Minut

Pencairan Dana Berbelit-belit, Pimpinan HK Justru Sulit Ditemui

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Thursday, 05 October 2017 17:36   821 kali
Aksi demo besar-besaran para karyawan Subkon di depan kantor PT Sino-HK
AIRMADIDI (BK): Sejumlah persoalan terkait dengan pekerjaan jalan bebas hambatan pertama di Sulawesi Utara yakni jalan tol yang melintasi Kota Manado, Kabupaten Minut dan berakhir di Kota Bitung, diduga banyak terlilit masalah besar.
 
Perlahan hal tersebut terkuak ke permukaan, justru oleh para pekerja yang menilai adanya kejanggalan dari pekerjaan proyek yang ditangani oleh PT Sino Road dan PT Hutama Karya.
 
 
Hal ini langsung mendapat respon dari sejumlah pihak. Jack Sumerer, pengamat ekonomi dan pembangunan di Sulawesi Utara menyebutkan jika hal tersebut harusnya ditindaklanjuti dengan cepat oleh Kementerian Pekerjaan Umum.
 
“Seperti tak adanya data ukur yang diberikan ke subkon di lapangan dan gambar yang kemudian berubah-ubah. Ini ibarat melukis tanpa kanvas. Jika seperti itu pengerjaannya, maka bisa bermasalah di kemudian hari," ujar Sumerar kepada wartawan di Manado.
 
Persoalan-persoalan sebagaimana yang disampaikan Sumerar itu sebelumnya sudah dibeber tiga subkon dalam pertemuan dengan pimpinan PT Sino Road dan PT Hutama Karya, Senin (2/4/2017). PT Sino Road dan PT Hutama Karya sendiri merupakan kontraktur  uatama  proyek berbanderol triliunan rupiah ini.
 
Di pertemuan yang dimediasi Kapolsek Airmadidi, AKP Edi Susanto tersebut, mereka menyebut ada perubahan gambar yang tidak disampaikan. Perubahan itu baru diketahui saat subkon hendak menagih pembayaran. 
 
“Yang mengherankan kontrak kami berakhir Juni, lalu penagihan disesuaikan gambar Agustus,” ucap Yudi dari CV Aurelio.
 
Perubahan gambar itu sangat merugikan subkon. Terkesan jika kontraktor utama ingin mengakali tenaga kerja di lapangan.  
“Misalnya selisih 20 cm saja sudah bermasalah, apalagi kalau lebih. Kami beberapa kali menyampaikan keluhan, tapi tidak ditanggapi,” kata Wely dari PT AWP.
 
Subkon juga merasa aneh karena mereka tak pernah diperlihatkan data ukur. “Data ukur yang kami minta itu sampai saat ini tak pernah ada,” ujar perwakilan PT BCI, Romi. 
 
Mereka juga menyampaikan kekesalan karena pimpinan PT HK, Rajez sulit ditemui. Beberapa kali pertemuan dengan PT Sino Road-HK, Rajez hanya diwakili salah satu manajer atau saf HK. 
 
“Kok setiap kali rapat, Pak Rajez tak  ada.  Apa lebih banyak berkantor di luar?  Sementara  keputusan itu ada di tangannya,” ucap Wely. 
 
Pengusaha berbadan tegap ini menyebut pertemuan kerap tak bisa menghasilkan keputusan atau kesepakatan karena Rajez tak ada. 
“Perwakilan Hutama Karya selalu beralibi tak bisa mengambil keputusan, menunggu petunjuk dari atasan, dalam hal ini Pak Rajez,” kata Wely.
 
Para subkon makin kesal karena pencairan dana sering berbelit-belit, padahal semua yang kompoten sudah bertandatangan. Mereka menyebut masih ada miliaran rupiah yang belum terbayarkan. Kondisi inilah yang memicu ratusan karyawan dari ketiga subkon ini berunjuk rasa di depan kantor Sino Road-Hutama Karya.
 
“Tolong ini ditindaklanjuti. Sikap mendiamkan masalah ini sama saja upaya mengangkangi kebijakan Presiden Jokowi dan Gubernur Sulut Olly Dondokambey untuk percepatan pembangunan di daerah Nyiur Melambai. Proyek ini jangan dihambat karena menggunakan dana pinjaman luar negeri,”  kata Welly.
 
Menyangkut persoalan yang disampaikan para subkon tersebut,  Azrul Bunyamin selaku team leader konsultan mengaku tak  dilibatkan. Ia pun meminta PT Sino Road dan Hutama Karya untuk mengakomodir semua kerja dan kebutuhan subkon.  
 
“Kami konsultan ingin proyek berjalan sesuai waktu, kendala seperti ini sebaiknya cepat diselesaikan,” ujarnya.
 
Sementara Mr Ge sebagai General Superintendent PT Sino Road menegaskan siap membayar semua hasil kerja subkon. Ia berjanji tak akan memotong sepeser rupiah pun.  Namun begitu, ia bersikukuh untuk tetap menurunkan tim survei lagi di lapangan.
 
(bk-7)
Komentar ()
Berita Minut
Minut
14 Aug 2016 / dibaca 1383 kali
KALAWAT (BK): Anggota BPK RI Prof Bahrullah Akbar mengatakan, dana desa adalah dana bersumber dari APBN diperuntukan bagi desa. Kemudian...
Minut
04 Jul 2016 / dibaca 888 kali
AIRMADIDI (BK): Sebanyak 1.533 guru yang bersertifikasi belum bisa menikmati sertifikasi triwulan kedua sebelum Idul Fitri. Pembayarannya akan...
Minut
26 Mar 2016 / dibaca 1681 kali
KOLONGAN (BK): Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey (OD) dan istri Rita Tamuntuan mengikuti Perjamuan Kudus bersama dengan jemaat GMIM...
Minut
10 Mar 2016 / dibaca 1862 kali
MAUMBI (BK): Lagi, pemadaman listrik terjadi di wilayah Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Provinsi Sulawesi Utara, selama enam jam. Pemadaman...
Minut
09 Mar 2016 / dibaca 1607 kali
KEMA (BK): Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara menyaksikan fenomena alam Gerhana Matahari Total (GMT) dari Kawasan Pantai Firdaus, Desa...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2018 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.