Minsel

Pria Suluun Tewas di Perkebunan Masukat Tareran, Disinyalir Gagal Jantung

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Saturday, 11 July 2020 18:10   218 kali

TARERAN (BK): Seorang pria bernama Rony (65), warga Desa Suluun Dua, Jaga III, Kecamatan Suluun Tareran, Minahasa Selatan (Minsel), ditemukan tewas di Perkebunan Masukat, Tareran, Sabtu (11/7/2020), sekitar pukul 02.30 WITA.


Bermula ketika korban bersama tiga rekannya, Reygen Runtuwene (38), Steven Tenda (47) dan Viktor Rapar (38), pada Jum’at malam sekitar pukul 20.30 WITA berangkat menuju perkebunan antara Tombasian Atas dan Kayuuwi, Kawangkoan, Minahasa untuk berburu tikus hutan.


Sekitar pukul 23.30 WITA, keempatnya melanjutkan perburuan di perkebunan antara Rumoong Atas dan Wuwuk. Tak lama kemudian, mereka beristirahat di sekitar tower yang berada di lokasi masuk perkebunan tersebut.


Perburuan pun dilanjutkan kembali, namun kali ini dibagi dua. Korban bersama Steven, sedangkan Reygen bersama Viktor. Perburuan dilakukan hingga di Perkebunan Masukat. Sebelumnya, mereka sepakat untuk bertemu kembali di jalan raya usai berburu.


Dalam perjalanan di tengah perkebunan, korban meminta Steven agar mendahuluinya ke jalan raya. Sesaat usai tiba, Steven berteriak memanggil korban dan korban pun membalas.


Tak lama kemudian Reygen bersama Viktor juga tiba di tepi jalan raya, dan bertemu dengan Steven. Karena tak kunjung datang, Steven kembali memanggil korban, namun tak ada jawaban.


Steven meminta Reygen agar masuk ke perkebunan, dan mendapati korban dalam posisi terlentang. Reygen langsung memeluk tubuh korban yang sudah tak berdaya tetapi masih bernafas mendengkur.


Reygen lalu berteriak memanggil Steven dan Viktor. Ketiganya berupaya menyadarkan korban dengan menggerak-gerakkan tubuhnya, namun tak ada respons. Korban meninggal dunia di perkebunan.


Steven kemudian melaporkan kejadian ini ke Polsek Tareran. Personel Polsek Tareran bergegas mendatangi TKP dan korban sudah diangkat oleh saksi ke pinggir jalan raya, kemudian dievakuasi ke Puskesmas Tareran.


Hasil pemeriksaan tim medis, dokter Wandrita Wawolangi, penyebab kematian korban kemungkinan besar karena gagal jantung konfesif.


Sementara itu Pjs. Kapolsek Tareran, Ipda Betsy Lumy membenarkan kejadian tersebut. “Hasil pemeriksaan luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ujarnya.


Lanjut Ipda Lumy, pihak keluarga korban menolak otopsi. “Dinyatakan melalui Surat Pernyataan Penolakan,” pungkasnya.


(hpm/wesly)

Komentar ()
Berita Minsel
Minsel
26 Mar 2021 / dibaca 219 kali
AMURANG (BK): Personel gabungan Polres Minahasa Selatan (Minsel) melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar...
Minsel
25 Mar 2021 / dibaca 211 kali
AMURANG (BK): Demi mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Bupati Franky Donny Wongkar SH terus...
Minsel
22 Mar 2021 / dibaca 236 kali
AMURANG (BK): Bupati Franky Donny Wongkar SH  membuka kegiatan Workshop Probity Audit Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Kabupaten...
Minsel
20 Mar 2021 / dibaca 175 kali
AMURANG (BK): Kasus tabrak lari yang terjadi di Jalan Trans Sulawesi, komplek perkebunan Desa Tawaang Timur, Kecamatan Tenga, Kabupaten Minahasa...
Minsel
18 Mar 2021 / dibaca 373 kali
AMURANG (BK): Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Petra Yani Rembang (PYR) melayat ke Rumah Duka di Desa Rumoong Bawah...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2021 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.