Minsel

Dua Tersangka Kasus Pembunuhan Terancam Hukuman Mati

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Monday, 26 February 2018 20:00   870 kali

AMURANG (BK): Dua tersangka kasus pembunuhan yang terjadi di Desa Tawaang Barat Kecamatan Tenga dan Desa Tanamon Kecamatan Sinonsayang, Kabupaten Minahasa Selatan, pekan lalu, terancam hukuman mati.

 

Hal tersebut dikatakan Kapolres Minahasa Selatan, Kapolres AKBO Winardi Prabowo SIk saat konfrensi pers, Senin (26/2/2018) di kantornya.

 

''Belum ditemukan motif yang spesifik dalam kasus ini. Untuk sementara disinyalir dipengaruhi minuman keras. Tersangka MK dijerat pasal 338 subsider 351(3) KUHP dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup,'' jelas Kapolres.

 

Sebagaimana diketahui, kasus pertama yang diungkap yakni pembunuhan di Desa Tawaang Barat yang menewaskan korban Alfa Kumaat (27) warga setempat dengan tersangka MK alias Adit alias Ungke (21) warga Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) Kamis (22/2/2018).

 

Pelaku melarikan diri berhasil ditangkap di Desa Olondano Kecamatan Balaesang Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah, pada Sabtu (24/2/2018) lalu. Pelaku dilumpuhkan dengan tembakan lantaran berusaha melarikan diri.

 

Terungkap, kasus pembunuhan ini dilatarbelakangi kesalahpahaman. Namun polisi akan mendalami kasus ini lantaran diduga ada motif lain karena pelaku membawa pisau badik yang ditikam ke dada kiri korban hingga tewas. Namun, pelaku berdalih pisau yang dibawa hanya untuk berjaga-jaga.

 

Sementara kasus pembunuhan lainnya yakni di Desa Tanamon pada Minggu (25/2/2018) sekitar pukul 00.30 Wita dengan korban Mutha Buluntuh (19), warga Tanamon Utara tewas kehabisan darah setelah ditikam pelaku AI alias Abdul (17) yang juga sepupu korban.

 

“Seperti kejadian di Desa Tawaang Barat, pada kasus pembunuhan di Desa Tanamon korban juga dihabisi dengan cara ditikam oleh tersangka dengan menggunakan senjata tajam jenis pisau dapur,” tambah Kapolres.

 

Diketahui tersangka AO dan korban Mutha Buluntuh masih terikat hubungan keluarga, sepupu, dan masih berstatus pelajar satu kelas di Sekolah Alya Tanamon.

 

“Tersangka selama ini tinggal di rumah orang tua korban karena masih terikat hubungan keluarga. Korban ditikam di perutnya menggunakan pisau dapur, dibawa ke RS Kalooran Amurang dan mengalami pendarahan saat dirujuk ke RSUP Kandow Manado, meninggal dalam perjalanan,” ungkap Kapolres.

 

''Tersangka AO dijerat pasal 340 sub 338 sub 351 ayat 3 KUHP ancaman hukuman maksimal hukuman mati,'' pungkasnya.

 

(wezly/bk-1)

 

 

Komentar ()
Berita Minsel
Minsel
05 Dec 2018 / dibaca 55 kali
RANOYAPO (BK): Seorang pria bernama Yan Timporok (71), Warga Desa Powalutan Kecamatan Ranoyapo Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), ditemukan...
Minsel
04 Dec 2018 / dibaca 156 kali
AMURANG (BK): Direktorat Jenderal (Dirjen) Imigrasi, Ronny Sompie, melakukan kunjungan kerja (kunker) di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel),...
Minsel
04 Dec 2018 / dibaca 54 kali
TARERAN (BK): Seorang pria paruh baya bernama Toni Lonteng (50), warga Desa Kaneyan Kecamatan Tareran Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel),...
Minsel
03 Dec 2018 / dibaca 253 kali
TOMPASOBARU (BK): Lelaki Alfi Legi (30) dan Harke Tangkilisan (50), warga Desa Sion, Kecamatan Tompaso Baru Kabupaten Minahasa Selatan...
Minsel
02 Dec 2018 / dibaca 109 kali
AMURANG (BK): Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) akhir-akhir ini, membuat...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2018 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.