Hukum

Siswa SMP Gantung Diri

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Sunday, 19 May 2013 11:32   320 kali

KEKHAWATIRAN yang berlebihan tidak lulus Ujian Nasional (UN), membuat Fanny (17) putus asa dan nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Diduga Fanny melakukan aksi bunuh diri karena takut tak lulus UN.

"Anak perempuan saya duduk di bangku pendidikan kelas 3 SMP PGRI ini baru selesai ujian UN, tinggal tunggu hasil kelulusan," ujar ibu korban Yeni di Perumahan Reni Jaya, Depok, Jawa Barat, Minggu (19/5/2013).

Tubuh Fanny dijumpai Yeni dengan posisi tergantung dengan leher terlilit kain selendang warna coklat yang terikat di plafon langit-langit kamar korban. Fanny yang memakai baju tidur ditemukan Sabtu 18 Mei sekitar pukul 06.00 WIB.

Yeni mengakui keuangan keluarganya sedang mengalami kesusahan karena suaminya sudah tua dan sakit-sakitan. Keluarga tak menyangka anak yang memiliki sifat peduli dan rajin ini akan mengakhiri hidupnya secara tragis. Padahal, malam sebelum kejadian, Fanny sempat berbincang dengan teman-temannya.

Fanny berencana bila tidak lulus UN akan ikut ujian paket C. Namun dia tidak yakin nilai paket C dapat melanjutkan ke sekolah negeri. Fanny, kata Yeni, sangat rajin bersekolah. Dia ingin melanjutkan ke SMK dengan alasan SMK adalah sekolah yang mengajarkan ketrampilan.

Dia berniat akan bekerja selesai sekolah untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari keluarga. "Tapi dia juga ragu bisa di SMK karena di Depok SMK negeri sedikit, yang ada swasta. Apakah kami mampu bayar biaya sekolah swasta," sebut Yeni dengan mata berkaca-kaca.

"Sekarang bapaknya tidak bekerja karena sudah tua. Untuk biaya keluarga ditopang oleh anak saya nomor satu. Mungkin karena alasan itu ini dia jadi khilaf," lanjut Yeni.

Aparat Polsek Sawangan telah melakukan olah TKP, dan memastikan Fanny tewas karena gantung diri. Tidak ada tindak kekerasan di tubuh korban. Keluarga tidak bersedia divisum, jenazah Fanny langsung dikebumikan di TPU setempat.

"Tidak jadi dibawa ke RS Polri Kramatjati, karena keluarga tidak bersedia. Setelah dibuatkan surat pernyataan, jenazah diserahkan kepada keluarga," kata Wakapolsek Sawangan AKP Hendro kepada wartawan.

(dtc/bk-1)

Komentar ()
Berita Hukum
Hukum
24 Mar 2014 / dibaca 93 kali
MANADO (BK) : Unit VI Tindak Pidana Korupsi (Tidpikor) Polresta Manado melimpahkan berkas dugaan korupsi proyek fiktif pemecah ombak pantai...
Hukum
24 Mar 2014 / dibaca 160 kali
MANADO (BK) : Meydi Kalesaran (25) warga Desa Pineleng Jaga II Kecamatan Pineleng, mandi darah setelah dipukul orang tidak dikenal. Pemukulan...
Hukum
20 Mar 2014 / dibaca 272 kali
MANADO (BK) : Polisi membongkar sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang akhir-akhir ini mulai marak di Manado. 5 orang komplotan...
Hukum
20 Mar 2014 / dibaca 263 kali
MANADO (BK) : Masih ingat kasus pengeroyokan anggota Sabhara Polda Sulut di jalan Ring Road, akhir tahun lalu? Salah seorang pengeroyok, YFF...
Hukum
20 Mar 2014 / dibaca 124 kali
MANADO (BK) : Sial dialami Riyanto Makahengkeng (18), warga Kelurahan Ketang Baru Lingkungan II Kecamatan Singkil. Motor yang dikendarainya...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2014 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.