Manado

Komisi D Sesalkan Sikap Pemkot, Saerang: Harusnya Tuna Netra Dipermudah

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Tuesday, 04 April 2017 02:17   127 kali
Apriano Ade Saerang
MANADO (BK):  Ketua Komisi D DPRD Kota Manado Apriano Ade Saerang menyesalkan sikap Pemerintah Kota Manado, yang terkesan tak ramah untuk kaum difabel terutama warga Tuna Netra. Menurut Saerang, selang sebulan terakhir, 2 kali warga Tuna Netra mengeluhkan kebijakan Pemerintah yang terkesan tak ingin ada warga Tuna Netra yang hidup dari mencari nafkah sendiri.
 
Hal ini dikatakan Saerang, setelah kembali menerima adua dan laporan dari warga Tuna Netra terkait dengan upaya Pemerintah Kota Manado, mematikan usaha panti pijat tradisional yang berisikan warga Tuna Netra, dengan cara mencabuti seluruh papan nama penanda panti pijat.
 
“Benar-benar sangat mengecewakan dan patut untuk disesali, jika kaum difabel di tengah keterbatasan mereka tetap ingin mencari nafkah, tetapi kemudian oleh pemerintah tak dilindungi secara baik. Benar-benar saya sesalkan hal ini,” kata Saerang, Senin 3 April 2017 di ruangan Komisi D.
 
Politisi Partai Gerindra ini menilai, langkah penertibah oleh Pemkot yang sampai menyisir lokasi panti pijat warga Tuna Netra benar-benar di luar nalar, karena bukannya dilindungi karena berkekurangan, tetapi malah terkesan ditindas oleh pemerintah sendiri.
 
“Saya bingung dengan pemerintah. Yang jelas-jelas melanggar seperti papak iklan reklame bando atau melintas jalan tak ditertibkan, justru yang panti pijat tuna netra yang ditertibkan. Saya jadi bingung sekarang,” kata Saerang.
 
Lanjut menurut Ketua DPC Partai Gerindra Kota Manado ini, seharusnya pemerintah melakukan pembinaan terhadap para warga tuna netra, agar mereka benar-benar terarah dan mampu menghidup diri sendiri walaupun dalam kondisi cacat.
 
“Artinya kalau papan iklan panti pijat jelek, ya Pemkot yang atur supaya jadi bagus. Kalau mereka kekurangan lokasi pijat, ya diberikan dana bergulir untuk pengembangan lokasi tempat mereka kerja dan sebagainya. Jangan asal tertibkan tak melihat efeknya ke depan,” kata Saerang tegas.
 
Sebelumnya, para warga Tuna Netra protes dengan pemerintah Kota Manado. Bahkan, Senin 3 April 2017 kemarin, para perwakilan warga Tuna Netra yang berprofesi sebagai pemilik maupun tukang pijat ingin bertemu dengan Walikota dan Wakil Walikota Manado untuk mengungkapkan kekecewaan mereka terkait penertiban papan nama panti pijat Tuna Netra.
 
"Terus terang kalau tidak ada penanda dalam hal ini papan nama, bagaimana pelanggan tahu kami ada untuk memijat. Kami juga kan tak bisa melihat, jadi tidak lihat kalau ada orang cari tempat kami," kata juru bicara warga Tuna Netra Bobby Onsen.
 
Sayangnya, keinginan untuk bertemu dan berkeluh kesah ke pimpinan Kota Manado terhalang karena oleh staf, mereka diberikan alasan jika Walikota tak berada di tempat.
 
(jusuf kalalo)
 
Komentar ()
Berita Manado
Manado
05 Apr 2017 / dibaca 95 kali
MANADO (BK): Sekretaris Komisi B DPRD Kota Manado Lilly Walandha meminta agar Pemerintah Kota dalam hal ini Badan Pengelola Pajak dan...
Manado
05 Apr 2017 / dibaca 92 kali
MANADO (BK): Angka mencengangkan tersaji terkait dengan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kota Manado dari sektor pajak Restoran, Cafe...
Manado
04 Apr 2017 / dibaca 73 kali
MANADO (BK):   Para personil DPRD Kota Manado mendesak kepada Pemerintah Kota Manado untuk menjamin seluruh pekerja dengan resiko kerja...
Manado
04 Apr 2017 / dibaca 91 kali
MANADO (BK):   Komisi A DPRD Kota Manado meminta agar Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) benar-benar menjadi penegak Peraturan Daerah...
Manado
04 Apr 2017 / dibaca 89 kali
MANADO (BK): Komisi C DPRD Kota Manado mengambil langkah kurang populis tapi sesuai aturan dengan memberhentikan sementara operasional GoJek...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2017 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.