Kesehatan

Wabup Hadiri Raker Kesda

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Wednesday, 10 April 2019 08:26   385 kali

MANADO (BK): Wakil Bupati (Wabup) Kepulauan Sangihe Helmud Hontong SE menghadiri Rapat Kerja (Raker) Kesehatan Daerah (Kesda), di Grand Kawanua Convention Center Manado, Selasa (9/4/2019).

 

Kegiatan tersebut bertemakan Kolaborasi Provinsi dan Kabupaten/Kota dalam penguatan pelayanan kesehatan menuju cakupan kesehatan semesta. 

 

Acara dibuka Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Utara Drs Steven OE Kandouw. Peserta berasal dari Bupati dan Walikota/Wakil Bupati dan Wakil Walikota seluruh Sulut, para kepala dinas kesehatan bersama jajarannya, dan para kepala puskesmas seluruh Sulawesi Utara (Sulut). 

 

Pemateri utama dalam adalah Menteri Kesehatan (Menkes) Republik Indonesia (RI) Prof Dr dr Nila Djuwita F Moeloek SpM (K). Menteri mengatakan, angka harapan hidup Sulut termasuk rendah yakni 67,5 lebih rendah dari angka harapan hidup seluruh Indonesia yakni 71,48. Karena itu masyarakat harus lebih memperhatikan gaya hidup sehat.

 

Dalam sesi dialog, Wabup Hontong menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah pusat kepada Kabupaten Kepulauan Sangihe, dimana salah satu bentuk perhatian yang diberikan adalah alokasi dana untuk pembangunan rumah sakit di Kabupaten Kepulauan Sangihe. 

 

Wabup juga mempertanyakan penandatangan kerjasama pemerintah pusat dengan kabupaten /kota seluruh Indonesia termasuk Kabupaten Kepulauan Sangihe mengenai penempatan para dokter ahli tersebar di kabupaten/kota seluruh Indonesia yang belum terealisasi.

 

"Juga meminta adanya kebijakan tentang menanganan pasien dengan BPJS yang berada di pulau-pulau terluar yang kadangkala mengalami kesulitan dalam pengurusan administrasi pengobatan. Apabila kartu BPJS mereka tertinggal di kampung, karena adanya kondisi yg mendesak ketika pasien harus dirujuk ke rumah sakit," kata Wabup. 
 

Pula disampaikannya, tentang kurangnya tenaga bidan di Kabupaten Kepulauan Sangihe yang berpengaruh terhadap tingkat resiko kematian ibu dan anak dalam proses persalinan. 

 

Sementara itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Republik Indonesia (RI) Prof Dr dr Nila Djuwita F Moeloek SpM (K) memberikan tanggapan bahwa tindaklanjut penandatangan penempatan dokter ahli sedang dalam proses. Perpres rencana berlaku mulai 18 April 2019. 


"Sudah meminta kepada Direktur BPJS kiranya dapat melakukan beberapa kebijakan sehingga tidak memperumit perawatan pasien BPJS,salah satunya sepert kondisi yang disampaikan oleh Wakil Bupati Kepulauan Sangihe. Kabupaten/Kota dapat mengontrak tenaga bidan yang ditempatkan di kampung-kampung dengan memanfaatkan dana desa,tetapi harus dengan keputusan musyawarah desa," kata dia. 
 

Dalam rangkaian raker juga dilaksanakan pameran inovasi Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, Rumah Sakit, dan mitra kerja Provinsi Sulawesi Utara.

 

(fad/bk-1)

Komentar ()
Berita Kesehatan
Kesehatan
10 Feb 2018 / dibaca 563 kali
JAKARTA (BK): Profesi sebagai wartawan ternyata juga bisa menyebabkan serangan berbagai penyakit, dari ringan sampai berat.   Namun...
Kesehatan
26 Dec 2017 / dibaca 850 kali
KARAWACI (BK): Musim liburan adalah masa yang dinanti banyak orang, yang merupakan saat untuk memberi, berbagi, dan dekat dengan orang yang...
Kesehatan
23 Dec 2017 / dibaca 888 kali
MANADO (BK):  Ikatan Alumni (Iluni) Universitas Indonesia (UI) wilayah Sulawesi Utara (Sulut) menggelar kegiatan bakti sosial,  di...
Kesehatan
01 Dec 2017 / dibaca 1045 kali
  Pentingnya Penyuluhan Pencegahan Penyakit Malaria   APA ITU MALARIA.....??? Malaria adalah Penyakit yang...
Kesehatan
17 Nov 2017 / dibaca 985 kali
MANADO (BK):  Untuk pertama kalinya Siloam Hospitals Manado bekerjasama dengan Tempo Media Group mengadakan Talk show dengan topik...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.