Hukum

Warga Bahodopi Sulteng Mengaku Ditipu PLN via PLN Mobile

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Tuesday, 07 February 2023 12:22   438 kali
MANADO (BK) : Dionisius Canry Hostein, warga Desa Lalampu, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah mengadukan Perusahaan Listrik Negara (PLN) ke pihak berwajib. Ia mengaku tertipu dengan prosedur pemasangan sambungan listrik baru.
 
Terungkap dalam laporan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Manado, 3 Februari 2023, Dionisius mengajukan proses pemasangan sambungan listrik baru melalui aplikasi resmi PLN Mobile untuk rumahnya yang beralamat Desa Lalampu, Kecamatan Bahodopi pada 31 Oktober 2022 lalu.
 
Pengajuan untuk daya 1.300 Watt itu telah disetujui sehingga dilakukan pembayaran alat meter Kwh sejumlah Rp1.318.000,- melalui OVO dengan nomor registrasi 3121112048223.
 
"Proses transaksinya di Manado saat saya lagi beberja di RSUP Kandou Malalayang," ungkap Dionisius.
 
Setelah dilakukan pelunasan, ia kemudian ditelpon call center 021-123 yang menyampaikan telah menerima proses pelunasan tersebut. Disebutkan juga, pemasangan akan dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) adalah menunggu paling cepat 5 hari dan paling lambat 15 hari kerja.
 
"Kata operatornya, apabila Kwh belum juga terpasang, karena alasan penambahan jaringannya travo denganpaling lama 25 hari kerja," kata Dionisius.
 
Setelah 21 hari, tepatnya 21 November 2022, ia sempat menghubungi kembali call center 021-123 untuk menanyakan apakah meter Kwh di rumahnya sudah terpasang, namun petugas yang menerima telponnya menjawab petugas PLN Bahodopi (PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Bungku) akan segera memasangnya pada 1 Desember 2022.
 
Dionisius pun disuruh untuk menyiapkan meterai untuk menerima barang pesanan meter Kwh karena akan ada petugas PLN akan ke rumahnya di Lorong Buntu Desa Lalampu pada tanggal tersebut.
 
Namun setelah beberapa hari kemudian, ia menerima telpon dari petugas PLN Bahodopi bahwa untuk pemasangan sambungan listrik baru sudah ditutup sejak April 2022, dengan alasan travo atau daya tidak mampu.
 
"Ini yang jadi pertanyaan kami konsumen, kalau sudah ditutup sejak April, kenapa pengajuan sambungan baru saya diterima oleh aplikasi resmi PLN?" tukasnya.
 
Dionisius pun ikut melampirkan beberapa dokumen yang akan dijadikan bukti seperti rekaman petugas PLN, transaksi pembayaran online melalui aplikasi OVO dan juga proses pengajuan melalui aplikasi PLN Mobile.
 
"Ini jelas ada indikasi penipuan melalui aplikasi resmi PLN. Dan saya yakin masih banyak korban lainnya di daerah saya (Bahodopi)," pungkasnya.
 
Kasi Humas Polresta Manado, Ipda Agus Haryono saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan tersebut. "Sedang diproses ke bagian reskrim laporan tersebut," singkatnya.
 
Sementara itu, Manajer Komunikasi UIW Suluttenggo Marthen Salmon saat dikonfirmasi terkait laporan tersebut, tidak memberi respon. Pesan whatsapp yang dikirim ke nomor 0813-4242-47** tidak memberi jawaban.
 
Sekadar diketahui, Unit Layanan Pelanggan (ULP) Bungku merupakan bagian dari PLN Wilayah Suluttenggo (UIW Suluttenggo) yang berkedudukan di Manado, Sulawesi Utara.
 
Editor: Asrar Yusuf
Komentar ()
Berita Hukum
Hukum
31 Dec 2022 / dibaca 253 kali
MANADO (BK) : Ribuan personel Polda Sulut siap mengawal dan mengamankan perayaan malam pergantian tahun 2022 ke 2023 di wilayah Kota Manado...
Hukum
25 Dec 2022 / dibaca 251 kali
MANADO (BK) : Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Setyo Budiyanto memantau situasi kamtibmas malam Natal di sekitar Kota Manado, Sabtu...
Hukum
24 Dec 2022 / dibaca 244 kali
MANADO (BK) : Anggota Composite Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Sulut melaksanakan sterilisasi di sejumlah gereja di Kota Manado, jelang...
Hukum
24 Dec 2022 / dibaca 233 kali
MANADO (BK) : Sebanyak 1137 personel Polda Sulut siap mengamankan perayaan ibadah malam Natal 25 Desember 2022.   Kesiapan...
Hukum
16 Dec 2022 / dibaca 248 kali
MANADO (BK) : Forkopimda bersama stake holder terkait di Sulawesi Utara mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektor, dalam rangka...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2023 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.