Nasional

600 Bidan Pecahkan Rekor Turunkan Angka Kematian Bayi

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Sunday, 08 October 2017 03:31   52 kali
JAKARTA (BK) : Pelatihan Stimulasi Pijat Bayi (Stimulasi Inflant Massage) untuk mengurangi angka kematian bayi berhasil memecahkan Rekor Dunia Guinness World Record. Pemecahan rekor itu dilakukan lebih dari 600 bidan oleh Johnson & Johnson di Djakarta Theater Jakarta, Sabtu (7/10/2017).
 
 
“Saya sangat mengapresiasi usaha 600 bidan Indonesia membuat pelatihan pijat bayi ini,” ujar Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise saat menghadiri upaya pemecahan rekor itu.
 
 
Menteri Yohana mengatakan, ini menandakan bidan di Indonesia berkomitmen dalam mengurangi angka kematian bayi. Upaya ini juga mendukung salah satu target Sustainable Development Goals (SDGs) dalam rangka menurunkan Angka Kematian Bayi (AKB) sekurang-kurangnya 12 per 1.000 kelahiran hidup pada 2030.
 
 
“Berdasarkan survey demografi dan Kesehatan Indonesia di tahun 2012, tercatat bahwa angka kematian bayi di Indonesia yaitu 32 per 1.000 kelahiran, artinya 1 dari 31 bayi meninggal sebelum mencapai usia 1 tahun," terangnya saat ditampuk untuk memberikan sambutan.
 
 
Menteri kemudian menjelaskan, salah satu faktor kematian pada bayi adalah kurangnya perawatan kulit pada bayi selama masa neonatal. Dan ini menyebabkan terjadinya sepsis pada kulit bayi, yang seharusnya bisa diatasi melalui pemijatan.
 
 
“Padahal banyak nyawa bayi yang bisa terselamatkan melalui pemijatan bayi yang jika dilakukan di tahun pertama mampu membantu perkembangan fisik dan kesehatan bayi,” jelasnya.
 
 
Menteri Yohana juga menyinggung mengenai perempuan yang menghadapi peran ganda. Berdasarkan data BPS tahun 2016, dari seluruh ibu yang memiliki anak usia di bawah 2 tahun yang sedang menyusui, 31 % diantaranya terjun ke dunia kerja.
 
 
Status peran ganda ini berpengaruh terhadap kesehatan anak-anak mereka, dimana satu sisi perempuan harus menjalankan tugasnya sebagai ibu yang bekerja, sedangkan di sisi lain harus memenuhi hak anaknya untuk mendapatkan ASI guna mencukupi asupan gizi agar anak tumbuh dan berkembang dengan baik.
 
 
Untuk itu katanya, Kementerian PPPA telah melakukan kebijakan pengembangan Kabupaten dan Kota Layak Anak (KLA) yang salah satu indikatornya adalah Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA). Dengan adanya indikator tersebut, diharapkan bisa mendorong pemerintah daerah dalam meningkatkan angka cakupan ASI Eksklusif pada anak.
 
 
“Selain itu juga bisa meningkatkan sarana-prasarana laktasi untuk ibu menyusui di tempat umum dan tempat kerja di seluruh kab/kota,” ungkap Menteri Yohana.
 
 
Menteri Yohana juga mengapresiasi usaha K/L, organisasi masyarakat, media, serta PT. Johnson & Johnson dalam menurunkan Angka Kematian Bayi di Indonesia.
 
 
“Saya berharap dengan acara pemecahan rekor ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa setiap bayi berhak mempunyai kehidupan awal yang sehat dengan memberikan edukasi kepada ibu melalui para bidan di Indonesia tentang pentingnya merawat kesehatan bayi,” tutup Menteri perempuan pertama asal Papua ini.
 
 
(acha/bk-8)
Komentar ()
Berita Nasional
Nasional
12 Jul 2017 / dibaca 169 kali
YOGYAKARTA (BK):   Wali Kota Tomohon, Jimmy F. Eman, SE. Ak menjadi pembicara pada kegiatan Aliansi Bupati/Walikota dan pemberian...
Nasional
08 Jul 2017 / dibaca 137 kali
MANADO (BK) : Perlindungan hak perempuan di Sulawesi Utara (Sulut) ternyata sudah ada sebelum Republik Indonesia merdeka. Kesetaraan gender...
Nasional
08 Jul 2017 / dibaca 187 kali
MANADO (BK): Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara ditunjuk sebagai tuan rumah pelaksanaan Rapat Koordinasi Bidang Perlindungan Hak Perempuan...
Nasional
05 Jul 2017 / dibaca 165 kali
JAKARTA (BK): Wakil Ketua Umum DPP Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), Jerry Sambuaga mengatakan, Pancasila adalah ideologi kekhasan...
Nasional
09 Jun 2017 / dibaca 230 kali
JAKARTA (BK): Bupati Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Christiany Eugenia Paruntu SE, menghadiri buka puasa bersama dengan para petinggi...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2017 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.