Manado

Komisi C Gerah Selalu Dianggap tak Laksanakan Tugas Soal Maraknya Cuttingan Tanah

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Wednesday, 17 May 2017 12:31   99 kali
Lily Binti
MANADO (BK): Seluruh personil Komisi C DPRD Kota Manado mengaku gerah dengan tudingan masyarakat yang menilai jika pihaknya tidak melakukan fungsi pengawasan terkait dengan maraknya cuttingan tanah di Kota Manado.
 
Pasalnya, pihak Komisi C mengaku sudah melaksanakan tugas dan fungsi mereka sebagai anggota dewan, yakni mengawasi, melaksanakan dengar pendapat hingga mengeluarkan rekomendasi terkait pekerjaan yang dilarang tersebut.
 
"Tapi kan yang eksekusi itu dari Pemerintah Kota Manado bukan kami. Makanya, kami akhirnya gerah juga dengan tudingan miring kepada kami. Harusnya dialamatkan ke Pemerintah bukan ke dewan," kata para personil Komisi C diantaranya, Victor Polii, Fanny Mantali dan Raynaldo Heydemans.
 
Sementara, Komisi C DPRD Kota Manado, Selasa 16 Mei 2017 memanggil Dinas Lingkungan Hidup untuk menanyakan kejelasan mengenai cuttingan tanah yang memang sudah menjamur di Kota Manado.
 
Terungkap, ternyata ada beberapa cuttingan yang dilakukan, belum memiliki izin. Anehnya, tetap saja melakukan cuttingan. "Ini menjadi pertanyaan. Yang terpenting adalah izinnya. Tapi, fakta tidak demikian. Pekerjaan sudah berjalan, izinnya belum ada," sesal Ketua Komisi C, Lily Binti.
 
Binti sendiri mengatakan jika saat ini banyak ditemukan jika pengembang melakukan cutting dan tanahnya dipindahkan. Padahal, sebagaimana penjelasan yang diberikan oleh kementerian lingkungan hidup maupun PU, pengertian dari Cut and Fill adalah tananhnya di potong dan tanah tersebut harus di taruh di tempat yang sama. Tidak boleh dipindahkan.
 
"Kalau dipotong dan dipindahkan, berarti harus ada izin pertambangan atau galian c. Itu yang dipertanyakan," terang politisi Golkar itu.
 
Binti sendiri mengaku jika ternyata ada perbedaan pendapat, dimana ternyata Dinas Lingkungan Hidup tak menganggap cutting tanah yang dipindah dari lokasi sebagai pertambangan.
 
"Makanya akan diperjelas. Jangan sampai kami komisi dipersalahkan. Karen DLH mengatakan izin pertambangan atau galian c tidak perlu. Sedangakan di kementrian mengatakan lain," kata Binti kembali.
 
(jusuf kalalo)
Komentar ()
Berita Manado
Manado
13 May 2017 / dibaca 399 kali
MANADO (BK): Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey meminta kepada seluruh warga untuk menunjukan jika daerah ini benar-benar sebagai daerah...
Manado
13 May 2017 / dibaca 365 kali
MANADO (BK): Rencana kedatangan Fahri Hamzah dalam kapasitasnya sebagai Wakil Ketua DPR RI ke Sulawesi Utara tepatnya ke Kota Manado, ramai...
Manado
10 May 2017 / dibaca 77 kali
MANADO (BK): Memperingati Hari Bumi dan Hari Pendidikan Nasiona, Sabtu 6 Mei 22017 akhir pekan lalu, Kelompok Muda Pecinta Alam (KMPA)...
Manado
10 May 2017 / dibaca 69 kali
MANADO (BK): Ketersedian air bersih di Kelurahan Singkil Satu Kecamatan Singkil, rupanya hingga saat ini masih belum terpenuhi. Hal ini...
Manado
09 May 2017 / dibaca 126 kali
MANADO (BK): DPRD Kota Manado yang membela RM Afisha tetap beroperasi walaupun tak mengantongi ijin, membuat sejumlah mantan pedagang ikan...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2017 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.