Kotamobagu

Kisah Susianti Mamonto, Guru yang Rela Kunjungi Rumah Siswa untuk Mengajar Saat Pandemi Covid-19

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Tuesday, 29 June 2021 18:34   231 kali
Susianti Mamonto A.Ma, wali kelas 1 SDN 3 Moyag, Kecamatan Kotamobagu Timur, Kotamobagu berfoto bersama anak didiknya pada penerimaan rapor. (foto: istimewa) 
 
 
 
PANDEMI Covid-19 nyaris melumpuhkan seluruh sektor kehidupan. Berbagai kebijakan dilakukan pemerintah untuk memutus mata rantai penularan pandemi ini. Salah satunya adalah penerapan kebijakan social distancing, dimana warga harus menjalankan seluruh aktivitas di rumah seperti bekerja, belajar dan termasuk juga dalam melaksanakan ibadah.
 
Sektor pendidikan juga turut terkena dampak dari virus asal Wuhan, China. Diawal pandemi, kegiatan belajar mengajar terpaksa harus dilakukan dalam jarak jauh. Pembelajaran yang lebih dikenal dengan sebutan daring.
 
Kondisi ini sempat dirasakan oleh Susianti Mamonto A.Ma, wali kelas 1 SDN 3 Moyag, Kecamatan Kotamobagu Timur, Kota Kotamobagu. Awal belajar daring mengikuti aturan pemerintah dirasakannya sangat kesulitan.
 
Banyak yang tidak bisa mengikutinya karena keterbatasan perangkat untuk mengikuti sistem belajar jarak jauh. Belum lagi anak didiknya yang tidak semuanya memiliki fasilitas yang menunjang belajar jarak jauh seperti handphone android. Keterbatasan anak yang masih tergolong berusia dini dalam menggunakan android juga menjadi kendala.
 
“Belajar daring memang tidak maksimal dalam mengukur kemampuan siswa menerima pelajaran yang diberikan, tapi tetap harus dilakukan agar suasana belajar tetap dirasakan oleh anak,” katanya.
 
Tapi, demi untuk meningkatkan mutu pendidikan anak dimasa pandemi ini, ia tidak putus asa. Berbagai cara dilakukannya agar anak didiknya tetap mendapatkan pendidikan meski dengan segala keterbatasan. “Saya tidak ingin anak-anak (didiknya) ketinggalan mata pelajaran,” ujar Susianti.
 
Meski begitu, ia tetap berupaya dan menyempatkan agar belajar tatap muka tetap dilakukan karena dianggapnya efektif dan cepat diterima oleh anak didiknya. “Biasanya seminggu sekali,” katanya.
 
Ia pun pernah harus mengunjungi lima sampai enam rumah anak didiknya agar belajar tatap muka tetap terpenuhi. Jadwal pun dibaginya agar semua anak didiknya mendapat pembelajaran yang sama. Biasanya, dengan mengumpulkan 4 atau 5 siswa dalam sekali jadwal sehari.
 
“Misalnya, hari Senin 4 siswa belajar di rumah siswa A. Pekan depannya mereka berempat tetap tapi belajarnya ke rumah siswa B, dan seterusnya. Jam pelajaran juga dibatasi hanya 2 atau 3 jam saja,” ujar Susianti.
 
Ketika kondisi Covid-19 telah menurun di Kotamobagu, dan pemerintah sedikit melonggarkan aturan sekolah-sekolah dapat melakukan belajar tatap muka, membuat Susianti Mamonto ikut senang. Tandanya, ia dapat menularkan ilmunya, meski belajar luring dengan aturan dan sejumlah pembatasan.
 
“Yang pasti dong, anak didik saya harus menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan sebelum masuk kelas. Untuk anak didik saya karena masih kelas 1, kami meminta orangtua untuk ikut mengawasi dalam hal protokol kesehatan,” ungkapnya.
 
Beberapa siswa terlihat sedang bermain di halaman SDN 3 Moyag, Desa Moyag, Kecamatan Kotamobagu Timur, Kotamobagu. Terlihat orangtua yang sedang menunggu di dalam dan di luar ruangan. Hari itu, Selasa (29/6/2021), sedang diadakan penerimaan hasil belajar siswa (rapor).
 
Memang tidak semua siswa hadir pada penerimaan rapor. Kalau pun yang hadir karena mengikuti orangtua yang akan menerima rapor.  Pihak sekolah memang hanya memanggil orangtua dengan alasan agar tidak terjadi kerumunan.
 
Penerimaan rapor ini sekaligus mengakhiri perjalanan panjang selama setahun sistem pembelajaran dimasa pandemi Covid-19. Namun oleh Susianti Mamonto, ini bukanlah akhir. “Pandemi ini masih belum berakhir. Kami akan terus berusaha mengajar agar anak-anak tidak ketinggalan mata pelajaran,” pungkasnya.
 
(acha/bk-8)
Komentar ()
Berita Kotamobagu
Kotamobagu
02 Apr 2018 / dibaca 1318 kali
KOTAMOBAGU (BK) : Puluhan wartawan yang mengatasnamakan Aliansi Jurnalis Bolmong Raya (BMR), berunjuk rasa di Bundaran Universitas Dumoga...
Kotamobagu
15 Mar 2018 / dibaca 1180 kali
KOTAMOBAGU (BK) : Pemadaman listrik yang kerap terjadi di Kotamobagu dan sekitarnya, disikapi oleh anggota DPRD Sulut, Raski Azhari...
Kotamobagu
15 Mar 2018 / dibaca 1799 kali
KOTAMOBAGU (BK) : Pemadaman listrik kerap terjadi di Kotamobagu dan sekitarnya dalam sepekan terakhir. Aktivitas masyarakat pun menjadi...
Kotamobagu
14 Mar 2018 / dibaca 1204 kali
KOTAMOBAGU (BK) : DM alias Iki (15), pelaku pencabulan terhadap seorang bocah SD, ternyata seorang residivis. Warga Kecamatan Kotamobagu Barat...
Kotamobagu
14 Mar 2018 / dibaca 1630 kali
KOTAMOBAGU (BK) : Seorang bocah sebut saja Jingga (9), menjadi korban pencabulan oleh tetangganya sendiri. Peristiwa itu terjadi di salah satu...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2021 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.