Manado

Kasihan, Warga Tuna Netra Dilarang 'Tinggal' di Manado

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Tuesday, 04 April 2017 02:02   293 kali
MANADO (BK): Warga Tuna Netra menganggap Pemerintah Kota Manado tidak ingin mereka tinggal di daerah ini. Hal ini setelah lagi-lagi, Pemerintah Kota Manado melakukan penertiban usaha milik warga tuna netra.
 
Setelah penangkapan warga Tuna Netra yang berjualan kacang, tisu dan produk lainnya, kali ini Pemkot menghalangi usaha panti pijat milik warga Tuna Netra dengan cara memberangus papan penanda panti pijat tradisional milim mereka.
 
Bobby Onsen, juru bicara warga Juru Pijat Tuna Netra mengungkapkan, selang beberapa hari terakhir, Pemkot sangat gencar menertibkan papan reklame termasuk papan reklame milik panti pijat warga Tuna Netra.
 
Menurut Onsen, dengan ditertibkannya papan nama yang merupakan penanda jika panti pijat tradisional dengan pengelola tuna netra, maka para calon pelanggan tak akan mengetahui tempat tersebut.
 
"Terus terang kalau tidak ada penanda dalam hal ini papan nama, bagaimana pelanggan tahu kami ada untuk memijat. Kami juga kan tak bisa melihat, jadi tidak lihat kalau ada orang cari tempat kami," kata Onsen.
 
Lanjut menurut Onsen, sebenarnya mereka setuju semua kebijakan pemerintah. Namun, seharusnya pemerintah bisa melihat mana yang benar-benar bermasalah dan mana yang seharusnya dilindungi.
 
"Papan nama panti pijat kami sendiri berada di lorong, dalam rumah dan hanya pakai tempat kecil. Apakah kami yang kecil-kecil seperti ini yang selalu disalahkan?" kata Onsen.
 
Onsen juga menyampaikan keinginan bertemu langsung dengan Walikota dan Wakil Walikota untuk menyampaikan aspirasi mereka terkait perlakuan kepada mereka.
 
"Kami seolah-olah tak bisa lagi tinggal di Manado, karena berjualan maupun jadi tukang pijat tak diperbolehkan lagi oleh pemerintah. Kami hanya minta agar kami bisa mencari nafkah dengan kekurangan kami,” kata Onsen kembali.
 
Sementara, Anggota DPRD Kota Manado Stenly Tamo mengaku bingung dengan kebijakan Pemerintah yang menertibkan para warga tuna netra yang ingin mencari nafkah hidup. Menurut Tamo, harusnya pemerintah justru memberikan perlindungan kepada kaum difabilitas.
 
“Saya terus terang kaget ada laporan seperti ini (tuna netra dipersulit). Harusnya pemerintah carikan solusi bukan justru mempersulit,” kata Ketua Fraksi Hanura ini kembali.
 
(jusuf kalalo)
 
Komentar ()
Berita Manado
Manado
17 Nov 2017 / dibaca 93 kali
MANADO (BK): DPRD Kota Manado, Kamis 16 November 2017 akhirnya menggelar rapat paripurna laporan Panitia Khusus (Pansus) Pinjaman Anggaran ke...
Manado
15 Nov 2017 / dibaca 85 kali
MANADO (BK): Rencana Pemerintah Kota Manado untuk meminjam bantuan dana sebesar Rp200 milliar dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dengan...
Manado
15 Nov 2017 / dibaca 106 kali
MANADO (BK): Bupati Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Christiany Eugenia Paruntu SE menghadiri Kongres Trisakti ke-XX Gerakan Mahasiswa...
Manado
14 Nov 2017 / dibaca 90 kali
MANADO (BK): Pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Plafon Penggunaan Anggaran Sementara (PPAS) APBD Tahun 2018 dikebut DPRD Kota Manado....
Manado
13 Nov 2017 / dibaca 75 kali
MANADO (BK) : Rumah Makan Lolombulan di Jalan Wolter Monginsidi Malalayang Kota Manado, terbakar, Senin (13/11/2017) sore. Beruntung api cepat...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2017 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.