Hukum

Sakit tak Kunjung Sembuh, Tukang Jahit Pilih Gantung Diri

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Tuesday, 07 August 2018 07:18   565 kali
Tali yang digunakan korban untuk gantung diri. (Foto : ist)

MANADO (BK) : Gara-gara sakit yang tal kunjung sembuh, Albert Tambahingide, warga Kelurahan Perkamil Lingkungan VII Kecamatan Paal Dua, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara pintas. Gantung diri yang dipilih pria 60 tahun itu.

 

Albert ditemukan telah tergantung di dapur oleh adiknya, Melci Tambahingide (59), sekitar pukul 01.00 WITA, Selasa (7/8/2018). Melci yang terbangun karena hendak buang air, melihat korban saat keluar dari dalam kamar mandi.

 

Warga Desa Sasiung Kecamatan Manganitu Kabupaten Sangihe itu pun langsung membangun saudara kandung lainnya yang tidur di rumah bersebelahan, dan mencoba menurunkan korban dengan cara memotong tali nilon yang dipakai gantung diri.

 

Mereka berharap korban yang menggunakan kemeja warna biru berkombinasi kotak-kotak putih serta celana jeans warna biru, masih bisa diselamatkan. Namun, pria yang berprofesi sebagai tukang jahit itu telah menghembuskan nafas terakhirnya.

 

Informasi yang dihimpun, dugaan kuat korban nekat mengakhiri hidupnya karena stres dengan sakit diabetes yang tak kunjung sembuh. Hal ini dikuatkan dengan ditemukannya secarik kertas yang bertuliskan permohonan maaf telah menyusahkan keluarga selama dirinya sakit.

 

Isi surat itu bertuliskan :

 

Kita mo minta maaf kepada semua sudara2 dan kemenakan2, juga kepada jemaat Solafide lebih kusus Kolom 8.

Soalnya kita so nyanda tahan menderita sakit ber-tahun2, jadi kita cari jalan pintas.
So nyanda sanggup menderita seumur hidup, apalagi kita pe ade kurang marah2 terus.
Terimah kaseh kepada semua yang sudah membantu kita selama sakit.
Salam Semua
Dari Albert.

 

Sementara itu, Kapolsek Tikala, AKP Taufik Arifin saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian itu. Anggotanya langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan melaksanakan pengumpulan bahan dan keterangan.

 

"Anggota saya sudah temui keluarganya, dan mereka menolak otopsi karena menganggap korban murni gantung diri. Kami buatkan surat penolakannya yang diketahui seluruh anggota keluarga korban," ujar Arifin.

 

(acha/bk-8)

Komentar ()
Berita Hukum
Hukum
18 Jan 2019 / dibaca 150 kali
JAKARTA (BK): Presiden Jokowi berhasil mengambil langkah penting dalam memberantas korupsi. Yakni, membangun system pendukung seperti e...
Hukum
17 Jan 2019 / dibaca 160 kali
MANADO (BK) : Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) siap memberikan bantuan hukum kepada Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. dr. RD...
Hukum
14 Jan 2019 / dibaca 983 kali
MANADO (BK) : Niat baik Ridwan Thalib (23), warga Kelurahan Sindulang Satu, Kecamatan Tuminting, malah membawa petaka. Nyawanya nyaris...
Hukum
14 Jan 2019 / dibaca 470 kali
MANADO (BK) : EK alias Erwin (23), terpaksa diamankan oleh Tim Paniki Polresta Manado. Gara-garanya, warga Kelurahan Pinaesaan, Kecamatan...
Hukum
14 Jan 2019 / dibaca 232 kali
MANADO (BK) : Pencurian di SD Negeri 46 Manado, Kelurahan Tumumpa Dua, Lingkungan II, Kecamatan Tuminting, akhirnya terungkap. Aparat...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.