Hukum

Sakit tak Kunjung Sembuh, Tukang Jahit Pilih Gantung Diri

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Tuesday, 07 August 2018 07:18   320 kali
Tali yang digunakan korban untuk gantung diri. (Foto : ist)

MANADO (BK) : Gara-gara sakit yang tal kunjung sembuh, Albert Tambahingide, warga Kelurahan Perkamil Lingkungan VII Kecamatan Paal Dua, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara pintas. Gantung diri yang dipilih pria 60 tahun itu.

 

Albert ditemukan telah tergantung di dapur oleh adiknya, Melci Tambahingide (59), sekitar pukul 01.00 WITA, Selasa (7/8/2018). Melci yang terbangun karena hendak buang air, melihat korban saat keluar dari dalam kamar mandi.

 

Warga Desa Sasiung Kecamatan Manganitu Kabupaten Sangihe itu pun langsung membangun saudara kandung lainnya yang tidur di rumah bersebelahan, dan mencoba menurunkan korban dengan cara memotong tali nilon yang dipakai gantung diri.

 

Mereka berharap korban yang menggunakan kemeja warna biru berkombinasi kotak-kotak putih serta celana jeans warna biru, masih bisa diselamatkan. Namun, pria yang berprofesi sebagai tukang jahit itu telah menghembuskan nafas terakhirnya.

 

Informasi yang dihimpun, dugaan kuat korban nekat mengakhiri hidupnya karena stres dengan sakit diabetes yang tak kunjung sembuh. Hal ini dikuatkan dengan ditemukannya secarik kertas yang bertuliskan permohonan maaf telah menyusahkan keluarga selama dirinya sakit.

 

Isi surat itu bertuliskan :

 

Kita mo minta maaf kepada semua sudara2 dan kemenakan2, juga kepada jemaat Solafide lebih kusus Kolom 8.

Soalnya kita so nyanda tahan menderita sakit ber-tahun2, jadi kita cari jalan pintas.
So nyanda sanggup menderita seumur hidup, apalagi kita pe ade kurang marah2 terus.
Terimah kaseh kepada semua yang sudah membantu kita selama sakit.
Salam Semua
Dari Albert.

 

Sementara itu, Kapolsek Tikala, AKP Taufik Arifin saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian itu. Anggotanya langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan melaksanakan pengumpulan bahan dan keterangan.

 

"Anggota saya sudah temui keluarganya, dan mereka menolak otopsi karena menganggap korban murni gantung diri. Kami buatkan surat penolakannya yang diketahui seluruh anggota keluarga korban," ujar Arifin.

 

(acha/bk-8)

Komentar ()
Berita Hukum
Hukum
05 Sep 2018 / dibaca 366 kali
MANADO (BK) : Proyek rehabilitasi bangunan DPRD Manado dikerjakan PT Perdana Lestari Indah. Meski telah selesai 100 persen, bangunan yang...
Hukum
04 Sep 2018 / dibaca 255 kali
MANADO (BK) : Rehab gedung DPRD Kota Manado diduga tidak sesuai spesifikasi. Berbanderol Rp 2,7 milliar, bangunan yang dioperasikan awal bulan...
Hukum
03 Sep 2018 / dibaca 192 kali
MANADO (BK) : Kisah cinta indah yang dijalani Bunga (16), nama samaran, dengan pacarnya RI alias Risky (20-an), harus terhenti. Tidak hanya...
Hukum
03 Sep 2018 / dibaca 209 kali
MANADO (BK) : Kasus pencurian motor masih terus terjadi di Kota Manado. Sepeda motor Honda Beat warna putih bernomor polisi DB 5725 MB, raib...
Hukum
03 Sep 2018 / dibaca 246 kali
MANADO (BK) : Mobil milik Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Boltim, Candra Modeong (36) yang sedang parkir, menjadi sasaran maling. Sejumlah...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2018 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.