Manado

Demo di Kantor Walikota, Masyarakat Malalayang Dua Tuntut Lurah Dipecat

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Thursday, 12 September 2019 19:39   311 kali
MANADO (BK) : Puluhan warga Kelurahan Malalayang Dua melakukan aksi damai di depan Kantor Walikota Manado, Kamis (12/9/2019).
 
 
Aksi terpantau bergerak dari Kelurahan Malalayang Dua ke Kantor Walikota pada Pukul 11.45 WITA, dengan menggunakan kendaraan roda empat dan roda dua.
 
 
Setibanya di Kantor Walikota, secara bergantian para tokoh masyarakat berorasi. Sementara warga lainnya membentangkan spanduk dan poster bertuliskan “Pecat Lurah Malalayang Dua, Tolak Lurah Tidak Bisa Mengayomi dan Tolak Lurah Kasar Terhadap Masyarakat”.
 
 
Poster lain yang dibentangkan bertuliskan “Tolak Lurah Yang Tidak Bisa Mengayomi Masyarakat, Tolak Lurah Yang Sombong serta Tolak Lurah Yang Mengambil Keputusan Sendiri”.
 
 
Koordinator aksi, Mateos Tenda saat menyampaikan pernyataan sikap warga, meminta Walikota dan Wakil Walikota untuk segera mengganti lurah yang baru. Dia juga meminta kepada DPRD Kota Manado mengusut perilaku lurah yang dianggap telah menyebabkan terjadinya tragedi kemanusiaan, menyusul adanya penolakan pemakaman salah seorang warga yang meninggal.
 
 
Wakil Walikota Manado, Mor Bastiaan menerima masyarakat Kelurahan Malalayang Dua yang melaksanakan aksi damai di depan Kantor Walikota. (foto : ist)
 
 
Warga kemudian diterima Wakil Walikota, Mor Bastiaan. Mor berjanji akan menampung aspirasi yang disampaikan masyarakat Malalayang Dua. Menurutnya, pemerintah kota dari tingkatan Walikota hingga Kepala Lingkungan, akan selalu memberikan pelayanan yang terbaik buat masyarakat.
 
 
“Kami akan selalu menjunjung tinggi etika terhadap pelayanan di tengah-tengah masyarakat,” ujar Wakil Walikota.
 
 
Lanjutnya, Pemerintah Kota Manado juga akan menindaklanjuti dengan mencari informasi mengenai pelayanan yang kurang baik terhadap masyarakat. “Jika memang terbukti, akan kami proses sesuai dengan hukum yang berlaku,” kata Wakil Walikota.
 
 
Aksi damai yang dikawal oleh DPD Gerakan Anti Korupsi Independen Sulawesi Utara, dan mendapat pengamanan dari Polresta Manado ini, kemudian berakhir dengan aman dan kondusif.
 
 
Aksi damai tersebut merupakan buntut dari sikap lurah yang menolak pemakaman almarhumah Merry Kelatow di lokasi pemakaman yang telah dibeli masyarakat di Desa Kalasey. Karena penolakan itu, pemakaman almarhumah terpaksa dialihkan ke lokasi pekuburan umum untuk warga Malalayang Dua di sebelah SPBU, yang telah penuh sesak dan tak bisa lagi ditambah.
 
 
Akibatnya, almarhumah dimakamkan dengan sangat tidak layak dan memprihatinkan karena posisi peti yang rata dengan tanah, sehingga tidak bisa ditimbun. Parahnya lagi, oknum lurah saat memberikan sambutan pada ibadah pemakaman dianggap warga sangat kasar.
 
 
(bk-8)
Komentar ()
Berita Manado
Manado
29 Jul 2019 / dibaca 250 kali
MANADO (BK): Bupati Minahasa Selatan (Minsel), Christiany Eugenia Paruntu SE bersama Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jenny Johan...
Manado
26 Jul 2019 / dibaca 208 kali
MANADO (BK) : Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Manado memperingati Hari Anak Nasional (HAN) dengan menggelar diskusi lepas bertemakan...
Manado
26 Jul 2019 / dibaca 268 kali
MANADO (BK) : Tak lama lagi Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) akan menorehkan sejarah. 3 rekor dunia selam akan dibuat di Teluk...
Manado
22 Jul 2019 / dibaca 185 kali
MANADO (BK): Bupati Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Christiany Eugenia Paruntu SE ikut menghadiri puncak acara peringatan hari bhakti...
Manado
19 Jul 2019 / dibaca 165 kali
MANADO (BK): Sejak Kamis kemarin hingga Jumat hari ini (18-19/7/2019), Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Minahasa...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.