Manado

Kasihan, Warga Tuna Netra Dilarang 'Tinggal' di Manado

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Tuesday, 04 April 2017 02:02   185 kali
MANADO (BK): Warga Tuna Netra menganggap Pemerintah Kota Manado tidak ingin mereka tinggal di daerah ini. Hal ini setelah lagi-lagi, Pemerintah Kota Manado melakukan penertiban usaha milik warga tuna netra.
 
Setelah penangkapan warga Tuna Netra yang berjualan kacang, tisu dan produk lainnya, kali ini Pemkot menghalangi usaha panti pijat milik warga Tuna Netra dengan cara memberangus papan penanda panti pijat tradisional milim mereka.
 
Bobby Onsen, juru bicara warga Juru Pijat Tuna Netra mengungkapkan, selang beberapa hari terakhir, Pemkot sangat gencar menertibkan papan reklame termasuk papan reklame milik panti pijat warga Tuna Netra.
 
Menurut Onsen, dengan ditertibkannya papan nama yang merupakan penanda jika panti pijat tradisional dengan pengelola tuna netra, maka para calon pelanggan tak akan mengetahui tempat tersebut.
 
"Terus terang kalau tidak ada penanda dalam hal ini papan nama, bagaimana pelanggan tahu kami ada untuk memijat. Kami juga kan tak bisa melihat, jadi tidak lihat kalau ada orang cari tempat kami," kata Onsen.
 
Lanjut menurut Onsen, sebenarnya mereka setuju semua kebijakan pemerintah. Namun, seharusnya pemerintah bisa melihat mana yang benar-benar bermasalah dan mana yang seharusnya dilindungi.
 
"Papan nama panti pijat kami sendiri berada di lorong, dalam rumah dan hanya pakai tempat kecil. Apakah kami yang kecil-kecil seperti ini yang selalu disalahkan?" kata Onsen.
 
Onsen juga menyampaikan keinginan bertemu langsung dengan Walikota dan Wakil Walikota untuk menyampaikan aspirasi mereka terkait perlakuan kepada mereka.
 
"Kami seolah-olah tak bisa lagi tinggal di Manado, karena berjualan maupun jadi tukang pijat tak diperbolehkan lagi oleh pemerintah. Kami hanya minta agar kami bisa mencari nafkah dengan kekurangan kami,” kata Onsen kembali.
 
Sementara, Anggota DPRD Kota Manado Stenly Tamo mengaku bingung dengan kebijakan Pemerintah yang menertibkan para warga tuna netra yang ingin mencari nafkah hidup. Menurut Tamo, harusnya pemerintah justru memberikan perlindungan kepada kaum difabilitas.
 
“Saya terus terang kaget ada laporan seperti ini (tuna netra dipersulit). Harusnya pemerintah carikan solusi bukan justru mempersulit,” kata Ketua Fraksi Hanura ini kembali.
 
(jusuf kalalo)
 
Komentar ()
Berita Manado
Manado
13 May 2017 / dibaca 399 kali
MANADO (BK): Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey meminta kepada seluruh warga untuk menunjukan jika daerah ini benar-benar sebagai daerah...
Manado
13 May 2017 / dibaca 365 kali
MANADO (BK): Rencana kedatangan Fahri Hamzah dalam kapasitasnya sebagai Wakil Ketua DPR RI ke Sulawesi Utara tepatnya ke Kota Manado, ramai...
Manado
10 May 2017 / dibaca 78 kali
MANADO (BK): Memperingati Hari Bumi dan Hari Pendidikan Nasiona, Sabtu 6 Mei 22017 akhir pekan lalu, Kelompok Muda Pecinta Alam (KMPA)...
Manado
10 May 2017 / dibaca 70 kali
MANADO (BK): Ketersedian air bersih di Kelurahan Singkil Satu Kecamatan Singkil, rupanya hingga saat ini masih belum terpenuhi. Hal ini...
Manado
09 May 2017 / dibaca 127 kali
MANADO (BK): DPRD Kota Manado yang membela RM Afisha tetap beroperasi walaupun tak mengantongi ijin, membuat sejumlah mantan pedagang ikan...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2017 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.