Lingkungan

Sekolah Jurnalistik Lingkungan AJI Manado, Mahasiswa ini Rela Masuk Lumpur

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Sunday, 14 August 2016 21:33   793 kali
Sekolah Jurnalistik untuk Mahasiswa yang digelar Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Manado di Mangrove Park Bahowo, Kelurahan Tongkeina Kecamatan Bunak
MANADO (BK): Para mahasiswa ini patut diacungi jempol. Mereka rela berlumpur ria hanya untuk mengikuti Sekolah Jurnalistik untuk Mahasiswa yang digelar Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Manado di Mangrove Park Bahowo, Kelurahan Tongkeina Kecamatan Bunaken, Sabtu (13/8/2016).
 
Ketua AJI Manado Yoseph Ikanubun mengatakan, kegiatan ini bagian dari rangkaian program 'Journalism In Natural Resources Politics', dengan dukungan lembaga donor dari Kanada, yakni Development and Peace (DnP). Dimana, puluhan mahasiswa ini diajak belajar jurnalistik, sambil diberi pemahaman terkait seluk beluk mangrove.
 
"Sasarannya mahasiswa, terutama Pers kampus dan pencinta alam," ujar Ikanubun.
 
Selain mendapatkan pendidikan jurnalistik dasar, para peserta yang berasal dari beberapa Pers Mahasiswa dari sejumlah Universitas dan Perguruan Tinggi di Sulut ini juga diarahkan melakukan observasi dan reportase di lapangan. Sasaran yang dituju adalah areal pembibitan dan penanaman mangrove.
 
Pada kesempatan itu, Rio Puasa yang mewakili Manengkel Solidaritas, memberi penjelasan mengenai mangrove yang dibudidayakan di Kampung Bahowo, Kelurahan Tongkeina Lingkungan IV. Disebutkan, sudah ada 500 bibit mangrove yang ditanam di pesisir pantai Bahowo, dan ratusan bibit lainnya yang siap tanam.
 
“Di Bahowo sudah terbentuk kelompok pengelola mangrove yang diketuai oleh Nova Loho. Mereka melakukan pencarian bibit, penanaman sampai dengan proses penjualan mangrove,” papar Rio yang didampingi Sekretaris AJI Manado, Fernando Lumowa.
 
Manengkel Solidaritas itu sendiri adalah sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak dalam upaya pelestarian alam dan konservasi. Fokus utama lembaga ini adalah konservasi kawasan pesisir dan laut.
 
“Jenis mangrove yang dibudidayakan di Bahowo diantaranya Rizophora mucronata, Rizhopora apiculata, Ceriops tagal dan Bruguiera ghimnorrizha,” tambah Rio lagi.
 
Antusias peserta sangat terlihat saat mengikuti observasi dan repostase lapangan. Meski harus melintasi kawasan hutan mangrove yang berlumpur sepanjang 100 meter, dilalui tanpa ada keluhan sedikit pun.
 
Usai peninjauan lapangan, peserta selanjutnya mendapat materi dari Owner Manengkel Solidaritas, Sella Runtu dengan moderator Rine Araro. Sella memaparkan proyek mangrove park yang sementara dijalankan atas inisiatif empat lembaga yakni Manengkel Solidaritas, AJI Manado, Konsorsium Mitra Bahari, dan PT Tirta Investama Airmadidi.
 
“Mangrove ini punya banyak manfaat ekologis maupun ekonomi. Termasuk menyangga Taman Nasional Bunaken,” terang Sela bersama Sonny Tadsijawa dari WCS.
 
Pada sesi terakhir, puluhan mahasiswa ini diarahkan untuk menulis berita terkait hasil observasi dan reportase di lapangan. Ketua Bidang Advokasi AJI Manado, Pengasihan Susanto Amisan dan Ketua Bidang Pendidikan, Ady Putong menyampaikan materi terkait kode etik jurnalistik serta teknik penulisan berita berdasarkan kaidah jurnalistik.
 
Peserta kemudian dibagi dalam lima kelompok dan diberikan waktu untuk mempresentasikan hasil tulisan berdasarkan reportase di lapangan dalam bentuk berita. Personil AJI Manado, Finneke Wolajan, Asrar Yusuf, Erick Tambuwun, Franky Salindeho dan Lynvia Ghunde diberikan kesempatan untuk membimbing peserta untuk penulisan berita berdasarkan kaidah jurnalistik.
 
"Kami dapatkan pengalaman berharga tentang mangrove serta kesempatan belajar jurnalistik," ucap Monica Monintja, peserta asal Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK) Universitas Negeri Manado (Unima).
 
Pada penutupan kegiatan, Ketua Bidang Organisasi AJI Manado, Agust Hari menyampaikan kerja-kerja bersama dalam upaya pelestarian lingkungan, kedepannya akan terus berjalan, berjejaring dengan kelompok-kelompok masyarakat serta mahasiswa. “Masih banyak yang akan kita lakukan depannya untuk upaya pelestarian lingkungan,” tutup Hari.
 
(acha/bk-8)
Komentar ()
Berita Lingkungan
Lingkungan
05 Nov 2015 / dibaca 1617 kali
MANADO (BK): Wali Kota Manado, G.S. Vicky Lumentut diundang Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya, Tuti...
Lingkungan
04 Nov 2015 / dibaca 1442 kali
MANADO (BK) : Calon Walikota Manado, Hanny Joost Pajouw (HJP) kembali menyatakan satu diantara berbagai persoalan serius dan krusial di Kota Manado...
Lingkungan
21 Sep 2015 / dibaca 1190 kali
MANADO – Setiap hari, dalam satu setengah bulan terakhir keluarga Hanny Joost Pajouw atau Kel. Pajouw – Mailoor masuk keluar lingkungan di sejumlah...
Lingkungan
16 Aug 2015 / dibaca 1134 kali
MANADO (BK) : Kegiatan Save Our Littoral Life di Kota Manado menelorkan dua rekor Museum Rekor Indonesia (MURI). Penanaman terumbu karang...
Lingkungan
30 Jul 2015 / dibaca 1161 kali
JAKARTA (BK) : Institut Pembangunan Berkelanjutan didirikan di Jakarta pada 21 Januari 2015 oleh Dr Auderey Tangkudung Msi dan Dr Dhita Hapsarani...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2018 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.