Manado

Kasihan, Warga Tuna Netra Dilarang 'Tinggal' di Manado

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Tuesday, 04 April 2017 02:02   211 kali
MANADO (BK): Warga Tuna Netra menganggap Pemerintah Kota Manado tidak ingin mereka tinggal di daerah ini. Hal ini setelah lagi-lagi, Pemerintah Kota Manado melakukan penertiban usaha milik warga tuna netra.
 
Setelah penangkapan warga Tuna Netra yang berjualan kacang, tisu dan produk lainnya, kali ini Pemkot menghalangi usaha panti pijat milik warga Tuna Netra dengan cara memberangus papan penanda panti pijat tradisional milim mereka.
 
Bobby Onsen, juru bicara warga Juru Pijat Tuna Netra mengungkapkan, selang beberapa hari terakhir, Pemkot sangat gencar menertibkan papan reklame termasuk papan reklame milik panti pijat warga Tuna Netra.
 
Menurut Onsen, dengan ditertibkannya papan nama yang merupakan penanda jika panti pijat tradisional dengan pengelola tuna netra, maka para calon pelanggan tak akan mengetahui tempat tersebut.
 
"Terus terang kalau tidak ada penanda dalam hal ini papan nama, bagaimana pelanggan tahu kami ada untuk memijat. Kami juga kan tak bisa melihat, jadi tidak lihat kalau ada orang cari tempat kami," kata Onsen.
 
Lanjut menurut Onsen, sebenarnya mereka setuju semua kebijakan pemerintah. Namun, seharusnya pemerintah bisa melihat mana yang benar-benar bermasalah dan mana yang seharusnya dilindungi.
 
"Papan nama panti pijat kami sendiri berada di lorong, dalam rumah dan hanya pakai tempat kecil. Apakah kami yang kecil-kecil seperti ini yang selalu disalahkan?" kata Onsen.
 
Onsen juga menyampaikan keinginan bertemu langsung dengan Walikota dan Wakil Walikota untuk menyampaikan aspirasi mereka terkait perlakuan kepada mereka.
 
"Kami seolah-olah tak bisa lagi tinggal di Manado, karena berjualan maupun jadi tukang pijat tak diperbolehkan lagi oleh pemerintah. Kami hanya minta agar kami bisa mencari nafkah dengan kekurangan kami,” kata Onsen kembali.
 
Sementara, Anggota DPRD Kota Manado Stenly Tamo mengaku bingung dengan kebijakan Pemerintah yang menertibkan para warga tuna netra yang ingin mencari nafkah hidup. Menurut Tamo, harusnya pemerintah justru memberikan perlindungan kepada kaum difabilitas.
 
“Saya terus terang kaget ada laporan seperti ini (tuna netra dipersulit). Harusnya pemerintah carikan solusi bukan justru mempersulit,” kata Ketua Fraksi Hanura ini kembali.
 
(jusuf kalalo)
 
Komentar ()
Berita Manado
Manado
12 Jun 2017 / dibaca 58 kali
MANADO (BK): Sekretaris Komisi C DPRD Kota Manado, Winston Monangin secara tegas menyampaikan jika dirinya hingga saat ini tetap komitmen...
Manado
12 Jun 2017 / dibaca 57 kali
MANADO (BK): Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Manado, Markho B Tampi, nampaknya tak ingin melupakan para konsituennya yang tinggal...
Manado
12 Jun 2017 / dibaca 44 kali
MANADO (BK): Persoalan Kartu Tanda Penduduk yang hingga kini tidak jelas keberadaannya, menjadi curhatan khusus para warga Kelurahan Tumumpa 2...
Manado
12 Jun 2017 / dibaca 45 kali
MANADO (BK): Masa reses kedua di tahun 2017, dimanfaatkan Lily Binti, Ketua Komisi C DPRD Kota Manado untuk menjemput aspirasi warga di daerah...
Manado
12 Jun 2017 / dibaca 66 kali
MANADO (BK): Ketua Komisi D DPRD Kota Manado Apriano Ade Saerang, menyesalkan sikap pandang enteng yang diperlihatkan oleh Kepala Dinas...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2017 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.