Hukum

Sakit tak Kunjung Sembuh, Tukang Jahit Pilih Gantung Diri

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Tuesday, 07 August 2018 07:18   154 kali
Tali yang digunakan korban untuk gantung diri. (Foto : ist)

MANADO (BK) : Gara-gara sakit yang tal kunjung sembuh, Albert Tambahingide, warga Kelurahan Perkamil Lingkungan VII Kecamatan Paal Dua, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara pintas. Gantung diri yang dipilih pria 60 tahun itu.

 

Albert ditemukan telah tergantung di dapur oleh adiknya, Melci Tambahingide (59), sekitar pukul 01.00 WITA, Selasa (7/8/2018). Melci yang terbangun karena hendak buang air, melihat korban saat keluar dari dalam kamar mandi.

 

Warga Desa Sasiung Kecamatan Manganitu Kabupaten Sangihe itu pun langsung membangun saudara kandung lainnya yang tidur di rumah bersebelahan, dan mencoba menurunkan korban dengan cara memotong tali nilon yang dipakai gantung diri.

 

Mereka berharap korban yang menggunakan kemeja warna biru berkombinasi kotak-kotak putih serta celana jeans warna biru, masih bisa diselamatkan. Namun, pria yang berprofesi sebagai tukang jahit itu telah menghembuskan nafas terakhirnya.

 

Informasi yang dihimpun, dugaan kuat korban nekat mengakhiri hidupnya karena stres dengan sakit diabetes yang tak kunjung sembuh. Hal ini dikuatkan dengan ditemukannya secarik kertas yang bertuliskan permohonan maaf telah menyusahkan keluarga selama dirinya sakit.

 

Isi surat itu bertuliskan :

 

Kita mo minta maaf kepada semua sudara2 dan kemenakan2, juga kepada jemaat Solafide lebih kusus Kolom 8.

Soalnya kita so nyanda tahan menderita sakit ber-tahun2, jadi kita cari jalan pintas.
So nyanda sanggup menderita seumur hidup, apalagi kita pe ade kurang marah2 terus.
Terimah kaseh kepada semua yang sudah membantu kita selama sakit.
Salam Semua
Dari Albert.

 

Sementara itu, Kapolsek Tikala, AKP Taufik Arifin saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian itu. Anggotanya langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan melaksanakan pengumpulan bahan dan keterangan.

 

"Anggota saya sudah temui keluarganya, dan mereka menolak otopsi karena menganggap korban murni gantung diri. Kami buatkan surat penolakannya yang diketahui seluruh anggota keluarga korban," ujar Arifin.

 

(acha/bk-8)

Komentar ()
Berita Hukum
Hukum
29 Jun 2018 / dibaca 459 kali
MANADO (BK) : Letnan Kolonel Laut (P) Donny Aribowo resmi menjabat Komandan Pangkalan TNI AL (Lanal) Tahuna, menggantikan Kolonel Laut (P)...
Hukum
28 Jun 2018 / dibaca 1211 kali
MANADO (BK) : Rebutan penumpang ternyata menjadi penyebab terjadinya penganiayaan yang berujung nyawa Ridel Paruntu (17), warga Kelurahan Paal...
Hukum
28 Jun 2018 / dibaca 615 kali
MANADO (BK) :  Aparat kepolisian berhasil mengungkap pembunuhan sopir angkot di ruas Jalan Manguni Raya Perkamil Kecamatan Paal Dua....
Hukum
27 Jun 2018 / dibaca 689 kali
MANADO (BK) : Seorang sopir Angkutan Kota (Angkot) ditemukan tewas bersimbah darah dalam angkot yang dikendarainya di Jalan Manguni Raya,...
Hukum
27 Jun 2018 / dibaca 420 kali
AMURANG (BK): Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) resmi menahan Kasat Pol-PP  dan Damkar Minsel NR alias...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2018 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.