Minsel

Selain Sanksi Pidana, Ijin Praktek Oknum Dokter JH Terancam Dicabut

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Thursday, 31 October 2019 07:32   192 kali

AMURANG (BK): Ijin praktek oknum dokter JH alias Jane terancam dicabut oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel). Hal itu dikarenakan JH diduga  melakukan pencemaran lingkungan dengan membuang limbah medis secara sembarangan.


Menurut ketentuan Undang-undang nomor 44 tahun 2009 tentang rumah sakit, puskesmas dan klinik serta Keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenkes) Nomor 1024/Menkes/SK/X/2004 tentang kesehatan lingkungan rumah sakit.


''Dalam UU serta Kepmenkes jelas tertulis disana, jika terbukti dengan sengaja membuang sampah medis sembarangan, maka akan ada sanksi berupa pencabutan izin beroperasi baik rumah sakit, puskesmas dan klini tersebut,'' ujar Kadis Kesehatan Minsel Erwin Schouten.


Dalam undang-undang (UU) Lingkungan Hidup, limbah medis masuk dalam kategori limbah B3 yang perlu penanganan khusus.


UU Nomor 32 tahun 2009 tentang pencemaran lingkungan jelas tertera di pasal 103 yang berbunyi: Setiap orang yang menghasilkan limbah B3 dan tidak melakukan pengelolaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling sedikit Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah).


Diketahui, Sabtu (26/10/2019) pekan lalu, petugas Sampah menemukan sebuah kotak berisi limbah medis yakni bekas suntikan, kain kasa bekas bercampur darah serta kemasan obat-obatan.


Dalam penyelidikan media ini, limbah medis ini diduga milik oknum dokter JH alias Jane yang berpraktek di jalan Trans Sulawesi Mobongo Kelurahan Kawangkoan Bawah Kecamatan Amurang Barat.


Hal itu diketahui karena ada kertas rujukan BPJS tertera nama dokter JH bersama dengan limbah medis itu.


Ketika dikonfirmasi lewat sambungan telepon, JH mengakui limbah terebut miliknya. Dia juga mengaku sebelumnya membuang limbah medisnya di Tompaso baru.
 

''Baru satu kali saya buang limbah ke TPS itu (TPS Mobongo) kenapa harus dibesar-besarkan. Karena sebelumnya saya buang sampah saya ke Tompaso Baru,'' ujar JH dengan nada suara tinggi saat dihubungi beberapa Sabtu lalu.

 

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Minsel yang dikonfirmasi melalui Kabid LB3, Stenly Sunkodon mengatakan bahwa limbah itu milik dokter JH. Kini pihaknya sementara menindaklanjuti kasus ini karena masuk dalam pencemaran lingkungan hidup.


''Sanksi pidana dan denda miliaran rupiah bagi pelaku yang dengan sengaja membuang sembarang limbah benda bahan beracun atau LB3,'' ketus Sunkudon.


(Wesly)

Komentar ()
Berita Minsel
Minsel
10 Jan 2020 / dibaca 68 kali
AMURANG (BK):  Polres Minahasa Selatan (Minsel) bersama jajaran Polsek serta Bhayangkari kembali melaksanakan program ‘Polri Peduli...
Minsel
09 Jan 2020 / dibaca 137 kali
AMURANG (BK): Bupati Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Christiany Eugenia Paruntu mempercayakan Ysis Mangindaan SSTP sebagai Kepala Bagian...
Minsel
09 Jan 2020 / dibaca 73 kali
AMURANG (BK): Seorang pria lanjut usia berinisial JM alias Joni (60), warga Kelurahan Rumoong Bawah, Kecamatan Amurang Barat Kabupaten Minahasa...
Minsel
08 Jan 2020 / dibaca 126 kali
AMURANG (BK): Kapolres Minahasa Selatan (Minsel) AKBP Bangun Widi Septo, SIK, memimpin kegiatan Commanderwish, yang dilaksanakan di ruang aula;...
Minsel
08 Jan 2020 / dibaca 187 kali
AMURANG (BK): Bupati Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Christiany Eugenia Paruntu SE melantik pejabat struktural Eselon II, III dan IV di Waleta...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2020 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.