Manado

Ini 3 Fokus Utama Aspirasi Warga di Reses Wahid Ibrahim

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Friday, 09 June 2017 13:07   269 kali
MANADO (BK): Ratusan warga asal Kelurahan Sindulang memadati agenda reses yang digelar Wahid Ibrahim di kompleks Masjid Darussalam. Politisi PAN ini sengaja menggelar reses di wilayah tersebut, sekaligus berbuka puasa bersama.
 
Dalam reses yang digelar Wahid, ada 3 fokus utama aspirasi yang disampaikan warga kepada anggota Komisi D DPRD Kota Manado, komisi yang membidangi kesejahteraan ini.
 
Pertama adalah persoalan BPJS Kesehatan, dimana banyak masyarakat mulai mengeluhkan pembayaran per bulan dari asuransi kesehatan milik pemerintah tersebut. Warga mengaku, dengan sistem pembayaran sendiri, mereka yang berpendapatan pas-pasan akan sangat sulit membayar setiap bulannya.
 
"Apalagi itu dibayar per orang. Jadi kalau kami dalam sekeluarga ada 5 orang yang bayarnya 5 kali. Kalau bisa ada bantuan dari pemerintah," kata warga saat sesi tanya jawab.
 
Fokus aspirasi kedua terkait dengan penyaluran bantuan beras miskin atau lebih dikenal dengan istilah Raskin. Pasalnya, saat ini ada kebijakan pengurangan jatah penerima bantuan beras dengan harga yang miring tersebut.
 
"Pak kami minta agar ada keadilan, dimana yang harusnya dapat raskin itu adalah orang yang benar-benar berhak, bukan orang dekat dari kelurahan atau kepala lingkungan," tutur warga.
 
Sementara, aspirasi ketiga adalah permintaan bantuan pemerintah untuk pembangunan Sekolah Alkhairaat yang merupakan sekolah alternatif di daerah manado bagian utara.
 
Menanggapi hal tersebut, Wahid yang dikenal cukup vokal di DPRD Kota Manado ini mengatakan jika semua aspirasi tersebut akan disampaikan dalam bentuk laporan pribadi dan laporan komisi D.
 
"Kebetulan saya di komisi bidang kesejahteraan dan semua aspirasi ini masuk dalam bidang saya. Dan untuk itu saya akan membawa aspirasi ini," tutur Wahid.
 
Wahid melanjutkan terkait dengan BPJS, memang dirinya sempat mengemukakan kepada Pemerintah Kota Manado untuk bisa memberikan subsidi dari APBD untuk keluarga yang benar-benar tidak mampu, tapi tak tercover dari APBN.
 
"Karena terus terang saja, ternyata banyak warga yang tidak terdaftar padahal mereka benar-benar membutuhkan," kata Wahid.
 
Sementara, terkait Raskin, Wahid berharap Dinas Sosial melakukan pendataan orang berhak dan benar-benar miskin untuk mendapatkan jatah raskin yang dikurangi sampai 50 persen tersebut.
 
"Sekali lagi aspirasi ini akan saya bawa ke lembaga dewan," kata Wahid kembali.
 
(jusuf kalalo)
Komentar ()
Berita Manado
Manado
03 Jan 2018 / dibaca 152 kali
MANADO (BK): Trotoar di Kota Manado masih kurang bersahabat untuk para pejalan kaki. Tak hanya dipenuhi dengan lubang 'jebakan',...
Manado
01 Jan 2018 / dibaca 182 kali
MANADO (BK): Taman Kesatuan Bangsa (TKB) yang merupakan ikon kota Manado dipercantik dengan ditempatkannya air mancur menari atau Dancing...
Manado
28 Dec 2017 / dibaca 135 kali
MANADO (BK): Walikota Manado GS Vicky Lumentut memimpin para Aparatur Sipil Negara (ASN) melakukan giat bersih-bersih daerah terdampak bencana...
Manado
28 Dec 2017 / dibaca 177 kali
MANADO (BK): Umat nasrani di Sulawesi Utara mengucapkan terima kasih kepada GP Ansor dan Banser Nahdlatul Ulama (NU) yang setiap tahunnya...
Manado
27 Dec 2017 / dibaca 137 kali
MANADO (BK): Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sulawesi Utara, Kombes Pol Ibrahim Tompo SIK menyatakan jika selama perayaan Natal di Sulawesi...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2018 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.