Minut

PT MMP Pasti Ramah Lingkungan

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Sunday, 30 August 2015 17:36   1419 kali

MANADO (BK): Salah seorang dosen Fakultas Keluatan dan Perikanan Universitas Samratulangi Manado, Janny Kusen mengatakan, investasi bijih besi di Pulau Bangka, Kabupaten Minahasa Utara yang dilakukan PT Mikgro Metal Perdana (MMP) dipastikan ramah lingkungan. Terlebih mensejahterakan rakyat.

Alasan Kusen, mereka telah menggunakan teknologi canggih dan mengantongi Analisa Dampak Lingkungan (Amdal).

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Djouhari Kansil pada suatu kesempatan menekankan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) bersikeras investasi tambang bijih besi di Pulau Bangka harus jalan. Kepolisian dituntut untuk mengamankan investasi bernilai Rp 15 triliun itu meski ada penolakan sejumlah masyarakat.

"Kalau untuk kesejahteraan masyarakat iya kan?" kata Wakil Gubernur Sulut Djouhari Kansil.

Pada kesempatan terpisah, Ketua Komisi IV (bidang kesejahteraan, ketenagakerjaan) DPRD Sulut, James Karinda menerangkan, kehadiran PT MMP akan menyedot banyak pekerja lokal. Sehingga perekonomian masyarakat meningkat. Karena lahan pekerjaan terbuka.

Oleh karena itulah, sambung dia, pemerintah harus memberikan kepastian atau jaminan investasi terhadap investor. Sehingga kegiatan mereka mendapat jaminan keamanan dan politik.

“Masyarakat Sulut akan dapat lahan pekerjaan baru kalau PT MMP beroperasi. Sekarang saja, sudah ada beberapa tenaga lokal yang dipakai perusahaan,” ungkap Karinda.

Sementara itu, Jhon Kalangi dari LSM Forum Peduli Masyarakat Minahasa (FPM) secara terpisah. Menegaskan, PT MMP pasti sudah ikut semua aturan tentang investasi. ”Jadi kita harus dukung, karena mereka pasti ikut aturan. Kalau tidak pasti akan dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia,”kata Kalangi.

Ia mengatakan, kebutuhan besi besar saat ini. Setiap orang butuh lima kilogram besi. Sementara yang ada saat ini, baru satu  kilo lebih yang ada. ”Jadi investasi bijih besi itu perlu,”katanya.

“PT MMP bisa mensejahterakanan warga di Likupang dan sekitarnya yang selama ini termasuk daerah yang kaya akan sumber daya alam namun masih tertinggal. Investor besar kita harus dukung sepanjang mereka ikut aturan yang ada di Indonesia,” ujarnya.

Direktur PT MMP , Kaisarjang mengatakan mereka masuk ke Sulut karena ingin investasi bijih besi namun tetap ikut aturan yang ada. Pihaknya, tidak mungkin akan menlanggar aturan. Semua ketentuan dalam Indonesia akan kita patuhi.

“PT MMP sudah masuk ke Pulau Bangka, dan akan mengunakan tenaga kerja sekitar  3.000 ke depan. Investasi ini besar,” paparnya.

(patria)

Komentar ()
Berita Minut
Minut
10 Mar 2016 / dibaca 1792 kali
MAUMBI (BK): Lagi, pemadaman listrik terjadi di wilayah Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Provinsi Sulawesi Utara, selama enam jam. Pemadaman...
Minut
09 Mar 2016 / dibaca 1542 kali
KEMA (BK): Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara menyaksikan fenomena alam Gerhana Matahari Total (GMT) dari Kawasan Pantai Firdaus, Desa...
Minut
17 Jan 2016 / dibaca 1911 kali
MANADO (BK): Sekitar 24 jam mulai dari pukul 10.00 Wita, Sabtu (16/1/2016) hingga 10.43 Wita, Minggu (17/1/2016) listrik padam di wilayah...
Minut
03 Jan 2016 / dibaca 1942 kali
AIRMADIDI (BK): Sadis! Seorang suami membunuh istrinya kemudian si pembunuh menghabisi dirinya dengan menikam sendiri alias bunuh diri....
Minut
30 Dec 2015 / dibaca 1836 kali
AIRMADIDI (BK): Ratusan warga Kabupaten Minahasa Utara menggelar aksi demo menolak pemimpin yang tak bersih. Seperti adegan yang termuat dalam...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2018 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.