Minsel

Polisi Amankan 125 Liter Miras Ilegal

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Wednesday, 13 June 2018 06:37   403 kali

SINONSAYANG (BK): Polsek Sinonsayang Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) mengamankan 125 liter minuman keras (miras) jenis captikus saat melaksanakan razia rutin cipta kondisi Ops Ketupat Samrat-2018, di Jalan Trans Sulawesi Desa Ongkaw, Senin (11/6/2018) kemarin.

 

Kapolsek Sinonsayang Iptu Stenly Sarempa, SH, saat dikonfirmasi mengungkapkan ratusan miras tanpa ijin (ilegal) ini berasal dari Kecamatan Motoling dan Kecamatan Kumelembuai.

 

“Miras jenis captikus diangkut kendaraan roda dua berasal dari Kecamatan Kumelembuai dan Kecamatan Motoling, rencana akan diperjualbelikan warung dan kios yang ada di wilayah Kecamatan Sinonsayang,” ungkap Kapolsek.

 

Polisi juga berhasil mengamankan 2 orang tersangka yang membawa miras tanpa ijin ini. “Kami juga amankan 2 tersangka yang bawa miras ini yaitu HT (41), warga Kecamatan Motoling dan YM (26) warga Kecamatan Kumelembuai,” pungkasnya.

 

(wezly/bk-1)

 

 

Komentar ()
Berita Minsel
Minsel
07 Mar 2019 / dibaca 128 kali
TUMPAAN (BK): Personel piket Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polsek Tumpaan mengamankan seorang perempuan berinisial RW alias Rivana alias...
Minsel
07 Mar 2019 / dibaca 77 kali
MOTOLING (BK): Peristiwa kebakaran rumah terjadi di Desa Raanan Lama, Kecamatan Motoling, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) Rabu (6/3/2019)....
Minsel
06 Mar 2019 / dibaca 147 kali
RANOYAPO (BK): Kasus penganiayaan menimpah korban, Hitler Mamesah (68) warga Desa Powalutan Kecamatan Ranoyapo Kabupaten Minahasa Selatan...
Minsel
06 Mar 2019 / dibaca 70 kali
BELANG (BK): Sial dialami Iskandar Nofri  Lubis (23), warga desa Borgo Satu Kecamatan Belang Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra). Bermaksud...
Minsel
05 Mar 2019 / dibaca 278 kali
AMURANG (BK): Kapolres Minahasa Selatan (Minsel), AKBP Winardi Prabowo, SIK, melakukan pengecekan di gudang senjata api (senpi) Senin siang...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.