Manado

Ssst! Ada Isu Legislator Manado Adu Kuat Back Up Pengusaha

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Wednesday, 17 May 2017 12:48   221 kali
MANADO (BK): Isu miring kembali menerpa internal DPRD Kota Manado. Isu tersebut adalah mulai saling adu kuatnya para legislator Manado untuk melakukan back up para pengusaha yang berteman atau memiliki ikatan dengan para legislator tersebut.
 
Informasi yang diperoleh beritakawanua.com, adu kuatnya para legislator ini terjadi untuk menyelamatkan para pengusaha yang telah usaha mereka telah beroperasi tetapi tidak memiliki ijin ataupun sudah melakukan pelanggaran aturan sebagaimana yang terdapat dalam peraturan daerah.
 
"Sekarang para legislator lagi saling back up untuk menjaga kolega mereka tidak tersentuh aturan. Misalnya upaya menghalangi hearing dengan pengusaha yang melanggar aturan. Atau meminta perlindungan untuk usaha yang tidak punya ijin," kata sumber terpercaya dari dalam tubuh DPRD Manado sendiri.
 
Isu ini mencuat setelah pelaksanaan sejumlah hearing yang direncanakan terkait usaha yang bermasalah tersendat-sendat. Mulai dari para legislator yang menghindar secara langsung untuk melakukan hearing, maupun tidak turunnya ijin hearing dari pimpinan dewan karena telah dilobi oleh legislator lainnya.
 
"Yang terbaru itu soal rumah makan afisha yang tak berijin tapi beroperasi. Selain itu soal hiburan malam yang sudah melanggar aturan baik dari sisi pajak maupun jam operasional. Tetapi selalu saja terhalang karena ada back up dari legislator lainnya yang punya hubungan dengan para pengusaha tersebut," kata sumber ini kembali.
 
Sementara, Anggota Komisi A DPRD Kota Manado Arthur Paath, menampik jika ada adu kuat legislator untuk melakukan back up pengusaha. Walaupun tak menampik jika persoalan hearing ada yang tertunda seperti hearing tempat hiburan malam, tetapi itu lebih dikarenakan miss komunikasi terkait jadwal.
 
"Saya tidak tahu soal back up back up. Tapi soal keterlambatan hearing memang terjadi. Padahal itu sangat disayangkan karena pelanggaran-pelanggaran terus terjadi di lapangan," kata Paath.
 
Menurut Paath, hal itu tidak terlalu baik, karena jika terus dibiarkan, maka para pengusaha akan terus 'kumabal', sementara image pemerintahan jadi rusak serta bisa saja ada PAD yang hilang.
 
"Saya pikir seharusnya harus ada tindak cepat untuk persoalan pelanggaran-pelanggaran ini," kata Paath kembali.
 
(jusuf kalalo)
Komentar ()
Berita Manado
Manado
05 Nov 2017 / dibaca 106 kali
MANADO (BK): Kementerian Perhubungan, Sabtu 4 November 2017 bertempat di Hotel Quality Manado menggelar sosialisasi Peraturan Menteri (PM)...
Manado
03 Nov 2017 / dibaca 137 kali
MANADO (BK): Kepala Dinas PUPR Kota Manado, Bart Assa mengatakan, pembangunan RSUD yang terletak di Kelurahan Bumi Nyiur agar lebih cepat...
Manado
02 Nov 2017 / dibaca 149 kali
MANADO (BK): Ketua Panitia Khusus (Pansus) revisi RTRW Kota Manado, Hengky Kawalo mengatakan, pembangunan Rumah Sakit Daerah (RSD) yang...
Manado
01 Nov 2017 / dibaca 45 kali
MANADO (BK) : Sedikitnya 40 jurnalis media cetak, online dan televisi mengikuti Penyuluhan Bahasa Indonesia, yang diadakan Balai Bahasa...
Manado
01 Nov 2017 / dibaca 61 kali
MANADO (BK): Masih banyak media di Indonesia maupun Sulawesi Utara tidak menggunakan bahasa tak baku dalam pemberitaan yang dibaca oleh...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2017 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.