Manado

Ini 3 Fokus Utama Aspirasi Warga di Reses Wahid Ibrahim

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Friday, 09 June 2017 13:07   419 kali
MANADO (BK): Ratusan warga asal Kelurahan Sindulang memadati agenda reses yang digelar Wahid Ibrahim di kompleks Masjid Darussalam. Politisi PAN ini sengaja menggelar reses di wilayah tersebut, sekaligus berbuka puasa bersama.
 
Dalam reses yang digelar Wahid, ada 3 fokus utama aspirasi yang disampaikan warga kepada anggota Komisi D DPRD Kota Manado, komisi yang membidangi kesejahteraan ini.
 
Pertama adalah persoalan BPJS Kesehatan, dimana banyak masyarakat mulai mengeluhkan pembayaran per bulan dari asuransi kesehatan milik pemerintah tersebut. Warga mengaku, dengan sistem pembayaran sendiri, mereka yang berpendapatan pas-pasan akan sangat sulit membayar setiap bulannya.
 
"Apalagi itu dibayar per orang. Jadi kalau kami dalam sekeluarga ada 5 orang yang bayarnya 5 kali. Kalau bisa ada bantuan dari pemerintah," kata warga saat sesi tanya jawab.
 
Fokus aspirasi kedua terkait dengan penyaluran bantuan beras miskin atau lebih dikenal dengan istilah Raskin. Pasalnya, saat ini ada kebijakan pengurangan jatah penerima bantuan beras dengan harga yang miring tersebut.
 
"Pak kami minta agar ada keadilan, dimana yang harusnya dapat raskin itu adalah orang yang benar-benar berhak, bukan orang dekat dari kelurahan atau kepala lingkungan," tutur warga.
 
Sementara, aspirasi ketiga adalah permintaan bantuan pemerintah untuk pembangunan Sekolah Alkhairaat yang merupakan sekolah alternatif di daerah manado bagian utara.
 
Menanggapi hal tersebut, Wahid yang dikenal cukup vokal di DPRD Kota Manado ini mengatakan jika semua aspirasi tersebut akan disampaikan dalam bentuk laporan pribadi dan laporan komisi D.
 
"Kebetulan saya di komisi bidang kesejahteraan dan semua aspirasi ini masuk dalam bidang saya. Dan untuk itu saya akan membawa aspirasi ini," tutur Wahid.
 
Wahid melanjutkan terkait dengan BPJS, memang dirinya sempat mengemukakan kepada Pemerintah Kota Manado untuk bisa memberikan subsidi dari APBD untuk keluarga yang benar-benar tidak mampu, tapi tak tercover dari APBN.
 
"Karena terus terang saja, ternyata banyak warga yang tidak terdaftar padahal mereka benar-benar membutuhkan," kata Wahid.
 
Sementara, terkait Raskin, Wahid berharap Dinas Sosial melakukan pendataan orang berhak dan benar-benar miskin untuk mendapatkan jatah raskin yang dikurangi sampai 50 persen tersebut.
 
"Sekali lagi aspirasi ini akan saya bawa ke lembaga dewan," kata Wahid kembali.
 
(jusuf kalalo)
Komentar ()
Berita Manado
Manado
28 Dec 2018 / dibaca 522 kali
MANADO (BK): Cuaca buruk yang melanda kota Manado membuat sejumlah kawasan terdampak. Angin kencang disertai hujan lebat, mengakibatkan...
Manado
26 Dec 2018 / dibaca 489 kali
MANADO (BK): Sulawesi Utara menjadi daerah yang pantas dijadikan contoh bagaimana bermasyarakat dalam kemajemukan beragama. Pasalnya, saling...
Manado
24 Dec 2018 / dibaca 419 kali
MANADO (BK): Kota Manado menjadi kota paling banyak diserbu untuk wisata belanja jelang perayaan Natal 25 Desember 2018. Ribuan masyarakat...
Manado
24 Dec 2018 / dibaca 457 kali
MANADO (BK): Menjelang akhir tahun 2018, SeaSoldier North Sulawesi, menggelar kegiatan sosialisasi untuk memberikan pemahaman kepada warga,...
Manado
21 Dec 2018 / dibaca 154 kali
MANADO (BK): Warga Kelurahan Taas Kecamatan Tikala, tepatnya di Lingkungan 1 dan Lingkungan 3, dikepung oleh banjir dadakan, Jumat 21 Desember...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.