Minsel

Polisi Ciduk 7 Tersangka Kasus Penikaman di Mopolo

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Wednesday, 28 July 2021 20:57   175 kali

AMURANG - Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Minahasa Selatan (Minsel) berhasil mengungkap kasus pengeroyokan yang berujung aksi penikaman sehingga mengakibatkan korban meninggal dunia, di Desa Mopolo Kecamatan Ranoyapo.


Diketahui korban meninggal bernama Hardy Lumuko (41), warga Desa Mopolo Jaga I. Kasus penikaman itu terjadi pada Jumat (24/07/2021) sekira pukul. 22.30 wita.


Dalam pengembangan kasus ini, tim penyidik Sat Reskrim Polres Minsel menetapkan 7  orang tersangka yang terlibat langsung dalam aksi pengeroyokan tersebut.


Kasat Reskrim AKP Rio Gumara, SIK; yang dikonfirmasi pada Rabu pagi (28/07/2021), mengungkapkan bahwa pihaknya telah resmi melakukan penahanan terhadap 7 orang tersangka, masing-masing berinisial MS alias Marsel (20), RR (17), FS alias Fernando (18), VM (17), OL alias Oskar (23), NN alias Novel (20), dan SN alias Sandi (22). Ketujuh tersangka terdata sebagai warga Desa Tompasobaru Satu, Kecamatan Tompasobaru.


“Ditetapkan 7 orang tersangka dalam tindak pidana kekerasan secara bersama-sama atau pengeroyokan yang terjadi di Jalan Raya Desa Mopolo Esa, Kecamatan Ranoyapo, sebagaimana termuat dalam laporan polisi nomor LP / 24 / VII / 2021 / SPKT Res Minsel / Sek-Ryp, tanggal 24 Juli 2021. Ketujuh tersangka telah diamankan dan resmi ditahan,” ungkap Kasat Reskrim.


Diketahui saat itu para tersangka yang menggunakan 6 unit sepeda motor saling berboncengan, pulang dari acara pesta perkawinan di Desa Powalutan menuju Desa Tompasobaru Satu.


Saat melintas di Jalan Raya Desa Mopolo Esa, sepeda motor para tersangka berpapasan dengan sebuah sepeda motor lain yang memuat 3 orang berboncengan. Disinyalir terjadi ketersinggungan akibat ucapan makian, kemudian berkembang pada aksi pengeroyokan dan penikaman hingga akhirnya salah satu warga menjadi korban meninggal dunia.


“Para tersangka dijerat dengan Pasal 170 Ayat 2 ke 3 Sub 351 ayat (3) Jo Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHPidana, ancaman hukuman pidana penjara paling lama 12 tahun,” tambah AKP Rio Gumara.


Sementara itu, Kapolres Minsel AKBP S. Norman Sitindaon, SIK; meminta warga untuk tetap tenang, menahan diri serta menyerahkan penyelesaian kasus ini pada pihak kepolisian.


“Para tersangka telah kami amankan dan resmi ditahan. Untuk masyarakat, kami mengajak bersama-sama tetap menjaga stabilitas kamtibmas, tetap tenang, menahan diri, mempercayakan penanganan kasus ini pada pihak kepolisian,” imbau Kapolres Minsel.


(wesly)

Komentar ()
Berita Minsel
Minsel
05 Jul 2021 / dibaca 205 kali
AMURANG (BK): Program Vaksinasi dalam rangka mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19, gencar disosialisasikan Pemerintah Kabupaten...
Minsel
02 Jul 2021 / dibaca 176 kali
AMURANG (BK): Pengucapan syukur yang sedianya akan dilaksanakan pada 11 Juli 2021 sebagaimana surat edaran Nomor 368 BMS-BG.PM/VI-2021,...
Minsel
30 Jun 2021 / dibaca 157 kali
MINSEL (BK) : Kodim 1302/Minahasa dan Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) menggelar vaksinasi massal ‘Serbuan Vaksinasi...
Minsel
23 Jun 2021 / dibaca 175 kali
AMURANG (BK): Bupati Minahasa Selatan (Minsel) Frangky Donny Wongkar (FDW) dipercayakan menjabat Kordinator Wilayah Asosiasi Pemerintah...
Minsel
20 Jun 2021 / dibaca 520 kali
TUMPAAN (BK): Lelaki VT alias Vain (24), warga Desa Tumpaan 2, Kecamatan Tumpaan, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), tak berkutik saat diciduk...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2021 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.