yang layak, pelayanan kesehatan yang memadai, pelayanan publik lainnya, mengurangi minat investasi asing dan menggerus sumber daya alam negara,” ujar Roskanedi.
 
 
 
 
Bahkan dampak yang ditimbulkan oleh korupsi, sebagaimana yang diprediksi The World Economic Forum, lanjut Roskanedi, telah menyebabkan kerugian sekitar 2,6 triliun US atau 5% dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Global.
 
 
Untuk itu, gerakan bangsa anti korupsi bukan sekadar sebagai sebuah keinginan, namun karena lebih dari dorongan adanya sebuah kebutuhan di tengah semakin masifnya korupsi yang terjadi di tanah air dan menggerogoti pilar-pilar bangsa. “Tiada lagi sendi kehidupan di negeri ini dan tidak ada satu pun organ negara yang imun dari virus korupsi,” tukas Roskanedi.
 
 
Terlebih katanya, indeks Perilaku Anti Korupsi sebagaimana dirilis Badan Pusat Statistik RI, juga mengalami penurunan dari 3,71 pada tahun 2017 menjadi 3,66 pada tahun 2018. Hal tersebut menggambarkan betapa sikap permisif sebagian kalangan masyarakat terhadap korupsi masih sangatlah besar, sehingga patut menjadi keprihatinan dan perhatian kita bersama. 
 
 
“Kondisi tersebut menjadi alarm yang mengingatkan kita semua untuk semakin tidak menyerah, tidak putus asa, dan senantiasa optimis untuk melangkah dengan pasti melawan korupsi,” tandas mantan Kajati Kalteng ini.
 
 
(acha/bk-8)
Komentar ()
Berita Hukum
Hukum
15 May 2019 / dibaca 158 kali
MANADO (BK) : Gara-gara mengedarkan pil Trihexypenidil, RT alias Rian (21), warga Kelurahan Paal Dua, Kecamatan Paal Dua, Kota Manado,...
Hukum
15 May 2019 / dibaca 8399 kali
MANADO (BK) : Tim Opsnal Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulut berhasil mengungkap peredaran ilegal bahan berbahaya yang digunakan untuk...
Hukum
14 May 2019 / dibaca 361 kali
Kajati Sulut, M Roskanedi mengisi buku tamu saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Kejari Tomohon, Selasa (14/5/2019). (foto : Penkum...
Hukum
13 May 2019 / dibaca 184 kali
Kajati Sulut, M Roskanedi bersama Kepala Kanwil DJP Suluttenggomalut Agustin Vita Avantin, melakukan penandatanganan Memorandum of...
Hukum
11 May 2019 / dibaca 220 kali
MANADO (BK) : Team Lipan Polsek Malalayang mengamankan seorang pria yang tertangkap warga karena mencuri. Pria tersebut kepergok sedang...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.