Hukum

Sakit tak Kunjung Sembuh, Tukang Jahit Pilih Gantung Diri

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Tuesday, 07 August 2018 07:18   424 kali
Tali yang digunakan korban untuk gantung diri. (Foto : ist)

MANADO (BK) : Gara-gara sakit yang tal kunjung sembuh, Albert Tambahingide, warga Kelurahan Perkamil Lingkungan VII Kecamatan Paal Dua, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara pintas. Gantung diri yang dipilih pria 60 tahun itu.

 

Albert ditemukan telah tergantung di dapur oleh adiknya, Melci Tambahingide (59), sekitar pukul 01.00 WITA, Selasa (7/8/2018). Melci yang terbangun karena hendak buang air, melihat korban saat keluar dari dalam kamar mandi.

 

Warga Desa Sasiung Kecamatan Manganitu Kabupaten Sangihe itu pun langsung membangun saudara kandung lainnya yang tidur di rumah bersebelahan, dan mencoba menurunkan korban dengan cara memotong tali nilon yang dipakai gantung diri.

 

Mereka berharap korban yang menggunakan kemeja warna biru berkombinasi kotak-kotak putih serta celana jeans warna biru, masih bisa diselamatkan. Namun, pria yang berprofesi sebagai tukang jahit itu telah menghembuskan nafas terakhirnya.

 

Informasi yang dihimpun, dugaan kuat korban nekat mengakhiri hidupnya karena stres dengan sakit diabetes yang tak kunjung sembuh. Hal ini dikuatkan dengan ditemukannya secarik kertas yang bertuliskan permohonan maaf telah menyusahkan keluarga selama dirinya sakit.

 

Isi surat itu bertuliskan :

 

Kita mo minta maaf kepada semua sudara2 dan kemenakan2, juga kepada jemaat Solafide lebih kusus Kolom 8.

Soalnya kita so nyanda tahan menderita sakit ber-tahun2, jadi kita cari jalan pintas.
So nyanda sanggup menderita seumur hidup, apalagi kita pe ade kurang marah2 terus.
Terimah kaseh kepada semua yang sudah membantu kita selama sakit.
Salam Semua
Dari Albert.

 

Sementara itu, Kapolsek Tikala, AKP Taufik Arifin saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian itu. Anggotanya langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan melaksanakan pengumpulan bahan dan keterangan.

 

"Anggota saya sudah temui keluarganya, dan mereka menolak otopsi karena menganggap korban murni gantung diri. Kami buatkan surat penolakannya yang diketahui seluruh anggota keluarga korban," ujar Arifin.

 

(acha/bk-8)

Komentar ()
Berita Hukum
Hukum
10 Nov 2018 / dibaca 129 kali
MANADO (BK) : Meski mendukung penuh upaya pemerintah untuk pemberantasan korupsi di Indonesia, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Manado...
Hukum
08 Nov 2018 / dibaca 335 kali
MANADO (BK) : Ada fakta terungkap dari dugaan pemalsuan Akta Jual Beli (AJB) tanah oleh Ali Mokodompit kepada anaknya, Sintia Mokodompit di...
Hukum
07 Nov 2018 / dibaca 220 kali
MANADO (BK) : MN (38), seorang bapak di Kecamatan Paal Dua Kota Manado, harus mendekam di dalam penjara. Karyawan swasta ini tega mencabuli...
Hukum
07 Nov 2018 / dibaca 238 kali
JAKARTA (BK): Imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab dikabarkan ditangkap polisi Kerajaan Arab Saudi. Duta Besar RI...
Hukum
06 Nov 2018 / dibaca 395 kali
MANADO (BK) : Seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) berinisial L alias Luk, terancam dilaporkan ke...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2018 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.