Liputan Khusus

GMNI Sulut Desak Pemprov Sulut Segera Bentuk Tim Khusus Cegah Gerakan Intoleran

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Thursday, 15 February 2018 20:11   292 kali

MANADO (BK): Beberapa waktu belakangan ini, telah terjadi serangkaian peristiwa berupa intimidasi kepada para tokoh agama dan teror terhadap rumah ibadah yang memilukan kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia.  Beberapa kejadian ini antara lain, kepada ;

 

1) Ulama, tokoh NU, dan pengasuh Pondok Pesantren Al-Hidayah, Cicalengka, Bandung, KH. Umar Basri pada tanggal 27 Januari 2018,

 

2) Ulama sekaligus Pimpinan Pusat Persis, H. R. Prawoto, dianiaya hingga meninggal oleh orang tak dikenal pada tanggal 1 Februari 2018,

 

3) Persekusi terhadap Biksu Mulyanto Nurhalim dan pengikutnya di Desa Caringin, Kec. Legok, Kab. Tangerang pada tanggal 7 Februari 2018,

 

4) Serangan terhadap peribadatan di Gereja St. Ludwina, Desa Trihanggo, Kec. Gamping, Kab. Sleman pada tanggal 11 Februari 2018, yang menyebabkan Romo Prier dan pengikutnya mengalami luka berat akibat sabetan senjata tajam.

 

5) Perusakan masjid di Tuban, Jawa Timur.

 

6) Pelecehan terhadap rumah ibadah umat beragama Hindu di Bima, NTB pada tanggal 12 Februari 2018, dan berbagai kejadian lainnya yang belum terekspos oleh media.

 

Ini jelas merupakan gerakan - gerakan intoleran yang tidak mencerminkan ke - Indonesiaan dan jelas bertolak belakang dengan ideologi kita yaitu Pancasila. Kami kaum nasionalis yang tergabung di Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)  jelas menolak hal - hal yang bersifat  intoleran seperti ini, tentunya dalam hal ini merekomendasikan kepada pihak pemerintah terlebih khusus pemerintah provinsi Sulut agar memperhatikan dan menginstruksikan kepada segenap jajaran beserta lembaga yang terkait terlebih khusus kepada masyarakat untuk tetap menjaga stabilitas kehidupan berbangsa dan bernegara dengan terus bahu - membahu memerangi intoleran, mengingat Sulut adalah salah satu  daerah yang dikenal dengan kemajemukannya yang dikenal dengan slogan "Torang Samua Basudara" agar tetap bersatu untuk menjaga dan meningkatkan rasa persaudaraan kita sebagai satu bangsa, satu bahasa,dan satu tanah air seperti yang terkandung dalam Sumpah Pemuda.

 

 

Ketua DPD GMNI Sulut Farland Lengkong SIP, MAP kepada beritakawanua.com  mendesak  Pemerintah Provinsi Sulut agar bisa berkoordinasi dengan lembaga keamanan negara seperti Polda dan Kodam, sekiranya dapat membentuk tim khusus yang bekerja untuk menginvestigasi gerakan - gerakan intoleran di Sulawesi Utara.

 

 

Farland menganalogikan seperti tetesan air di atas batu yang keras, artinya kelihatan seperti tidak masalah tapi jika dibiarkan maka lama kelamaan akan batu tersebut akan pecah karena tetesan air tersebut, seperti halnya juga dengan toleransi di daerah Sulawesi Utara yang sangat dibanggakan dan dicontohi oleh daerah lain. "Bahkan ada yang sampai Pemerintah dari daerah lain diluar Sulawesi Utara datang untuk Study Banding ke Sulawesi Utara hanya untuk melihat Toleransi warga Sulawesi Utara yang saling menghargai satu dengan yang lain," ungkap Farland. Saya juga menhimbau untuk segenap masyarakat yang ada di Sulawesi Utara untuk sadar dan tetap menjadi fungsi kontrol dalam menyikapi masalah intoleran yang marak belakangan ini.

 

 

 

(BK/JM)

 

Komentar ()
Berita Liputan Khusus
Liputan Khusus
02 Sep 2018 / dibaca 701 kali
                         ...
Liputan Khusus
26 Aug 2018 / dibaca 438 kali
JAKARTA (BK): Wenny Warouw, anggota komisi III DPR RI dari fraksi Partai Gerindra, mengungkapkan masih banyak ide dan gagasan dari masyarakat...
Liputan Khusus
02 Aug 2018 / dibaca 305 kali
BITUNG (BK): Kolaborasi Senator DPD dan Tenaga Ahli DPR RI, menghasilkan kegiatan produktif berupa Parlemen Mengajar.   Hal ini...
Liputan Khusus
29 Jul 2018 / dibaca 602 kali
MINAHASA (BK):  Salah satu bentuk untuk mewujudkan hobi dari para pencinta Otomotif adalah apabila mengadakan touring bareng dengan sesama...
Liputan Khusus
26 Jul 2018 / dibaca 599 kali
JAKARTA (BK):  Putra Kawanua, Jerry Sambuaga dilantik sebagai anggota DPR RI menggantikan Aditya Moha Siahaan (ADM) yang tersangkut kasus...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.