Minsel

Begini Cara Cargill Melestarikan Ekosistem Laut di Teluk Amurang

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Saturday, 30 March 2019 23:13   301 kali
AMURANG (BK) : Cargill berinisiatif memperbaiki ekosistem laut di Desa Kapitu, Kecamatan Amurang Barat, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Sulawesi Utara (Sulut). Caranya, melalui kegiatan transplantasi karang.
 
 
Sebanyak 240 bibit karang jenis Genera Arcopora yang telah tertanam di 20 modul transplantasi, siap disemai, Jumat (5/4/2019) pekan depan.
 
 
Imelda Tandako, Plant Manager PT. Cargill Indonesia di Amurang, mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu program jangka panjang perusahaan yang dimulai dari memperbaiki lingkungan laut. Selain itu juga merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahan terhadap masyarakat di Kabupaten Minahasa Selatan.
 
 
“Kami juga akan mempersiapkan program pemberdayaan masyarakat yang mampu meningkatkan kapasitas dan peluang usaha mandiri yang terintegrasi dengan program dari pemerintah daerah,” ujar Imelda melalui rilis yang diterima beritakawanua.com, Sabtu (30/3/2019).
 
 
Program ini, lanjutnya, perusahaan bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Sulut melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sulut dan Kabupaten Minsel dan disponsori LSM yang bergerak di bidang lingkungan, Manengkel Solidaritas.
 
 
“Kami juga akan melibatkan masyarakat setempat secara aktif untuk bersama-sama menanam bibit-bibit karang itu,” kata Imelda.
 
 
Metode transplantasi karang blok tipe meja ini, tidak hanya akan memberi manfaat untuk masyarakat di Desa Kapitu saja, tetapi harapannya bisa memberikan dampak positif kepada masyarakat yang berada di area kawasan Teluk Amurang. Alasannya, 40 % dari mereka menggantungkan hidupnya di pesisir dan laut sebagai mata pencaharian utama.
 
 
Hal senada diungkap Kepala DLH Provinsi Sulut, Ir Marly E Gumalag MSi, yang mengatakan, manfaat transplantasi karang ini kedepan dapat dirasakan oleh masyarakat. Dimana, dengan terciptanya ekosistem laut yang baik, akan membuat jumlah ikan meningkat.
 
 
Dia mengatakan, jika dulu orientasi program konservasi hanya mengenai satu objek, tanpa menimbang dampak kepada manusia yang bersentuhan dengan objek tersebut, membuat di beberapa tempat sering terjadi permasalahan. Untuk itu, program seperti ini haruslah sesering mungkin dilakukan.
 
 
“Artinya, jika kita melakukan konservasi, selain berdampak bagi lingkungan, juga memberikan dampak yang baik bagi masyarakat, seperti peningkatan jumlah ikan di areal tersebut sehingga bisa meningkatkan pendapatan masyarakat yang ada,” terang Gumalag.
 
 
(acha/bk-8)
Komentar ()
Berita Minsel
Minsel
28 Nov 2019 / dibaca 73 kali
AMURANG (BK): Setelah sukses menerapkan sistem non tunai pada setiap pengelolaan keuangan di tiap-tiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kini...
Minsel
27 Nov 2019 / dibaca 205 kali
AMURANG (BK): Pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) ditutup pada 27 November pukul 01.00 Wita....
Minsel
27 Nov 2019 / dibaca 87 kali
AMURANG (BK): Satuan Polisi Perairan (Sat Pol Air) Polres Minahasa Selatan (Minsel) menggelar kegiatan patroli rutin di lokasi TeluK Amurang....
Minsel
26 Nov 2019 / dibaca 91 kali
AMURANG (BK): Kapolres AKBP FX. Winardi Prabowo, SIK mengingatkan agar seluruh jajaran Polres Minahasa Selatan (Minsel) menghindari perilaku...
Minsel
26 Nov 2019 / dibaca 205 kali
RANOYAPO (BK): Pelaku penganiayaan di Desa Ranoyapo Kecamatan Ranoyapo Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), RP alias Rian (23) digiring oleh...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.