Manado

Ssst! Ada Isu Legislator Manado Adu Kuat Back Up Pengusaha

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Wednesday, 17 May 2017 12:48   136 kali
MANADO (BK): Isu miring kembali menerpa internal DPRD Kota Manado. Isu tersebut adalah mulai saling adu kuatnya para legislator Manado untuk melakukan back up para pengusaha yang berteman atau memiliki ikatan dengan para legislator tersebut.
 
Informasi yang diperoleh beritakawanua.com, adu kuatnya para legislator ini terjadi untuk menyelamatkan para pengusaha yang telah usaha mereka telah beroperasi tetapi tidak memiliki ijin ataupun sudah melakukan pelanggaran aturan sebagaimana yang terdapat dalam peraturan daerah.
 
"Sekarang para legislator lagi saling back up untuk menjaga kolega mereka tidak tersentuh aturan. Misalnya upaya menghalangi hearing dengan pengusaha yang melanggar aturan. Atau meminta perlindungan untuk usaha yang tidak punya ijin," kata sumber terpercaya dari dalam tubuh DPRD Manado sendiri.
 
Isu ini mencuat setelah pelaksanaan sejumlah hearing yang direncanakan terkait usaha yang bermasalah tersendat-sendat. Mulai dari para legislator yang menghindar secara langsung untuk melakukan hearing, maupun tidak turunnya ijin hearing dari pimpinan dewan karena telah dilobi oleh legislator lainnya.
 
"Yang terbaru itu soal rumah makan afisha yang tak berijin tapi beroperasi. Selain itu soal hiburan malam yang sudah melanggar aturan baik dari sisi pajak maupun jam operasional. Tetapi selalu saja terhalang karena ada back up dari legislator lainnya yang punya hubungan dengan para pengusaha tersebut," kata sumber ini kembali.
 
Sementara, Anggota Komisi A DPRD Kota Manado Arthur Paath, menampik jika ada adu kuat legislator untuk melakukan back up pengusaha. Walaupun tak menampik jika persoalan hearing ada yang tertunda seperti hearing tempat hiburan malam, tetapi itu lebih dikarenakan miss komunikasi terkait jadwal.
 
"Saya tidak tahu soal back up back up. Tapi soal keterlambatan hearing memang terjadi. Padahal itu sangat disayangkan karena pelanggaran-pelanggaran terus terjadi di lapangan," kata Paath.
 
Menurut Paath, hal itu tidak terlalu baik, karena jika terus dibiarkan, maka para pengusaha akan terus 'kumabal', sementara image pemerintahan jadi rusak serta bisa saja ada PAD yang hilang.
 
"Saya pikir seharusnya harus ada tindak cepat untuk persoalan pelanggaran-pelanggaran ini," kata Paath kembali.
 
(jusuf kalalo)
Komentar ()
Berita Manado
Manado
12 Jun 2017 / dibaca 58 kali
MANADO (BK): Sekretaris Komisi C DPRD Kota Manado, Winston Monangin secara tegas menyampaikan jika dirinya hingga saat ini tetap komitmen...
Manado
12 Jun 2017 / dibaca 57 kali
MANADO (BK): Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Manado, Markho B Tampi, nampaknya tak ingin melupakan para konsituennya yang tinggal...
Manado
12 Jun 2017 / dibaca 44 kali
MANADO (BK): Persoalan Kartu Tanda Penduduk yang hingga kini tidak jelas keberadaannya, menjadi curhatan khusus para warga Kelurahan Tumumpa 2...
Manado
12 Jun 2017 / dibaca 45 kali
MANADO (BK): Masa reses kedua di tahun 2017, dimanfaatkan Lily Binti, Ketua Komisi C DPRD Kota Manado untuk menjemput aspirasi warga di daerah...
Manado
12 Jun 2017 / dibaca 66 kali
MANADO (BK): Ketua Komisi D DPRD Kota Manado Apriano Ade Saerang, menyesalkan sikap pandang enteng yang diperlihatkan oleh Kepala Dinas...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2017 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.