Manado

Ssst! Ada Isu Legislator Manado Adu Kuat Back Up Pengusaha

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Wednesday, 17 May 2017 12:48   318 kali
MANADO (BK): Isu miring kembali menerpa internal DPRD Kota Manado. Isu tersebut adalah mulai saling adu kuatnya para legislator Manado untuk melakukan back up para pengusaha yang berteman atau memiliki ikatan dengan para legislator tersebut.
 
Informasi yang diperoleh beritakawanua.com, adu kuatnya para legislator ini terjadi untuk menyelamatkan para pengusaha yang telah usaha mereka telah beroperasi tetapi tidak memiliki ijin ataupun sudah melakukan pelanggaran aturan sebagaimana yang terdapat dalam peraturan daerah.
 
"Sekarang para legislator lagi saling back up untuk menjaga kolega mereka tidak tersentuh aturan. Misalnya upaya menghalangi hearing dengan pengusaha yang melanggar aturan. Atau meminta perlindungan untuk usaha yang tidak punya ijin," kata sumber terpercaya dari dalam tubuh DPRD Manado sendiri.
 
Isu ini mencuat setelah pelaksanaan sejumlah hearing yang direncanakan terkait usaha yang bermasalah tersendat-sendat. Mulai dari para legislator yang menghindar secara langsung untuk melakukan hearing, maupun tidak turunnya ijin hearing dari pimpinan dewan karena telah dilobi oleh legislator lainnya.
 
"Yang terbaru itu soal rumah makan afisha yang tak berijin tapi beroperasi. Selain itu soal hiburan malam yang sudah melanggar aturan baik dari sisi pajak maupun jam operasional. Tetapi selalu saja terhalang karena ada back up dari legislator lainnya yang punya hubungan dengan para pengusaha tersebut," kata sumber ini kembali.
 
Sementara, Anggota Komisi A DPRD Kota Manado Arthur Paath, menampik jika ada adu kuat legislator untuk melakukan back up pengusaha. Walaupun tak menampik jika persoalan hearing ada yang tertunda seperti hearing tempat hiburan malam, tetapi itu lebih dikarenakan miss komunikasi terkait jadwal.
 
"Saya tidak tahu soal back up back up. Tapi soal keterlambatan hearing memang terjadi. Padahal itu sangat disayangkan karena pelanggaran-pelanggaran terus terjadi di lapangan," kata Paath.
 
Menurut Paath, hal itu tidak terlalu baik, karena jika terus dibiarkan, maka para pengusaha akan terus 'kumabal', sementara image pemerintahan jadi rusak serta bisa saja ada PAD yang hilang.
 
"Saya pikir seharusnya harus ada tindak cepat untuk persoalan pelanggaran-pelanggaran ini," kata Paath kembali.
 
(jusuf kalalo)
Komentar ()
Berita Manado
Manado
05 Feb 2018 / dibaca 269 kali
MANADO (BK): Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Steven Kandouw menyerahkan piagam penghargaan kepada PT. Cargill Indonesia...
Manado
05 Feb 2018 / dibaca 213 kali
MANADO (BK): Perhelatan Festival Usia Dini yang digelar PDI Perjuangan Kota Manado dalam rangka HUT ke 45 tahun berakhir sudah, Minggu 4...
Manado
30 Jan 2018 / dibaca 189 kali
MANADO (BK): Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Manado dr Richard Sualang mengatakan jika PDI Perjuangan sudah sangat siap untuk di verifikasi...
Manado
28 Jan 2018 / dibaca 155 kali
MANADO (BK): Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Manado sementara mempersiapkan pelaksanaan Konferensi Kota (Konferta) yang rencananya...
Manado
26 Jan 2018 / dibaca 382 kali
MANADO (BK): Kota Manado menjadi daerah perdana di tahun 2018 yang dikunjungi Badan Akuntabilitas Publik (BAP) Dewan Perwakilan Daerah (DPD)...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2018 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.