Minut

Rakor Bawaslu Minut Bagi Pemuda; Hadirkan Ray Rangkuti dan Jeiry Sumampouw

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Monday, 09 November 2020 23:36   123 kali
MINUT (BK): Bawaslu Minut menggelar Rapat Koordinasi Partisipatif Pemuda Dalam Penanganan Pelanggaran Pada Pemilihan Gunernur Dan Wakil Gubernur Sulut Serta Bupati Dan Wakil Bupati Minahasa Utara.
 
Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Sutan Raja Minut Jumat, 6 November 2020 yang melibatkan Pemuda dan Pemudi. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua Bawaslu Minut Simon Herman Awuy, SH didampingi Komisioner Rocky Marciano Ambar, SH., LL.M., MK. n
 
Ketua Bawaslu Minut; dalam sambutannya ia berharap dengan dilaksanakan kegiatan ini bisa membawah dampak positif bagi Tokoh Pemuda dan Pemudi dalam mengawal Pesta Demokrasi di Sulawesi Utara terlebih khususnya di Minahasa Utara.
 
Selain itu juga Komisioner Rocky Marciano Ambar, SH., LL.M., MK. n juga menambahkan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melibatkan langsung Tokoh Pemuda dan Pemudi yang adalah merupakan the next generasi, untuk mempunyai kepedulian khusus bersama-sama dengan Bawaslu dalam mengawal pesta Demokrasi pada Pemilihan Gubernur, Wakil Gubernur Sulawesi Utara serta Bupati dan Wakil Bupati Minahasa Utara Tahun 2020.
 
Ambar juga menambahkan bahwa dalam mengawal pesta Demokrasi bukan hanya tanggung jawab dari pihak Penyelenggara saja, tetapi Tokoh Pemuda dan Pemudi juga harus punya peran penting dalam memberikan edukasi-edukasi kepada masyarakat dengan kapasitas sebagai Tokoh Pemuda dan Pemudi yang berada di lingkungan atau tempat-tempat Peribadatan umat beragama contohnya di Gereja maupun di Masjid.
 
Tentunya posisi ini sangat baik dalam memberikan edukasi kepada masyarakat bagaimana proses Demokrasi, agar masyarakat dalam menggunakan hak pilih nanti pada tanggal 9 Desember 2020 tidak mudah ditunggangi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab tutup Ambar.
 
Narasumber lainnya adalah pengamat Politik Indonesia Ray Rangkuti; beliau menyebutkan bahwa subtansi Demokrasi di Indonesia sudah menurun dan jangan sampai teknisnya juga ikut menurun, dari mana kita tau bahwa subtansi Demokrasi di Indonesia menurun.?
 
Pertama tentunya dapat kita lihat di tahun 2020 ini banyak sekali kita lihat praktek Dinasty Politik hampir diseluruh wilayah Indonesia. Mohon maaf kalau mau disebut Presiden juga masuk didalamnya.
 
Hal ini tentunya bertentangan dengan Demokrasi yang kita inginkan bersama. Demokrasi yang kita inginkan bukan bertujuan untuk melanggengkan kekuasaan keluarga tertentu, tetapi sebaliknya untuk mendistribusikan kekuasaan kepada semua orang, karena salah satu semangat reformasi 1998 adalah anti Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KKN).
 
Persoalan yang kedua adalah Politik Uang atau yang lebih dikenal lagi dengan Money Politik yang terus bermajala oleh karena itu, kita juga harus mempertahankan subtansinya dengan betul-betul berjanji dan berkomitmen untuk tidak membiarkan praktek Politik Uang itu terjadi. Politik Uang sangatlah berbahaya dan jangan main-main dengan yang namanya Politik Uang.
 
Kita harus pastikan didalam Pilkada ini meski tahapannya tidak sesuai dengan yang kita inginkan karena ada permasalahan Pandemi Covid-19, tetapi penyakit Politik Uang juga harus kita cegah dengan mari sama-sama kita kawal agar Pilkada 2020 khususnya di Minahasa Utara dan terlebih khusus di Sulawesi Utara boleh berjalan sesuai dengan yang kita harapkan tahapannya berlangsung dengan baik. 
 
Semua pelanggaran yang berkaitan dengan tahapan Pemilu atau Pilkada bisa diselesaikan dengan baik oleh Bawaslu, selain itu juga tidak ada praktek Politik Uang dan hasilnya nanti akan mencerminkan apa yang menjadi harapan dari masyarakat baik di Minahasa Utara maupun di Sulawesi Utara ungkap Rangkuti.
 
Narasumber selanjutnya Jerry Sumampouw juga menambahkan bahwa jiwa muda itu yang mendorong perubahan-perubahan itu terjadi, kalau kita mau merunut satu persatu mulai dari era reformasi bahwa yang mendorong perubahan-perubahan terjadi di Indonesia kebanyakan dilakukan oleh Tokoh Pemuda dan Pemudi.
 
Sumampouw juga menambahkan bahwa saat ini salah satu problem dalam penindakan pelanggaran pada Pilkada itu karena minimnya laporan dari masyarakat yang berkaitan dengan dugaan pelanggaran Pemilu. 
 
Anggota Bawaslu Provinsi Sulawesi Utara Kordiv Pengawasan Kenly Poluan, S. Pd., M. Si mengatakan bahwa kegiatan ini sagat penting dilaksanakan karena kita ketahui bersama bahwa selama Pemilu laporan masyarakat sangatlah minim terkait dengan dugaan pelanggaran Pemilu yang terjadi.
 
Oleh karena itu melalui kegiatan ini kami sebagai Bawaslu berharap agar semaksimal mungkin Tokoh Pemuda dan Pemudi bisa memberikan informasi ke Bawaslu apabilah ada dugaan-dugaan pelanggaran yang terjadi di lingkungan dimana kita tempati saat ini.
 
Saat ini kami juga dari Bawaslu mendorong Pengawas ditingkat Kelurahan Desa melalui kegiatan kanvasing dengan berkunjung dari rumah ke rumah, guna untuk mensosialisasikan  atau memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait dengan dampak dari Politik Uang, serta larangan-larangan dalam tahapan Pilkada yang akan berkunjung pada pelanggaran Pemilu tutup Poluan.
 
*(Eld)*
Komentar ()
Berita Minut
Minut
17 Aug 2020 / dibaca 195 kali
MINUT (BK) : Misi mengumandangkan music kolintang di puncak Gunung Klabat ternyata mendapat dukungan dari tokoh masyarakat Kabupaten Minahasa...
Minut
17 Aug 2020 / dibaca 218 kali
MINUT (BK) : Tinggal selangkah lagi misi Fantastic Prima Vista (FPV) Lembean untuk mendentangkan musik kolintang bergema dari puncak Gunung...
Minut
27 Feb 2020 / dibaca 404 kali
Donor darah yang dilakukan seorang anggota Basarnas Manado. (dok:Basarnas Manado) .         MINUT...
Minut
20 Jan 2020 / dibaca 455 kali
MINUT (BK) : Suhari Noster Norbertus Sinaga resmi menjabat Kepala Kantor Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Basarnas Manado. Serah...
Minut
02 Jan 2020 / dibaca 625 kali
KALAWAT (BK): Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Provinsi Sulawesi Utara diguyur hujan lokal, pada Kamis (2/1/2020) subuh hingga pagi ini....
Profil Perusahaan | © 2011 - 2020 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.