Hukum

Sakit tak Kunjung Sembuh, Tukang Jahit Pilih Gantung Diri

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Tuesday, 07 August 2018 07:18   887 kali
Tali yang digunakan korban untuk gantung diri. (Foto : ist)

MANADO (BK) : Gara-gara sakit yang tal kunjung sembuh, Albert Tambahingide, warga Kelurahan Perkamil Lingkungan VII Kecamatan Paal Dua, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara pintas. Gantung diri yang dipilih pria 60 tahun itu.

 

Albert ditemukan telah tergantung di dapur oleh adiknya, Melci Tambahingide (59), sekitar pukul 01.00 WITA, Selasa (7/8/2018). Melci yang terbangun karena hendak buang air, melihat korban saat keluar dari dalam kamar mandi.

 

Warga Desa Sasiung Kecamatan Manganitu Kabupaten Sangihe itu pun langsung membangun saudara kandung lainnya yang tidur di rumah bersebelahan, dan mencoba menurunkan korban dengan cara memotong tali nilon yang dipakai gantung diri.

 

Mereka berharap korban yang menggunakan kemeja warna biru berkombinasi kotak-kotak putih serta celana jeans warna biru, masih bisa diselamatkan. Namun, pria yang berprofesi sebagai tukang jahit itu telah menghembuskan nafas terakhirnya.

 

Informasi yang dihimpun, dugaan kuat korban nekat mengakhiri hidupnya karena stres dengan sakit diabetes yang tak kunjung sembuh. Hal ini dikuatkan dengan ditemukannya secarik kertas yang bertuliskan permohonan maaf telah menyusahkan keluarga selama dirinya sakit.

 

Isi surat itu bertuliskan :

 

Kita mo minta maaf kepada semua sudara2 dan kemenakan2, juga kepada jemaat Solafide lebih kusus Kolom 8.

Soalnya kita so nyanda tahan menderita sakit ber-tahun2, jadi kita cari jalan pintas.
So nyanda sanggup menderita seumur hidup, apalagi kita pe ade kurang marah2 terus.
Terimah kaseh kepada semua yang sudah membantu kita selama sakit.
Salam Semua
Dari Albert.

 

Sementara itu, Kapolsek Tikala, AKP Taufik Arifin saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian itu. Anggotanya langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan melaksanakan pengumpulan bahan dan keterangan.

 

"Anggota saya sudah temui keluarganya, dan mereka menolak otopsi karena menganggap korban murni gantung diri. Kami buatkan surat penolakannya yang diketahui seluruh anggota keluarga korban," ujar Arifin.

 

(acha/bk-8)

Komentar ()
Berita Hukum
Hukum
30 May 2019 / dibaca 2522 kali
JAKARTA (BK): KPU Minahasa Selatan (Minsel) mengakui adanya kesalahan dalam proses penghitungan suara di pemilihan umum (pemilu) 2019....
Hukum
30 May 2019 / dibaca 110 kali
MANADO (BK) : Jajaran Kepolisian di seluruh Indonesia kembali menggelar Operasi Ketupat Tahun 2019, Dalam rangka pengamanan Hari Raya Idul...
Hukum
30 May 2019 / dibaca 106 kali
KETUA Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Sulut, Soraya Djamin Roskanedi, memberikan takjil secara simbolis kepada pengurus...
Hukum
27 May 2019 / dibaca 151 kali
Tim Kejati Sulut yang membawa bantuan kemanusiaan dari Kejati dan Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Kejati Sulut di Desa Bangga Kecamatan Dolo...
Hukum
26 May 2019 / dibaca 106 kali
MANADO (BK) : Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) kembali mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Sigi dan Palu, Sulawesi Tengah...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.