Manado

Kasihan, Warga Tuna Netra Dilarang 'Tinggal' di Manado

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Tuesday, 04 April 2017 02:02   243 kali
MANADO (BK): Warga Tuna Netra menganggap Pemerintah Kota Manado tidak ingin mereka tinggal di daerah ini. Hal ini setelah lagi-lagi, Pemerintah Kota Manado melakukan penertiban usaha milik warga tuna netra.
 
Setelah penangkapan warga Tuna Netra yang berjualan kacang, tisu dan produk lainnya, kali ini Pemkot menghalangi usaha panti pijat milik warga Tuna Netra dengan cara memberangus papan penanda panti pijat tradisional milim mereka.
 
Bobby Onsen, juru bicara warga Juru Pijat Tuna Netra mengungkapkan, selang beberapa hari terakhir, Pemkot sangat gencar menertibkan papan reklame termasuk papan reklame milik panti pijat warga Tuna Netra.
 
Menurut Onsen, dengan ditertibkannya papan nama yang merupakan penanda jika panti pijat tradisional dengan pengelola tuna netra, maka para calon pelanggan tak akan mengetahui tempat tersebut.
 
"Terus terang kalau tidak ada penanda dalam hal ini papan nama, bagaimana pelanggan tahu kami ada untuk memijat. Kami juga kan tak bisa melihat, jadi tidak lihat kalau ada orang cari tempat kami," kata Onsen.
 
Lanjut menurut Onsen, sebenarnya mereka setuju semua kebijakan pemerintah. Namun, seharusnya pemerintah bisa melihat mana yang benar-benar bermasalah dan mana yang seharusnya dilindungi.
 
"Papan nama panti pijat kami sendiri berada di lorong, dalam rumah dan hanya pakai tempat kecil. Apakah kami yang kecil-kecil seperti ini yang selalu disalahkan?" kata Onsen.
 
Onsen juga menyampaikan keinginan bertemu langsung dengan Walikota dan Wakil Walikota untuk menyampaikan aspirasi mereka terkait perlakuan kepada mereka.
 
"Kami seolah-olah tak bisa lagi tinggal di Manado, karena berjualan maupun jadi tukang pijat tak diperbolehkan lagi oleh pemerintah. Kami hanya minta agar kami bisa mencari nafkah dengan kekurangan kami,” kata Onsen kembali.
 
Sementara, Anggota DPRD Kota Manado Stenly Tamo mengaku bingung dengan kebijakan Pemerintah yang menertibkan para warga tuna netra yang ingin mencari nafkah hidup. Menurut Tamo, harusnya pemerintah justru memberikan perlindungan kepada kaum difabilitas.
 
“Saya terus terang kaget ada laporan seperti ini (tuna netra dipersulit). Harusnya pemerintah carikan solusi bukan justru mempersulit,” kata Ketua Fraksi Hanura ini kembali.
 
(jusuf kalalo)
 
Komentar ()
Berita Manado
Manado
03 Aug 2017 / dibaca 104 kali
MANADO (BK): Djenri Keintjem, politisi PDIP yang duduk di komisi I DPR RI bersama tenaga ahli dan stafnya melakukan pertemuan bersama dengan DPC...
Manado
03 Aug 2017 / dibaca 89 kali
MANADO (BK): Noortje Henny Van Bone seperti sudah diprediksi sebelumnya, melenggang mulus memimpin Partai Demokrat Kota Manado pada...
Manado
02 Aug 2017 / dibaca 75 kali
MANADO (BK): Barisan Massa Demokrat (BMD) Kota Manado resmi terbentuk setelah DPP BMD pimpinan Supandi R Sugondo menunjuk Jimmy Sangkay...
Manado
02 Aug 2017 / dibaca 59 kali
MANADO (BK): Fatma bin Syech Abubakar dipilih menjadi pembawa sambutan alumni Universitas Nusantara (UN) saat gelaran kegiatan Dies Natalis ke...
Manado
02 Aug 2017 / dibaca 88 kali
MANADO (BK): Ketua Badan Pembinaan Organisasi Keanggotaan dan Kaderisasi DPP Partai Demokrat Pramono Edhie Wibowo menegaskan jika kader...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2017 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.