Kesehatan

Wabup Hadiri Raker Kesda

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Wednesday, 10 April 2019 08:26   562 kali

MANADO (BK): Wakil Bupati (Wabup) Kepulauan Sangihe Helmud Hontong SE menghadiri Rapat Kerja (Raker) Kesehatan Daerah (Kesda), di Grand Kawanua Convention Center Manado, Selasa (9/4/2019).

 

Kegiatan tersebut bertemakan Kolaborasi Provinsi dan Kabupaten/Kota dalam penguatan pelayanan kesehatan menuju cakupan kesehatan semesta. 

 

Acara dibuka Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Utara Drs Steven OE Kandouw. Peserta berasal dari Bupati dan Walikota/Wakil Bupati dan Wakil Walikota seluruh Sulut, para kepala dinas kesehatan bersama jajarannya, dan para kepala puskesmas seluruh Sulawesi Utara (Sulut). 

 

Pemateri utama dalam adalah Menteri Kesehatan (Menkes) Republik Indonesia (RI) Prof Dr dr Nila Djuwita F Moeloek SpM (K). Menteri mengatakan, angka harapan hidup Sulut termasuk rendah yakni 67,5 lebih rendah dari angka harapan hidup seluruh Indonesia yakni 71,48. Karena itu masyarakat harus lebih memperhatikan gaya hidup sehat.

 

Dalam sesi dialog, Wabup Hontong menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah pusat kepada Kabupaten Kepulauan Sangihe, dimana salah satu bentuk perhatian yang diberikan adalah alokasi dana untuk pembangunan rumah sakit di Kabupaten Kepulauan Sangihe. 

 

Wabup juga mempertanyakan penandatangan kerjasama pemerintah pusat dengan kabupaten /kota seluruh Indonesia termasuk Kabupaten Kepulauan Sangihe mengenai penempatan para dokter ahli tersebar di kabupaten/kota seluruh Indonesia yang belum terealisasi.

 

"Juga meminta adanya kebijakan tentang menanganan pasien dengan BPJS yang berada di pulau-pulau terluar yang kadangkala mengalami kesulitan dalam pengurusan administrasi pengobatan. Apabila kartu BPJS mereka tertinggal di kampung, karena adanya kondisi yg mendesak ketika pasien harus dirujuk ke rumah sakit," kata Wabup. 
 

Pula disampaikannya, tentang kurangnya tenaga bidan di Kabupaten Kepulauan Sangihe yang berpengaruh terhadap tingkat resiko kematian ibu dan anak dalam proses persalinan. 

 

Sementara itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Republik Indonesia (RI) Prof Dr dr Nila Djuwita F Moeloek SpM (K) memberikan tanggapan bahwa tindaklanjut penandatangan penempatan dokter ahli sedang dalam proses. Perpres rencana berlaku mulai 18 April 2019. 


"Sudah meminta kepada Direktur BPJS kiranya dapat melakukan beberapa kebijakan sehingga tidak memperumit perawatan pasien BPJS,salah satunya sepert kondisi yang disampaikan oleh Wakil Bupati Kepulauan Sangihe. Kabupaten/Kota dapat mengontrak tenaga bidan yang ditempatkan di kampung-kampung dengan memanfaatkan dana desa,tetapi harus dengan keputusan musyawarah desa," kata dia. 
 

Dalam rangkaian raker juga dilaksanakan pameran inovasi Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, Rumah Sakit, dan mitra kerja Provinsi Sulawesi Utara.

 

(fad/bk-1)

Komentar ()
Berita Kesehatan
Kesehatan
22 Oct 2018 / dibaca 4350 kali
MANADO (BK) : Penyakit dekompresi yang kerap dialami penyelam laut, ternyata bisa ditangani dengan pengobatan Hyperbaric Oxygen Therapy...
Kesehatan
18 Aug 2018 / dibaca 1249 kali
MANADO (BK):  LIPPO Group  menyerahkan dana sebesar Rp. 29,950,000.- sebagai bentuk kepedulian terhadap pembangunan kesehatan ibu...
Kesehatan
11 Aug 2018 / dibaca 1508 kali
Manado (BK): PT Siloam International Hospitals, Tbk. (“Siloam”) memperluas jalinan kerjasama dengan PT Asuransi Jiwa Inhealth...
Kesehatan
24 Jul 2018 / dibaca 1106 kali
MANADO(BK): PT. Siloam International Hospitals, Tbk. (“Siloam”) memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2018 dengan melakukan...
Kesehatan
06 Jul 2018 / dibaca 3327 kali
MANADO (BK):   RSUP Prof. Kandou Malalayang Manado, berhasil melakukan operasi neurointervensi (intervensi saraf) kepada dua pasien, di...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2020 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.